Posts

Mba Ilo-ku

Image
Ramah. Sederhana.  Ga neko-neko. Ilmu padi. Bersihhh sekali hatinya.  Merendah pada dunia dan sesama.  Senang menolong. Terdepan dalam beramal.  Betapa aku bersaksi hanya kebaikan yang kutemui pada mba ilo. Pernah ga ketemu orang yang selama kamu kenal dia, dia gak pernah nunjukin raut wajah masam atau ngeselin seeeekalipun? Meskipun dia dlm kondisi marah atau bete atau badmood?  Aku pernah. Dan mb ilona adalah orangnya.  Emang boleh ya lulusan S3 LN dan kepala prodi bidang IT se-humble itu? Seramah itu pada orang yang bahkan mungkin dia baru kenal? Aku nggak inget kapan, dimana, gimana pertama kali kenal mba Ilo. Saking se-ga-berjarak itu mba Ilona sama orang² baru. Sehangat, seramah, dan se-welcome itu.  I should have learned more from her!  Oh Sinancim... your mother has such a beautiful soul. An amazing and great personality! And I love her so so soooo much ๐Ÿ˜ญ.  Ya Rabb, karuniakan baginya husnul khatimah. Dan hadiahkan baginya Jannah. Aa...

Green or white? Beige !

"Tik, lu bisa ga pilih warna selain putih atau beige?" Keluhnya saat menemaniku memilih jaket musim gugur.  "Broken white," jawabku santai seraya membolak-balik coat, mematut diri di cermin panjang.  Dari pantulan kaca samar2 kulihat bola matanya bergulir memutar. Sebal. "Lu lama-lama gua bikinin parka tepung lu baru tau rasa!"

Dear Ampas Kopi

Alhamdulillah... akhirnya blog ini bisa kembali, jadi bisa lanjut sambat ya dimari *eh.  Posting pertama pasca blog kudet4 ini saya sampaikan untuk sesepartner yang selalu merasa dirinya ampas dan bubuk nun jauh disana. "Kamu kemana, aja?" Maaf lahir batin ya, untuk beberapa tahun ke belakang.  I am better today and hope u are doing the same. Dan..  Oiya, aku udah bayar "utang2"-ku jauh sebelum pandemi kemarin lho. Mo bilang tapi kamunya ngilang. Jadi ya udah. Impas ya.  Semoga kamu berkenan dan berbesar hati memaafkan si makhluk yang-kalo-keras-kepalanya-kambuh-ini suka mendadak sangat menyebalkan. Dan semoga kita bisa get in touch lagi in a more proper way ya, Mpas. Baek-baek di manapun berada! Salam sehat selalu untuk keluarga. __ Ps: surat ini buat kamu. Yang ngerasa, boleh lambaikan tangan ke kamera :)๐Ÿ‘‹

Prof. Achmad, Ulul Albab Sejati

Image
  Pertama kali kenal sosok beliau tersebab pembekalan pembinaan PAI (Pendidikan Agama Islam) di IPB. Awalnya asing. Awalnya tak kenal. Awalnya tak sayang. Hingga akhirnya saya sering menghadiri kajian-kajian rutin (kantin) beliau di aula masjid Al Hurriyyah saban pagi.  Sosok dosen, sekaligus ustadz, di IPB itu banyak. Banyak sekali. Tapi entah kenapa, saya kira semua mahasiswa di IPB dari semua kalangan/ angkatan, akan sepakat bahwa Prof. Achmad adalah sosok yang paling ikonik. Tidak ada duanya.  Beliau adalah simbol keshalihan. Beliau adalah lambang-lambang ketaatan. Beliau adalah akar panutan. One in a million! Ya Allah..  Dalam beberapa kesempatan, saya sering menyelinap ke ponpes putri asuhannya demi mendengar kajian-kajian keputrian yang rutin beliau sampaikan kepada santri-santrinya. Menyimak ilmu beliau, seperti menenggak air garam di lautan. Tak pernah cukup menuntaskan dahaga rasanya. Nasihatnya selalu mendalam. Tutur katanya selalu bernas. Dan setiap ilmu ...

