Posts

Showing posts with the label CelotehHariIni

Kalau Jodoh Adalah Cerminan Diri..

Maka calon suami saya harusnya, Jago IT atau pinter gambar Kreatif  Jago pisan matematika dan suka olahraga Sabar bet dan nggak suka banyak bicara Ahli spasial Hobi ngulik-ngulik (semacam ngoprek otomotif elektronik dsj dsb) Simpel dan nggak ribet Dermawan nggak ketulungan Gile.. emang Erna jago IT dan pinter gambar ya? Baru tau dah. Keren banget! Ahli spasial pula!  Hihi. Enggak lah.. Justru karena saya  Buta segala berbau teknologi  Gambar bisanya niru doang  Sebelllll banget sama MTK  Gak rutin olahraga  Keseringan disorientasi arah (nyasar an)  Terlalu detail dan  Terlalu 'hemat', maka... Saya perlu cermin kesebalikan. Fisika bab cermin dan lensa, subbab cermin:  Sifat bayangan cermin datar : maya, TERBALIK, sama besar ๐Ÿ˜. Wait, Astaga!  Kalau hukumnya begini, berarti saya harus siap dikutuk dengan.. Lelaki yang berantakan dan cuek sama penampilan? Nggak apik dan suka naruh barang sembarangan? Terlalu santai dan datar? ... ... D...

Another Chapter

Banyak asam dan garam kehidupan yang berbuah pada kesimpulan bahwa Allah itu benar-benar MahaKuasa dengan segala skenarionya. Nggak pernah meleset perhitungannya. Nggak pernah salah rencananya.  Saya betul-betul takjub dengan cara Allah membelok-belokan urusan manusia. Bagaimana Allah mengatur jalan cerita hidup kita. Saya harus bertemu si A, saya harus dapat pelajaran dari si B, saya harus terluka karena si C, dan Allah sediakan pertolongan atas segala kerumitan lewat si D dan E. Semua terjadi di saat yang tepat. Tidak ada yang terlalu lambat ataupun terlalu cepat. Kadar ujian, sudah Allah takarkan bagi setiap manusia. Dititipkan kepada kita, karena memang hanya kita yang Allah nilai bisa. Hidup ini tak lebih dari  soal berganti peran saja. Sedih atau bahagia, bahkan Umar ra pun tak pernah mempermasalahkannya. Karena kita tidak pernah tahu diantara keduanya (sedih atau senang), mana yang terbaik untuk kita. Bahagia terus tapi menambah durhaka pada Rabb nya, ma...

Duhai Ibu, Sabdamu Surga Neraka Baginya

Image
BANDUNG—Balik Ka Indung (Kembali Kepada Ibu) Terminal Baranangsiang; 07.29 pagi – Hari kepulangan penuh drama! Pagi buta tetiba diguyur gerimis lokal ( literally ) menjelang kepergian dari kos lah . Abang gr*bcar mendadak nyasar ke pinggir sawah lah karena doi salah masuk gang;  yang akhirnya  terpaksa saya tongkrongin di pintu gerbang depan. Dan sekarang? Bus biru pola-pola yang ngetem lama pake banget ini (saya aja sih yang nggak sabaran, emang jadwal berangkatnya per satu jam) ikut menambah daftar mood-spoiler   hari kepulangan saya ke Bandung. Huhu. Kenapa sih? Kalian sedih saya tinggal pulang? * plak ! Sejujurnya pagi itu saya bรชte. Bรชtee banget! Apalagi setelah Iyu (namanya masuk blog teteh ni Yu, siap-siap terkenal ya ๐Ÿ˜‚)—teman seperjalanan gr*b, ngasih kabar menyakitkan kalau bis yang dia tumpangi udah di tol. Makin deh... baper! Tapi mau bagaimana lagi? Protes ke sopir suruh jalan, bisa-bisa saya yang disuruh turun. Mana di luar hujan makin deres. Nun...

Kapan Nikah, Er?

Image
"Kenapa belum nikah?" "Kapan nikah?" "Ditunggu ya undangannya?" z . zz . zzz.. Cung yang sering dapat pertanyaan batman super menyebalkan seperti itu? Biasanya sih, beberapa kawan perempuan seusia saya kerap kali tjurhat pajang kali lebar dan tinggi kalau udah nyinggung masalah beginian. Hihi. Maklum, sensitif. Adek-adek yang masih imut dan ngaku polos tapi senyam-senyum sendiri baca tulisan ini, nanti kalian akan paham kok perasaan yang saya maksudkan. Kamu sebel ya, Er, kalau ditanya begituan? Generally asking , mahasiswa tingkat akhir mana sih yang  happy ditodong pertanyaan 'Kapan sidang?Kapan wisuda?' saat kebanyakan kawan seangkatannya udah banyak yang lulus dan bekerja? Belum lulus bukan berarti you do nothing , kan? Unless you really mean to act such way . Tapi saya yakin sih enggak. Minimal karena perasaan malu, kamu bakal diam-diam berusaha lebih keras, bukan? Nge-lab lebih serius. Baca referensi lebih banyak. Bega...

