Posts

Showing posts with the label SerbaSerbi Turki

Les Bahasa Turki Gratis, Mau?

Image
Assalamualaykum temen2..  Nasılsınız? Apa kabar? :) Semoga semuanya berada dalam keadaan yang disemogakan ya! Yang sakit, lekas sehat. Yang nganggur, segera dipanggil kerja. Yang sedih, segera kembali ceria.  Yang patah, segera tumbuh harapan baru.  Ibarat game, hidup terasa hidup kalau ada tantangan, bukan?  Yuk ya, sedih  secukupnya, bahagia sewajarnya :).  __ Eeeeeniwei ! Di postingan kali ini, saya ingin memberikan kabar bahagia nih, tentang kelahiran akun IG  bermanfaat (aamiin) bernama TURKCELICIOUS (@turkcelicious https://instagram.com/turkcelicious?igshid=jr3qgvurdwkv)  Sesuai deskripsinya, Turkcelicious (disingkat : TL) adalah akun yang disediakan buat kamu-kamu yang berminat ke Turki (sekolah, traveling, kerja, nikah *eh), atau sekadar ingin belajar dan bisa berbahasa Turki!  Akun TL adalah sebentuk kasih sayang saya dan beberapa alumni Turki lain (khususnya tim penulis buku #serbaserbiturki) untuk teman-teman yang berminat men...

Islamophobia in Turkey?

Image
ADA yang janggal dengan tatapan Esra Hoca siang hari itu. "Erna, setelah ini, jangan sekali-kali lagi pakai jilbab hitam ya. Hic yakismis degil sana*. " Akhirnya beliau buka suara. Saya yang masih terduduk bingung gantian menatap Tugba Hoca yang turut mengamini perkataan Esra Hoca barusan. Tumben sekali duo hoca ini kompak mengomentari gaya berbusana saya, bukan dalam konteks memuji seperti biasa tapi justru sebaliknya. "Kenapa memangnya, Hocam? Saya kelihatan sekecil itukah dengan jilbab hitam?" Saya ingat teman kamar pernah protes ketika saya mengenakan gamis berwarna hitam karena jadi kelihatan kecil, kaya batang. Bukan batang lagi, lidi mungkin. Udah kurus, kecil pake baju item juga. Tambah nggak keliatan. Beliau menggeleng. "E-emh. Kamu kelihatan kaya.. orang islam radikal," Sumber gambar di sini .. Wha... What? Say it again? Kepala saya berasa dipukul palu godam seketika. Berharap salah dengar atau bahasa Turki saya lagi ero...

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

"Al !" (ambil !) Gadis bermata bulat besar yang tadi duduk di seberang ruangan menyodorkan mangkuk berisi potongan apel. Saya menggeleng pelan, melambaikan tangan ringan. "Tidak usah, terima kasih." "Al.. !" (ambillah.. !) katanya lagi, mengayunkan mangkuk lebih dekat. "Lutfen.." (please..) Ih ini orang, nggak kenal aja maksa-maksa. Gimana kalau kenal? . Hari berikutnya dia akan datang menawarkan jeruk atau pir. Kali selanjutnya, biskuit, chips, coklat, manisan, kacang-kacangan khas Turki, apapun! Saya sampai heran dibuatnya. "Gunah ama ya.." (dosa loh [kalau nggak diambil]) desaknya suatu sore ketika saya menolak biskuit karena lagi kenyang banget habis makan. "Bir tane alın sonra yiyin." (ambil satu aja, makannya nanti gapapa). Duh Gusti.. Apa daya? Daripada dia merengek terus dan nanti saya dosa beneran mending ikutin maunya aja deh. Ambil dulu, makannya nanti entah kapan. Hampir empat tahun di Turki dan...