Jangan Nawar Takdir

  Diantara jalan pulang yang kadang merisaukan. Diantara jam makan siang yang acapkali berisi lamunan. Diantara sepi jalanan ditemani khayalan panjang.. Sesekali kepala ini mendongak ke langit. Menatap dalam diam. Kontras dengan isi hati dan gemuruh pikiran yang ramai bersahutan.  Duhai Tuhan, inikah yang terbaik? Inikah yang benar-benar kuinginkan sejak awal? Penuh diluar, bolong di dalam. Kurasa bukan.  Ya, kukira bukan ini jawabannya. Hari berganti minggu, pekan menjelma bulan. Apakah aku benar-benar bahagia dengan yang kuinginkan? Sempurna diluar, cacat di dalam. Sepertinya bukan. Bukan ini yang kuinginkan. O tidak. Mungkin benar ini yang kuinginkan. Keinginan yang kukira akan membuatku bahagia sejak awal aku mendapatkannya. Tapi ternyata aku salah! Alangkah malunya mengingat betapa keras kepalanya aku memohon pada Tuhan untuk doaku yang satu ini dikabulkan.  "Pokoknya harus begini, harus yang ini, harus disini, kabulkan ya Tuhan.. karena hanya dengan terkabulnya...

Hi, Kamu yang Lagi Galau!

  Itu judulnya pencitraan sih. Kecuali tebakan saya benar. Kamu, lagi galau? ๐Ÿ˜ Semoga dimudahkan setiap urusan ya..  Galau itu normal. Galau itu wajar. Galau itu menandakan bahwa kamu adalah manusia seutuhnya. Jadi ga usah ngerasa banget tiba-tiba hidup dan kerjaan kamu saat ini ga berguna. Banyak kok orang di luar sana yang juga ngalamin hal serupa :).  Bahagia sewajarnya. Sedih seperlunya. Move on secepatnya. 11.13 AM, Waktu Indonesia Barat. Lagi sebeeeellll banget sama sosmed. Dan tiba2 lagi kangeeeennn banget sama blog ini. Haha Saya teh bikin draft tulisan banyak banget betewe. Tapi belum sempet dipublish karena satu dan lain hal.  Teteh sebel sama sosmed emang kenapa sih?  Hihi. Bukan sebel si, lagi ga mood aja maen2an IG (despite of utang story yang belum selesai ๐Ÿ™ˆ) dan FB apalagi. Daan as always.. saya selalu merindukan rumah ini di saat2 begini. Love banget! Bersyukur banget selalu punya tempat untuk kembali pulang. The place that will always accept y...

Les Bahasa Turki Gratis, Mau?

Image
Assalamualaykum temen2..  Nasฤฑlsฤฑnฤฑz? Apa kabar? :) Semoga semuanya berada dalam keadaan yang disemogakan ya! Yang sakit, lekas sehat. Yang nganggur, segera dipanggil kerja. Yang sedih, segera kembali ceria.  Yang patah, segera tumbuh harapan baru.  Ibarat game, hidup terasa hidup kalau ada tantangan, bukan?  Yuk ya, sedih  secukupnya, bahagia sewajarnya :).  __ Eeeeeniwei ! Di postingan kali ini, saya ingin memberikan kabar bahagia nih, tentang kelahiran akun IG  bermanfaat (aamiin) bernama TURKCELICIOUS (@turkcelicious https://instagram.com/turkcelicious?igshid=jr3qgvurdwkv)  Sesuai deskripsinya, Turkcelicious (disingkat : TL) adalah akun yang disediakan buat kamu-kamu yang berminat ke Turki (sekolah, traveling, kerja, nikah *eh), atau sekadar ingin belajar dan bisa berbahasa Turki!  Akun TL adalah sebentuk kasih sayang saya dan beberapa alumni Turki lain (khususnya tim penulis buku #serbaserbiturki) untuk teman-teman yang berminat men...