Belajar Memahami Kamu

Image
Hmm.. jadi ceritanya dalam dua bulan terakhir ini habis baca dua buku yang qadarullah dua-duanya berhubungan dengan ilmu psikologi. Yummy ! Buku apa sajakah itu? Satunya novel *tetep* Bulan Nararya karya Sinta Yudisia (btw buku ini keren banget, baca juga ya kalau sempet) dan satu lagi STIFIn Personality-nya Farid Poniman (ini juga nggak kalah kece). Sebenernya dari dulu saya suka sih baca-baca buku dengan genre semacam ini. Cuma.. makin kesini, seiring bertambahnya usia , rasa suka itu kayanya makin bertambah-tambah; belajar tentang kamu ternyata begitu menyenangkan ๐Ÿ˜‚. Kenapa ya? Apa karena mempelajari psikologi berarti mengenali fitrah diri sebagai manusia, makanya jadi terasa mengasyikkan? Atau karena tebakan psikologi cenderung benar? *eh Yang jelas, apapun alasannya, membaca buku memang selalu sukses membuat teko otak kita penuh ilmu. Kalau pun susah penuh, ya paling nggak keisi dikit-dikit lah. Jadi kalau tekonya bocor atau luap yang keluar i...

REFLEKSI AKHIR TAHUN #2017: Lakukan yang penting, ambil yang esensi

Image
Di tengah gempuran dentum petasan dan kembang api--yang ajaibnya momen ini tak pernah saya alami selama tinggal di Turki--dengan sepenuh hati saya tuliskan #refleksiakhirtahun ini. Kalau boleh mengintip catatan diary, sebenarnya banyaaak sekali yang ingin saya tuliskan. Menumpahkan penat, unek-unek dan celotehan yang mungkin kalau nggak dikeluarkan bakal bikin muka jerawatan nggak karuan. Atau paling tidak, cukup membuat saya stres berat dan menyesal nggak banyak nulis blog dalam beberapa bulan terakhir. Jadi,  sebagai jalan tengah dan excuse diri, better saya tuliskan 'tamparan2' pelajaran hidup yang saya alami satu tahun ke belakang. Mudah2an, bisa berguna. Jadi bahan renungan dan pelajaran untuk kawan-kawan semua, terkhusus saya pribadi tentunya :). 1.  It will never be the last.     Adalah kalimat pertama yang terlintas terakhir kali saya menatap sampul paspor di bandara Istanbul. 'I promise myself, this would not be my last fl...

Islamophobia in Turkey?

Image
ADA yang janggal dengan tatapan Esra Hoca siang hari itu. "Erna, setelah ini, jangan sekali-kali lagi pakai jilbab hitam ya. Hic yakismis degil sana*. " Akhirnya beliau buka suara. Saya yang masih terduduk bingung gantian menatap Tugba Hoca yang turut mengamini perkataan Esra Hoca barusan. Tumben sekali duo hoca ini kompak mengomentari gaya berbusana saya, bukan dalam konteks memuji seperti biasa tapi justru sebaliknya. "Kenapa memangnya, Hocam? Saya kelihatan sekecil itukah dengan jilbab hitam?" Saya ingat teman kamar pernah protes ketika saya mengenakan gamis berwarna hitam karena jadi kelihatan kecil, kaya batang. Bukan batang lagi, lidi mungkin. Udah kurus, kecil pake baju item juga. Tambah nggak keliatan. Beliau menggeleng. "E-emh. Kamu kelihatan kaya.. orang islam radikal," Sumber gambar di sini .. Wha... What? Say it again? Kepala saya berasa dipukul palu godam seketika. Berharap salah dengar atau bahasa Turki saya lagi ero...

Rasanya itu $%*&^%%#!