Tahun Baru di Turki: Momen Berbagi Hadiah

Image
Merhabalar~ 31.12.2016 hitungan kalender, pukul 22.14 waktu Turki. Di Indonesia jam berapa berarti ya sekarang? Sudah selesai bakar petasan dan tiup terompetnya? Apa? Ada yang masih heng ot di luar? Jam segini? Anak gadis pula? Diizinin emak bapaknya? Duh duh duh.. Pusing pala abang, dek.. Emang harus banget ya ngerayain tahun baru? Baiklah, kita turunkan kadar pertanyaannya kalau begitu. Mesti banget ya berbahagia dengan nyalain petasan super gede dan bunyiin terompet berbarengan? Filosofinya apa coba? Ya itu kan yang niup terompet anak kecil kali, Er. Nggak tahu apa-apa, maklumin aja lah. Dimaklumi sebagai anak yang salah asuhan maksudnya? *ngajak ribut 😂  Serius. Satu dari sekian kebiasaan 'perayaan' tahun baru di Indonesia yang bikin saya gagal paham adalah meniup terompet. Preet.. preet.. preetttt......................... Dan bayi tetangga pun bangun tengah malam. Padahal lagi demam. Terus ibunya bingung pontang-panting. Mending kalau cuma saki...

Cari Jodoh Orang Turki?

Iyap! Please welcome 'The next controversial post' of OOL : Cari Jodoh Orang Turki? xD. #Setelah publish ini langsung jedok-jedokin kepala ke tembok kamar. Ada yang berminat menikah dengan orang Turki? Cung hand ? Sudah bukan rahasia umum lagi kalau rata-rata orang Indonesia menikahi orang Turki tersebab perkenalan di jejaring sosmed, walaupun nggak semua. Pasalnya, ada juga yang dibantu diperantarakan alias dikenalkan oleh kerabat jauh atau teman yang memang sudah tinggal di Turki sejak lama. Atau kalau kamu punya kolega yang kebetulan sudah menikahi OT (gelin), siap-siap deh jadi sasaran tembak perjodohan tak terduga! *Goosebumps*. Apalagi kalau kamu udah bisa bahasa Turki, makin deh diincar jadi menantu idaman. (eh :P) Kembali ke pertanyaan awal, saya to-the-point aja ya. Beberapa waktu lalu seorang gelin meminta bantuan untuk dicarikan calon pasangan perempuan bagi dua orang teman suaminya yang OT. *Ngerutin alis, lipet dahi*...

1st GIVEAWAY: Satpam Cinderella

Malam itu adalah satu diantara sekian hari di musim panas aku terlambat pulang ke asrama. Pukul sebelas lewat sekian menit, entah berapa pastinya. Jangankan mahasiswa, anjing coklat yang biasa berkeliling kampus pun tak nampak batang ekornya. Sepi sekali. Selain dua orang güvenlik  (satpam) yang berjaga di gerbang stasiun  metro (subway), selebihnya tidak ada tanda-tanda kehidupan. Dari arah belakang terdengar suara langkah terburu. Syukurlah masih ada kawan, pikirku lega. Selang beberapa saat sepasang kaki jenjang ber- high heels telah berada di depan. Berjarak hanya sekitar tiga meter dari tempatku berdiri. Gaun bermotif bunga pink dan kuning sebatas lutut, rambut pirang tersanggul rapi, serta tas mungil tergenggam di lengan kiri. Siapapun yang melihat pastilah akan mengira ia Cinderella yang tersesat. Tak tak tak tak tak .. Sebelum terpisah jauh dengan si gadis, kupaksa kaki ini melangkah lebih cepat. Ngeri juga kalau sampai tertinggal...

Fruit of the Year: Şeftalı

Image
Selamat datang musim panas! :D, meski kehadiranmu tak selalu menyenangkan. Hihi. 2016 adalah kali kedua saya menghabiskan liburan summer di Turki. Dengan segala kepenatannya, debu plus angin panasnya, homesick -nya dan kali ini ditambah dengan rutinitas tesis nya. Benar-benar perjalanan hidup yang tidak gampang. Huff ! Kalau udah begini bawaannya inget rumah aja. "Mamah.. Oh Mamah.. Aku ingin pulang~" Lebay ! Stop dulu bapernya, Er. Tunda sampe akhir taun xD. Kembali ke topik musim panas, doi ini sejatinya merupakan musim yang paling nggak saya sukai. Kecuali untuk satu hal; buah-buahannya. Hehe. Gimana enggak? Setiap jalan ke pasar (biasa emak-emak mah mainannya pasar) itu buah rangkaian musim panas ngantri rapiii banget di meja-meja. Segar, warna-warni dan enak dilihat. Harganya murah pula! Untuk sekilo anggur hijau tanpa biji misalnya bisa hanya dihargai 1,5 TL alias 15K IDR. Nah kan! Jangan ngiler ya Buibu hamil Indonesia, hihi. Di Indo harga anggur item bijian ...