Kalau Jodoh Adalah Cerminan Diri..

Maka calon suami saya harusnya, Jago IT atau pinter gambar Kreatif  Jago pisan matematika dan suka olahraga Sabar bet dan nggak suka banyak bicara Ahli spasial Hobi ngulik-ngulik (semacam ngoprek otomotif elektronik dsj dsb) Simpel dan nggak ribet Dermawan nggak ketulungan Gile.. emang Erna jago IT dan pinter gambar ya? Baru tau dah. Keren banget! Ahli spasial pula!  Hihi. Enggak lah.. Justru karena saya  Buta segala berbau teknologi  Gambar bisanya niru doang  Sebelllll banget sama MTK  Gak rutin olahraga  Keseringan disorientasi arah (nyasar an)  Terlalu detail dan  Terlalu 'hemat', maka... Saya perlu cermin kesebalikan. Fisika bab cermin dan lensa, subbab cermin:  Sifat bayangan cermin datar : maya, TERBALIK, sama besar ๐Ÿ˜. Wait, Astaga!  Kalau hukumnya begini, berarti saya harus siap dikutuk dengan.. Lelaki yang berantakan dan cuek sama penampilan? Nggak apik dan suka naruh barang sembarangan? Terlalu santai dan datar? ... ... D...

Kamu Terlalu Banyak Mengeluh.

Orang yang sering dikeluhkan banyak orang adalah orang yang banyak mengeluh. Orang yang banyak ngeluh, pasti kerjaannya banyak nggak beresnya. Saking lebih sering ngeluhnya daripada actionnya. Sadarilah bahwa.. ngeluh itu juga, makan energi. Bikin lelah. Stok energi kita, mending dipake buat tenaga sabar. Meredam keluhan. Yang lelah yang cape, yang kesulitan, yang harus bertahan, yang harus tetap berjuang, yang kadang nggak punya pilihan kehidupan, bukan kamu doang. Kurangi ngeluhnya. Malu. Kalau kamu lelah, istirahalah. Jangan habiskan waktu buat ngeluh aja. Kalau bisa, jauhilah orang2 yang hobinya ngeluh. Bahaya. Energinya bisa nular. Berstrategilah untuk setiap hal, supaya hidupmu nggak banyak ngeluhnya. Cape itu anugerah. Bukti kita benar2 berjuang. Ngeluh itu musibah. Orang yang banyak ngeluh, mungkin belum paham hakikat dasar kehidupan: bahwa manusia dilahirkan untuk berjuang. Nabung sebanyak2 bekal, buat dibawa pulang.

Diam yang Menghangatkan

Nunggu. Ngelamun. Galau. Di halte. Tapi yang ditunggu tak kunjung datang. PSBB. Besok harusnya udah ramadhan. Tapi vibe nya nggak kerasa. Apa kebanyakan dosa? Atau terlalu sibuk ngurus perkara dunia? Makin galau. Bimbang. Bingung sebenernya. Maju kena. Mundur kena. Harus gimana? Jalanan gelap. Lampu temaram. Seseorang datang mendekat. Berdiri mematung. Menjaga jarak. Mungkin nunggu angkot juga. PSBB malam hari tak sesunyi yang kukira. Mereka jahat. Dia terlalu polos. Kami terjebak. Tak bisa bergerak. Apa solusinya? Malu luar biasa. Iba. Nggak tahu harus gimana. Mata terpejam. Kepala tertunduk dalam. Pucuk-pucuk sepatu beradu silih berganti. Kenapa semuanya jadi begini? "Ibu belum pulang?" Suara itu menyapa datar. Berjaket hitam. Tinggi semampai. Sehelai masker terjuntai. Bergeming di sana. Menatap lirih dari ujung mata. Sejak kapan? "Hm. Belum. Angkotnya.. jarang." Entah angkot mana. Aku hanya menunggu pikiran usai. Dia berpindah tempat. Menatap...