Image
Antalya, 20.03.17 "Excuse me !" sapa sebuah suara. Saya yakin banget kalau lelaki gundul berkaca mata hitam itu menunjuk saya. Bersetel kaos oblong hitam dengan celana selulut berwarna senada, perut menonjol keluar, gaya perlente. Setipe-tipe turis yang sering berlalu lalang di zona wisata Turki. Di sebelahnya, seorang perempuan agak muda dengan dress gelap pendek bergelayut manja. Sesekali tertawa menampakkan gigi putihnya yang, harus saya akui sangat rapi. Tetapi bukan di situ letak masalahnya. Saya masih termangu di tempat ketika si lelaki maju beberapa langkah dan menyerahkan hapenya. "Take photo? Okey?" mengisyaratkan tiga jari di udara. "Ah, oh, emh.." gelagap saya bingung sembari menerima iPhone yang layarnya tampak masih mengkilap. Dikira turis Eropa, orang lokal toh. Kirain tadi mau tanya arah lokasi wisata apa gitu, ternyata minta foto. Nasib melancong dan terpisah dari rombongan ya begini nih; disasar jadi tukang foto...

Salju, Tidak Selamanya Menyenangkan

Image
Hari ini Izmir dingiin banget. Minus empat derajat menurut cuaca, literally dan feels like -nya. Sampai-sampai air di ubin-ubin beton luar asrama pun berubah jadi es! Luar biasa. Lain di Izmir lain juga di Urla (kawasan kabupaten, red.). Kampus IYTE hari ini putih bersih, bembeyaz oldu . Pasalnya dari kemarin malam diguyur hujan salju. Jalanan sepanjang kampus (hasil kepo dari akun IG) udah berasa di Korea. Saljunya Manisa (kemarin Sabtu saya berburu salju ke sana ๐Ÿ˜‚) aja kalah sama Urla hari ini. Izmir Clock Tower Sepertinya benar, siklus setengah dekade salju tebal Izmir kembali terulang di tahun ini. Menurut Hoca, Izmir belum pernah setebal ini sejak lima belas tahun terakhir ! Wow.. Kesempatan langka (maklum biasanya cuma hujan salju ketombe alias tipis-tipis, hehe). Kami pelajar Indonesia senang bukan kepalang. Malah berharap salju akan semakin tebal lagi di sini, besok, besoknya dan seterusnya. Tapi di satu sisi kami tidak bisa...

Ilmu oh Ilmu

Erna, waktu proyek simposium kemarin kita dapat rendemen berapa dari berapa kilo bahan mentah ya? Itu hoca kirim pesan barusan bada maghrib. Akhir-akhir ini beliau lagi sibuk banget nyiapin daftar proyek baru. Rajin ngulik proposal pengembangan produk ini dan itu. Tuuuh.. kan, penolakan dahulu terbukti disebabkan oleh pengetahuan yang kurang . Perasaan dulu aye pernah deh ngajuin topik ini buat rencana tesis. Eh ditolak mentah-mentah. Katanya 'masa kita makan beginian?' atau 'penelitian itu sudah terlalu banyak, cari ide lain!'? Sekarang setelah dapat ilmunya jadi ketagihan kan ๐Ÿ˜‚. Emang dasar manusia, selalu hobi mengkritik sebelum berpikir. Sebelum melihat lebih dalam, sebelum nyiduk ilmunya bener-bener. Komeeeeennnn aja yang dikedepanin. Hemmph! Tapi kamu juga gitu kan, Er? Inget nggak dulu pas disuruh hoca presentasi tentang serat pangan? *Inget banget*. Nyepelein tugas padahal udah dikasih tenggat selama dua minggu. Dengan santainya bilang kalau ser...

Sweet Age(s) !

Happy self-new-year, Erna ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š !! Waah.. nggak kerasa ya udah tambah tua aja, Er? Semoga semakin cinta dan dicintai Allah swt (aamiin), semakin sayang Mamah Bapak, Aa, Teh Nur, Diwan, Midah Ndut, Mr. Gengsi plus kucingnya--Ekeng, dan Zeki (yang ini bukan kucing ๐Ÿ˜‚). Yes, I love my family as I love myself as I love my name as I love my birthdate, November 26th :D !  Alhamdulillah, terima kasih Allah atas segala kebaikan yang Engkau limpahkan. Atas segala bentuk pembelajaran, kesempatan, ujian, kesedihan dan terlebih lagi untuk semua kenikmatan tak terhitung. Atas semua takdir hidup yang telah Engkau gariskan; baik buruk, senang susah, lurus berliku, pahit dan manis--alhamdulillah tsumma alhamdulillah. TanpaMu, apalah arti seorang Erna? Sejujurnya, banyaaaak sekali hal, harapan baik dan targetan yang ingin saya raih mulai tahun ini. Saking banyaknya, sampai-sampai takut nggak keumuran, hehe. Mohon support doanya ya...