Posts

Another Chapter

Banyak asam dan garam kehidupan yang berbuah pada kesimpulan bahwa Allah itu benar-benar MahaKuasa dengan segala skenarionya. Nggak pernah meleset perhitungannya. Nggak pernah salah rencananya. 
Saya betul-betul takjub dengan cara Allah membelok-belokan urusan manusia. Bagaimana Allah mengatur jalan cerita hidup kita. Saya harus bertemu si A, saya harus dapat pelajaran dari si B, saya harus terluka karena si C, dan Allah sediakan pertolongan atas segala kerumitan lewat si D dan E. Semua terjadi di saat yang tepat. Tidak ada yang terlalu lambat ataupun terlalu cepat.
Kadar ujian, sudah Allah takarkan bagi setiap manusia. Dititipkan kepada kita, karena memang hanya kita yang Allah nilai bisa.
Hidup ini tak lebih dari  soal berganti peran saja. Sedih atau bahagia, bahkan Umar ra pun tak pernah mempermasalahkannya. Karena kita tidak pernah tahu diantara keduanya (sedih atau senang), mana yang terbaik untuk kita.
Bahagia terus tapi menambah durhaka pada Rabb nya, maka kita celaka.
Sedih…

SUDUT PANDANG

"Demi menjaga kekhusuan shalat mohon matikan handphone atau silent. Isi terlebih dahulu shaf paling depan, bagi yang tidak bisa berdiri sudah disediakan kursi di bagian paling belakang. Lurus dan rapatkan shaf nya", Himbau sang imam jelang shalat dimulai. 
Sementara takbir berkumandang, shaf akhwat masih saja berdebat tentang apakah kami harus berdiri di baris pertama atau kedua yang sudah lebih penuh jamaahnya. 'Bu, maju sini Bu masih kosong.'
'Mundur aja Bu, ini lebih banyak.' 
Tak ada kata sepakat. Teriak pun percuma hanya menegang urat. Maka sisa shaf bolong-bolong adalah yang pemandangan lumrah harian yang kerap kami lihat. 
Di awal-awal kedatangan dulu, saya termasuk salah seorang yang rajin cuap-cuap gemas sama jamaah yang nggak mau merapat, dan lebih milih shalat bertaburan bebas bak coklat dalam cookies.
Tau kan buibu kalau shalat bagaimana? 
Hari berganti pekan, pekan menjelma bulan. Tidak ada perubahan, kecuali saya merasa makin capek karena teri…

#Autonangis

Bada istigfar dan shalawat.

Ya Allah ya Rabb, ya Rahmân.. ya Rahîm.
Yang Maha Sayang dari segala sayang, yang Maha Kasih dari segala yang terkasih.

Duhai Dzat yang Maha Kekal yang senantiasa memelihara, ya Hayyu ya Qayyum.

Duhai Dzat yang kata Imam Hasan Al Basri seandainya kita tahu bagaimana Allah mengatur skenario hidup kita, pasti hati kita akan meleleh saking cintanya kepada Allah..

Kita ingat-ingat, kita hadirkan peristiwa-peristiwa lampau yang kita alami dari mulai baligh sampai usia sekarang. Bagaimana Allah membelokkan setiap keinginan yang nyatanya buruk untuk kita dapatkan. Bagaimana Allah menempa kita dengan ujian yang mungkin tidak kita inginkan, tapi kemudian kita temukan hikmahnya di akhir perjalanan. Bagaimana Allah mendidik kita dengan beragam cobaan hingga menjadi versi terbaik diri kita sekarang. Bagaimana Allah menangguhkan doa-doa dan menjawab selalu, selalu, di saat yang paling tepat. Dalam kadar, dalam hitungan dan berkah yang jauh berlipat.

Kita ingat-ingat, s…

Unusual Wish List.

Gaes.. waktu kecil atau pas jaman polos-polosnya dulu, kalian pernah nggak sih punya keinginan yang.. unik keterlaluan? Ya.. yang aneh aja gitu untuk didaftar sebagai kandidat keinginan. Yang bahkan mungkin, kalau dipikir sekarang, kalian bakal terpingkal nggak percaya meski hanya untuk memimpikannya.
Have you ever..?