Oh Corona!

A: "Bu, ini temen-temen di grup ada yang tanya katanya SKB nya bisa dipakai buat izin mudik, ngga?" S: "Bilangin ke temen2, bisa kalau saya udah jadi Kapolri ๐Ÿ˜Œ" === Hola teman2, assalamualaykum ~ Apa kabar semua? Hanya kali ini, saya nggak mau berpura-pura dan menganggap kalian baik-baik aja. Semua pasti tidak baik-baik saja. Terutama di tengah gempuran pandemi corona. Ya kan? Gapapa. ฤฐ feel the same in here. Para tetangga saya juga. Karyawan di kantor dan keluarganya juga. And ฤฐ guess those people who hebohly hahahihi-ing on ฤฐG are also exp. the same situation like us! This corona virus hits us all bottom and up :(. Tapi.... Saya dan kita semua yakin, ini pasti akan berlalu. This too shall pass. Cuma memang.. sabarnya itu yang kita belum tahu harus sampai kapan :'). Ujian pandemi ini kerasa kaya mimpi nggak sih mentemen? Datang aja gitu tiba-tiba. ฤฐ mean, we've (and of course all of us) never expected this to come ! (*and who will, an...

Maafkan Kami, Keng.

Image
"Bagus Keng.. bagus.." "Ayo naik (ke kasur) Keng, ayo..!" "Mbo (bobo) Keng.. mbo.. " "Sini Keng.. sini..!" "Keeeng, makan..." 12 tahun lebih Ekeng nemenin kita. Dari mulai si bungsu masuk SD sampe mau tamat SMA. Rasanya baru kemarin saya ngomel-ngomelin si bungsu gegara baju itemnya bulu kucing semua. Kayanya baru kemarin saya ngomel-ngomelin si bungsu karena berkali-kali nyelundupin kucing ke bawah selimutnya. Hard to say but.. Rasanya semua baru terjadi kemarin ! -- Dua hari lalu, Ekeng mengeong malu-malu dari balik pintu. Biasanya dielus-elusin. Atau dikasih cemilan. Tumben banget hari itu nggak saya gubris sama sekali ๐Ÿ˜ญ. Nggak tahu kalau itu bakal jadi hari terakhir ketemu sama Ekeng ๐Ÿ˜ญ. Tadi malem Ekeng kejebur masuk sumur ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Sedih banget ya Allah.. Saya yang interaksi seadanya aja sesedih ini kehilangan Ekeng. Gimana si Bungsu ya? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ Inna lillahi wa inna ilayhi raaji'un.. Baru diambi...

Lama Ngilang, Apa Kabar, Er?

Merhaba ArkadaลŸlar ! Apa kabar di sana? Semoga sehat selalu ya! Mau nanya receh dulu deh, ada yang kangen nungguin tulisan saya? Haha. Enggak?? ๐Ÿค . . . It's ok. I love myself ๐Ÿ˜‚. -- Anyway, kamu berkunjung ke sini bukan dalam rangka stalking, kan ya? Karena Erna tiba2 'ilang' dari peradaban instagram. Atau dunia per fesbuk an ๐Ÿ˜Œ. Kalau jawabannya 'enggak', kamu sedang menyangkal. Kalau jawabannya 'iya', kamu orang yang cerdas. Atau.. at least intuitif. Cerdas karena kamu tahu betul bahwa kalau hingar bingar medsos tiba2 jungkir balik nggak karuan, satu2nya tempat yang akan selalu saya datangi untuk kembali pulang adalah blog ini. Intuitif karena kamu tahu, dimana harus nyari update kabar tentang makhluk bernama Erna ketika tetiba dirimu penasaran. *Ciee yang penasaran.. But despite of all ur keponess, emang kamu penasaran soal apa sih? Naon atuh saya mah dibandingin sama Iteung dan Kang Kabayan. Moal aya beken2 na acan :V. Habis ...

