Posts

Showing posts with the label HomSwitHom

Cici dan Sakin(ol)

Image
*Obrolan kecil saat pulang ke Bandung* Bagian #1. Opik "Pik, ini siapa namanya? Lucu banget.." Yang ditanya malah angkat bahu. Lirik bentar, lanjut makan. Demi apa? Tumben-tumbenan si empunya kucing nggak ngasih nama. Masa iya lupa ada dua ekor kiten unyu berseliweran di rumah. "Baiklah, kalau gitu teteh aja yang kasih nama. Awas ya jangan protes!" Si bujang masih bergeming. "Yang ini.. karena suka lari-lari dan nggak bisa diem, namanya 'Sakin' deh biar tenang dikit. Sakiiin...  Sakin Sakin Sakin." Seloroh saya riang. "Kalau ini, emh.. namanya 'Cici' (baca: jiji; Turki: bermakna lucu, cute ) ya. Cici.. Cici Cici Ci--" Dan yang pegang piring pun tiba-tiba ikutan sewot. "Ih, masa kucing bagus gini dibilang jijik?! Emang kotoran? Geuleuh ah. Ganti ganti ganti!" 😂😂😂   Bagian #2. Zeki   Adalah Zeki (2,5 tahun)--keponakan pertama dari Aa-- yang selalu menguntit kemana pun saya pergi. Bahka...

He's not a baby anymore and it's hurt!

Image
Masih ingat sama Mr. Sok Cool? Iya, dia yang kalau sayang tapi pura-pura nggak peduli. Anak pengasuh segala jenis binatang dari lele sampai ayam jago. Bapaknya kucing kampung di rumah, sang empunya Berekeng. Dia yang kalau minta tolong sesuatu selalu diakhiri 'ennaww!' (eng: now) dengan logat sundanya yang khas. Satu-satunya yang berani bilang tetehnya mirip domba 🙈 (gara-gara lagu aq*a nih 😑). Dia yang selalu nanya 'Teh pilih lurus atau keriting?' di akhir curhatan. Dan dengan innocent -nya akan bilang 'kasian deh lu~' lengkap dengan gerakan tangan lurus atau keriting yang saya pilih. Adik yang nggak tahan digelitikin dan paling pasrah kalau dijailin 😅. Dia yang dengan manis akan menjaga barang-barang saya dari "serangan" si adek perempuan. 'Eh jangan, nggak boleh, ini punya Teh Ena!' Dia yang nggak pernah bener kalau diajak foto. Dia yang selalu berpura-pura jajan banyak padahal yang dibeli makanan kesukaan ...

Cepet Sembuh, Mr. 'Sok Cool'

Pukul 09.14 waktu Turki. Aku menerawang langit-langit kamar asrama sejenak. Menghitung. Berarti sekitar pukul satu siang di Indonesia. Sepertinya ini masih dalam jam kunjungan rumah sakit Immanuel. Jam 11-14 kalau tidak salah ingat. Baiklah. Setelah mengetik kode negara, kumasukkan sebelas digit angka lainnya di papan nomor Hp. Sesaat kemudian tertera nama adik perempuanku di layar. Ya, aku lebih suka mengetik antrian nomor panjang itu ketimbang mencari-cari dalam daftar kontak. Bagiku 'mencari' jauh lebih merepotkan. Di samping memang karena aku sangat suka mengingat angka, jika diperlukan. Hava, teman asrama dari Ghana, bahkan sempat terkaget-kaget mendapatiku mengingat no rekening akun bank temannya saat aku membantunya mentransfer uang pada suatu sore. Sesuatu, karena aku hanya baru melihat no rekening itu sekali. "Assalamu'alaykum..?" sapa suara di seberang sana. Suaranya ringkih, lemah. Ah, tentu saja. Berhari-hari kurang tidur dan makan seadanya, kondi...

Sejak Kapan Opik Jadi Kucing??

Image
Namanya Opik. Taopik Dadian lengkapnya — nama yang terlalu aneh (baca: ejaan tidak biasa) menurut saya untuk ukuran nama orang Sunda. Kecuali huruf 'p' di tengah nama. LOL. Entahlah. Saya tidak ingat persis siapa yang menamai adik lelaki bungsu keluarga kami ini. Satu hal yang harus kalian tahu tentang Topik (sebelum membaca cerita ini lebih lanjut), dia suka banget melihara sesuatu mulai dari ikan-ikanan (lele, cupang, sepat, impun*), burung-burungan, sampe mamalia-mamaliaan seperti kucing. Khusus untuk hewan yang terakhir ini, menurut saya, kadar kecintaannya bisa dibilang melebihi kadar kecintaan dia pada dirinya sendiri *lebayy. Ceritanya, suatu hari saya pulang ke Bandung dalam rangka liburan kuliah.  Dan agak shock gitu mendapati Opik udah punya kucing peliharaan baru di rumah. Padahal seingat saya sebelum itu dia pernah punya tiga kucing—Junsu, Conso, Dugong—yang semuanya gagal dipelihara. Ketiganya wafat mengenaskan. Yang paling nggak bisa saya lupakan adalah insiden k...

Tausyah kecil untukmu, adikku ^_^

Erna Eruna InsyaAllah.. masa nt minta sama Allah kgak dikasih? tinggal berusaha aja, sertai juga dengan sabar dan shalat.. Allah tdk menyuruh kita memikirkan solusi masalah sampai penat, tp Allah menyuruh u sabar dan shalat.   Antum ingat? Ketika siti hajar belari dr bukit shafa dan marwah demi mencari air untuk ismail yg menangis kehausan (krn air susu hajar terlalu kering, waktu itu musim kemarau panjang), beliau tidak pernah tau apakah dia akan menemukan mata air atau tidak. beliau hanya berlari shafa-marwah-shafa-marwah begitu seterusnya hingga 7 kali balikan. ya, beliau tidak pernah tau apakah dia akan menemukan mata air atau tidak. Siti hajar, Ia hanya ingin MENUNJUKKAN KESUNGGUHANNYA pada Allah, memberikan sebaik-baiknya usaha. Maka, maha Suci Allah yang telah berkehendak untuk memancarkan air dari tanah yang dihentakkan oleh kaki kecil Ismail mkanya tunjukkan usaha dulu sebaik-baiknya akhi.. Pantaskah kita meminta kpd Allah tanpa menunjukkan usaha terbaik ...