Cici dan Sakin(ol)
*Obrolan kecil saat pulang ke Bandung* Bagian #1. Opik "Pik, ini siapa namanya? Lucu banget.." Yang ditanya malah angkat bahu. Lirik bentar, lanjut makan. Demi apa? Tumben-tumbenan si empunya kucing nggak ngasih nama. Masa iya lupa ada dua ekor kiten unyu berseliweran di rumah. "Baiklah, kalau gitu teteh aja yang kasih nama. Awas ya jangan protes!" Si bujang masih bergeming. "Yang ini.. karena suka lari-lari dan nggak bisa diem, namanya 'Sakin' deh biar tenang dikit. Sakiiin... Sakin Sakin Sakin." Seloroh saya riang. "Kalau ini, emh.. namanya 'Cici' (baca: jiji; Turki: bermakna lucu, cute ) ya. Cici.. Cici Cici Ci--" Dan yang pegang piring pun tiba-tiba ikutan sewot. "Ih, masa kucing bagus gini dibilang jijik?! Emang kotoran? Geuleuh ah. Ganti ganti ganti!" 😂😂😂 Bagian #2. Zeki Adalah Zeki (2,5 tahun)--keponakan pertama dari Aa-- yang selalu menguntit kemana pun saya pergi. Bahka...