See You in Turkey 2020 !

Ada scholarship hunter di sini ๐Ÿ™‹? Wah.. rasanya baru kemarin saya pulang dari Turki. Sekarang udah buka lagi aja beasiswanya. Hah? Buka? Beasiswa apa Er yang buka? ๐Ÿ˜‘ Turki, bang. Turki. Beasiswa Turki  aka Tรผrkiye Burslarฤฑ aka YTB, lagi buka pendaftaran! Resmi per tanggal 06/01 sd 20/02/2020 ( kalau nggak salah) nanti. Mohon dicatat dan diperhatikan bahwa tanggal cantik tidak hanya milik tetangga yang nikah tapi juga milik YTB scholarship ya deadek.. Jadi buat kamu yang mau daftar, yuk disiapkan dan dicicil pendaftarannya dari sekarang ๐Ÿ˜Š! ฤฐya, beasiswa YTB ini ajaib memang. Daftarnya aja bisa pake nyicil2. Bae banget kan? Anyway. Apa sih yang baru dari beasiswa YTB 2020? Beberapa waktu lalu saya sempat iseng buka-buka akun beasiswa YTB saya. Dan ternyata... akunnya masih eksis dong! Amazing dan terharu gitu kan jadinya. Secara saya udah lulus dari taun 2017, tapi akunnya masih hidup gaes.. Oya, temen2 tau kan kalau beasiswa YTB daftarnya via online? Lalu ...

Hujan pun Ada Redanya.

( 33 )    Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al-Quran)? ( 34 )    serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi? ( 35 )    Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib, sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)? ( 36 )    Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa? ( 37 )    dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji? ( 38 )    (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, ( 39 )    dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, ( 40 )    dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). ( 41 )    Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna, ( 42 )    dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu), ( 43 )    dan bahwasanya Dialah yang menjadikan oran...

Harta Paling Berharga Bukan Keluarga.

Harta yang paling berharga adalah keluarga Mutiara tiada tara adalah keluarga ~ Puisi yang paling bermakna adalah keluarga Istana yang paling indah adalah keluarga~ Hayo ngaku yang bacanya sambil nyanyi? Murojaah Yasin ya! ๐Ÿ˜… Sebait puisi yang autobikinnyanyi di atas itu diambil dari kisah keluarga cemara. Tahu kan, drama keluarga yang hits di zamannya sampe nguras habis air mata? Mungkin saya termasuk satu diantara sekian orang yang sangat relate sama sinetron keluarga cemara (KC). Kisah hidupnya 11-12 banget sama kehidupan masa kecil saya. Minimal ada kemiripan historis dan latar sosial kali ya. Kalau diibaratkan KC, saya seumuran Ara, si anak tengah. Teh Euis seumuran kakak saya yang laki-laki. Dan si bungsu (lupa namanya: suci, mawar, bunga, acha? ๐Ÿค”), ada lah seumuran adik saya. Kecuali tentang perbedaan gender, yang lainnya hampir sama. Tapi obrolan kali ini saya nggak akan bahas sinetronnya ya, nostalgianya nanti-nanti lagi. Terus mau bahas apa? Mau ngupas apaka...

Resolusi 2020

01.01.2020 Resolusi mental 2020, saya berjanji: 1. Nggak akan telat lagi 2. Lebih banyak koordinasi 3. Menimimalisir ghibah 4. Nggak akan (terlalu) keras kepala 5. Mengurangi komentar unfaedah (jail) di status WA orang 6. Mengurangi distraksi di jam kerja 7. Perbanyak istigfar & shalawat Untuk resolusi lainnya, sebagaimana hukum anekdot berkata bahwa skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai, maka resolusi yang baik adalah Resolusi YANG DISELESAIKAN. PR Resolusi yang kemarin masih banyak? Beresin itu dulu satu-satu ya :). . . . Dear Future Me, Please ya, Be kind, and Be brave. #2020optimis ! ๐Ÿ˜Š๐Ÿ’ช ___ ฤฐtu resolusiku, kamu?