Harta Karun Hijau di Tanah Rantau

Image
Clungg ! Ptakk ! Satu dua benda berwarna hijau jatuh beriring, ke kolam air mancur dan lantai papan tepat di samping kursi yang saya duduki. Fyuuh.. Untung nggak kena kepala. Bentuknya hampir mirip seperti lope, Guys..  Ada yang bisa nebak buah apa ini? Karena dari jauh buahnya tampak tidak menarik--berkulit keras, ijonya buluk, liuknya aneh-- saya biarkan saya mereka tergeletak seadanya. Penasaran sih sebenernya, tapi mau ambil juga tengsin karena banyak penduduk lokal yang lalu lalang. Akhirnya, berdamai saja dengan situasi. Paling juga buah-buahan penghias pohon yang rasanya pahit, gumam saya.  Berselang beberapa menit, seorang ibu lewat dengan terburu-buru. Sejurus kemudian, tanpa segan ia membungkuk dan tangannya sibuk memungut si hijau yang tadi sempat membuat saya penasaran. Beberapa buah kelihatan masih bagus sementara lainnya terlihat telah terbelah di bagian kulit akibat benturan dengan papan.       Sambil berlalu, diend...

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Duh maaf ya OOL'ers sekalian.. akhir-akhir ini sedang disibukkan oleh sesuatu nih. Target resolusi 2016 #hallah gaya. Terus baru keingetan deh kalau lapaknya belum dikasih makan, huhu. Jadi, apa yang mau saya tulis hari ini? Sepertinya topik yang lagi nge-hits -aka Perempuan Indonesia- masih belum selesai ya. Saya tuliskan sedikit lagi deh biar lega *berasa apa aja. -- ''Waduh kok mengerikan sekali ya. Kalau begini saya jadi ilfeel sama perempuan Indonesia.'' komentar salah seorang pria Turki dalam suatu obrolan. Nah lo nah lo.. ada apa ini? Kira-kira apa ya yang bakal bikin pria Turki ilfeel sama perempuan kita? Merokok? Perempuan Indonesia enggak kayanya. Matre? Bukan juga. Lagian itu mah bakat alam, fitrah. Sikapnya nyebelin? mungkin ini bisa dipertimbangkan sebagai satu diantara sekian alasan yang bikin lelaki 'iyuhh..' sama perempuan. Usut punya usut, ternyata pria Turki (yang baik) itu enggak suka sama perempuan yang.. agresif. Fyuh , l...

Wanita Turki

Assalamu'alaykum sahabat OLers.. ^^ Menyambung tulisan terakhir di blog, biar adil, pada postingan kali ini saya rangkumkan juga karakter umum perempuan Turki. Kira-kira sesuai sama ekspektasi kamu nggak ya? Yuk, coba cek satu-satu ! Wanita Turki itu: 1. Punya tinggi badan rata-rata 161 cm dengan berat 66.9 kg. Ingat ya, ini rata-rata. Yang lebih pendek ada, lebih tinggi apa lagi. Teman kamar saya misalnya, menjulang sendiri 178 cm. Gak perlu repot manggil tukang untuk ganti lampu kan #eh. 2. Ukuran kakinya sedang, dengan sepatu bernomor 38. Pakaian standar nomor 40.  Standarnya aja segini. Pantesan saya agak kesulitan cari baju disini. Hiks. 3. Umumnya menikah pada usia 23,6 tahun. Uwaaw. Perempuan disini (dari beberapa teman -sebagian, bukan semua- yang pernah saya tanya) rata-rata berorientasi menikah setelah lulus pendidikan S1. Manis sekali kan? 4. Biasanya melahirkan di usia 28. Kalau info spesifik ini, jujur saya pun baru tahu. Jarang merhatiin dan nanya masalah...