Saya, pernah banget! Dan ajaibnya sampai sekarang masih ingat itu list nya apa aja. Satu diantara wish yang paling epik adalah:

1. Pengen banget punya boneka beruang yang ukurannya guedeeeeeeeee banget, yang saking gedenya sampai-sampai itu boneka nggak bisa saya peluk. Aneh? Iya. Saya juga ngerasa aneh kok 😂.
Dan tahu apa yang lebih merepotkan? Itu boneka harus dikasih dari orang pokoknya, bukan beli sendiri. Nyusahin? Banget! Ini saya ngetik blognya aja sambil terpingkal geli sendiri. Er.. Er.. kamu dapet inspirasi wish list darimana sih? Boneka yang kecil aja mubazir apalagi yang gede! Ya kecuali bonekanya rangkap fungsi jadi kasur.. mmh pembelaan ini mah.

2. Pengen…

Ayahku Bukan Cinta Pertamaku

"Katanya ayah itu cinta pertamanya anak perempuan ya, Er?"

Aku terhenyak. Kulayangkan pandangan menerawang mobil-mobil besar yang berlalu lalang lamban di jalanan.

Kucari-cari di seluruh penjuru otak, jawaban atas pertanyaan yang tak pernah kunantikan. Tak pernah kuharapkan akan ada seseorang bertanya demikian. Geez! I was trying so hard but found nothing in there.

Ayahmu cinta pertamamu?

Pikiranku melayang pada secarik halaman biografi seorang guru bangsa.

Pria itu sedih teramat dalam. Semua orang tahu ia tak rela kehilangan separuh jiwa yang amat sangat dicintainya. Tapi berdiam diri di mihrab saja, tanpa kunjungan ke pemakaman, adakah menjadi bukti bahwa lelaki baya itu benar-benar mencintai istrinya?

"Apakah engkau sudah tidak mencintainya (ibu) lagi, ayah?"

"Aku sangat mencintai ibumu."

"Lantas mengapa engkau tidak pernah mengunjungi makamnya dan justru berdiam diri saja di mihrab seharian? Apa itu yang dinamakan cinta?"

Lelaki itu terdiam…

Teka-Teki 1441H

"Di dunia ini, nggak ada pasangan yang benar-benar klop satu sama lain. Yang ada adalah keluasan berlapang hati atau bersabar_"


Ketika suatu hari tetiba berandai-andai menjadi praktisi konsultan pernikahan dan parenting, mesti banget gara-gara:

1. Saking seringnya jadi sasaran curhat mamak2 yang rempong atau ibu2 yang baper(nya kelewatan).

2. Hobi aneh kamu 'mengamati kehidupan'. Ngaku koleris melankolis lah kok ngerjainnya hobi orang plegmatis, Er.. Er.. 😑.

3. Kecanduan ngulik2 segala hal yang berbau psikologi.
O God... How psychology can be this addicted? 😖
Eh salah!
Kenapa belajar ilmu baru itu selalu menyenangkan..? 😂

Eh eh tapi khususon ilmu psikologi, itu emang seru banget deh! Bisa mengerti makhluk bernama manusia itu menyenangkan, sangat. Dan memahami karakter perempuan dan laki-laki dengan segala keunikannya, adalah anugerah ilmu tertinggi yang luar biasa.

4. Ketika makin menua, makin menyadari bahwa diri ini nggak ada apa-apanya dibandingkan kekuasaan Sa…

Mahar 35 Jt?

..35 juta rupiah dibayar tunai!"
. . . .
.
.
.
.

Sah?

Alhamdulillaah


Bukan mahar, kok. Tenang ya. Kamu masih punya kesempatan *apadeh.
Yang di atas itu akad bayar hutang dari seorang klien yang.. subhanallah, nagihnya butuh kesabaran dan pengertian. 
Kok perlu pengertian segala? Bayar hutang ya bayar aja kali? Iya, soalnya kita sama-sama saling membutuhkan. Alhamdulillaah ada rezekinya temen-temen..
Kerja di sini itu emang banyaaaak banget saya belajarnya.
Belajar psikologi manusia iya, memahami karakter karyawan iya, ngulik angka-angka yang bikin mata keriting iya, sampai ngurusin preman-yang-entah-datang-darimana  yang maen malak seenaknya aja, juga iya.
Susah sih. Capek sih. Greget gemes pengen nguwel-nguwel juga sih, kadang. Tapi kok .. seru gitu ya ngadepinnya. Haha. I enjoyed it so much somehow. Makin susah, makin seru. Makin ditantang makin ingin mengejar. 
Saya masih inget waktu serombongan laki-laki (kalau nggak boleh dibilang preman) usia 25-40 menyambangi tempat kami …