Cerita Apa Hari Ini?

Sekarang tanggal tiga puluh. Besok tiga satu. Lusa udah masuk tahun baru. Apa resolusi 2020 - mu? Atau sebelum masuk babak itu, coba kita refleksi perjalanan hidup kita tahun ini. Rentang kisah (mirip buku seseorang deh ๐Ÿ˜‚) Januari 2019 - Desember 2020. Setaun ke belakang, ngapain aja, Er? 1. Pertama kalinya ngasdos dan tau bahwa ngasdos beneran itu begitu 'rasanya'. Gitu gimana maksudnya? Ya.. banyak rasa, cerita, and of course, hikmah di dalamnya. Mendampingi pak dosen dari urusan krucil sampai genting sekelas orasi guru besar, adalah momen pendewasaan pertama bagi saya semenjak menginjakkan kaki di Indonesia. Lagi, kemarin itu ngerasa banyak benernya. Kalau diinget sekarang, banyak durhakanya aka nggak dewasa. Mungkin kamu matang dalam berorganisasi atau berorasi, tapi belum tentu dalam kehidupan profesional yang melibatkan banyak pola komunikasi dengan segala bumbu dan embel2 'basabasi'nya. Kebanyakan kita didewasakan oleh pengalaman, melalui ber...

#LPBCHI

-Lagi Pengen Banyak Cerita Hari Ini- Nanti, kalau punya anak lelaki, saya akan ajarkan dia membantu pekerjaan rumah ibunya. Belajar mengenal tugas domestik yang biasa dilakukan perempuan. Biar apa? Biar minimal, dalam dirinya tumbuh sikap empati, mandiri, dan syukur2 murah tangan suka membantu. Biar apa lagi? Biar kalau besar nanti dia tahu  bagaimana cara memperlakukan dan menghargai perempuan. Bukan hanya ibunya tapi perempuan lain kelak di luar sana. Termasuk kamu, calon mantukuuu... ๐Ÿ˜‚ *Implenganmu Er.. Er.. jauh blass wess! Baik laki2 ataupun perempuan, tidak akan ada anak manja atau dimanjakan di keluarga kami. Bertumbuh dewasa adalah hak setiap anak. Dan pakem pola pengasuhan menuju kesana ada pada peran orangtua. Bahagia dan melatih tidak manja, bisa koheren kok dua-duanya. Yang penting pinter2 orangtua ngatur strateginya bagaimana. Banyak2 baca siroh dan sejarah tokoh islam lah udah. Referensi terbaik pengasuhan anak-anak kamu, Er, ada di sana. Tapi tetep ya,...

Sangat Tidak Dewasa.

Jadi ceritanya beberapa malam yang lalu saya diminta milih-milihin video pendek di laptop buat projectnya #dewanesia (nggak usah penasaran, apalagi sampe kepoin IG segala). Eh, sebagaimana kita sortir koran lama berakhir bacain klipingnya, begitu juga kemarin nasib saya ๐Ÿ˜‚. Bukannya beresin tugas malah senyamsenyum sendiri liat kelakuan Erna di masa muda *ehm. Atuh video dari zaman culun-culunnya jadi mahasiswa, sampai nggak terasa waktu memakan habis usia. Seru aja nontonnya. Berasa liat liat adegan hidup yang diputar ulang. Gini mungkin ya gambarannya kalau kita dihisab di akhirat kemudian? Dari tahun ke tahun, dari video ke video, semakin ditarik mundur waktu yang berlalu, semakin sadar bahwa ternyata saya banyaaaakk sekali nggak dewasanya. Tuh tuh Er, pas zaman ini kamu egois banget. Tuh tuh Er Er kamu pas kuliah juteknya luar biasa. Ngerasa nggak? Kok kamu dulu gitu si, Er? Harusnya kan gini.. Dan seterusnya. Padahal saat itu saya ngerasa lagi paling bijak-bijaknya, pa...