Lelaki Turki

Duh, saya berasa tetiba jadi agen nih. Bedanya sama agen beneran, agen Erna nggak (belum) nerima bayaran #eh. Agak aneh sih posting info beginian, secara bukan pasyen eike. Hehe. Tapi gapapa. Demi mengurangi daftar panjang di traffic sources Ocean of Life (OL) apapun akan saya lakukan #loh. Buat para pencari info 'pria Turki', mudah-mudahan tulisan yang dirangkum dari sebuah video (situs asli dalam bahasa Turki) ini cukup mewakili ya. Berikut 10 ciri umum laki-laki di negeri Usmani: 1. Memiliki tinggi badan rata-rata 172 cm dengan berat 75,8 kg. 2. Ukuran sepatu 42. Disini memang agak jarang sih liat sepatu cowok yang ukurannya mini mini kiyut gitu #sok nginget-inget. 3. Tinggi badan terpendek (gimana nih ya maksudnya :v) umumnya berasal dari wilayah Trabzon, 168 cm. Jadi inget suaminya temen yang kebetulan orang Trabzon. Jadi ini toh alasannya orang sana tergolong 'pendek-pendek'. Syukuri aja sob.. yakin deh cinta doi ke kamu jauh lebih tinggi dari badannya...

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

E-ehm. Kali-kali nulis dengan judul yang agak kontroversial, gakpapa ya. Sengaja nge- post tentang ini karena ternyata menurut data traffic sources di blog saya, banyak yang mencari tulisan dengan keywords persis seperti judul di atas. Hihiw.. Kalau gak salah nebak, mesti yang nyari tulisan itu adalah cewek alias perempuan. Masih singel atau singel peren. Ada keinginan menikah dengan lelaki Turki karena 'kabarnya' mereka menyukai wanita Indonesia. Tebakannya bener apa betul? Sebelum bahas lebih lanjut, saya ingatkan Mba Mba untuk berhati-hati membaca tulisan ini. Saya tidak bertanggung jawab dengan perasaan mesem-mesem dalam bentuk apapun. Resiko tanggung sendiri ya ;P. Masih berani lanjut? Ok.  Jadi, gimana sih perempuan Indonesia di mata lelaki Turki? Apa iya mereka 'suka' sama kita? Kita; saya, kamu dan perempuan Indonesia pada umumnya? Secara umum saya bisa katakan YA, mereka suka dengan perempuan Indonesia. Gimana enggak? Dikenal murah senyum, baik hat...

Ramadhan di Turki (4): Happy Eid 1436 ^^,

Image
Eh, hari ini lebaran ya? Tidak terasa, 29  hari sudah kita berpuasa. Ramadhan tahun ini cepat sekali rasanya. Wussh .. kilat bak angin kinton. Awalnya saya kira menjalani shaum di Turki akan sangat sulit untuk dijalani. Apalagi mengingat ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas lengkap dengan teriknya yang luar biasa. Setiap hari setidaknya 17 jam kami harus menahan dahaga. Tidak mudah, tapi biidznillah, semuanya lancar sampai akhir, Alhamdulillah. Si kecil Iffah, Fatih dan Wafi yang masih SD saja sanggup berpuasa sebulan penuh, masa iya saya enggak? Ber-Hari Raya di Turki, seperti pernah saya ulas di tulisan Iyi Bayramlar , tidaklah sesemarak suasana lebaran di tanah air. Terlalu hambar disini. Beruntung kami masih punya cukup banyak kerabat Indonesia yang tinggal di Izmir, seperti keluarga Mas Agustin misalnya. Selepas tunai shalat Ied di mesjid-mesjid terdekat kami berkumpul di rumah beliau. Open House kecil-kecilan hari pertama Idul Fitri ceritanya. Menu lontong s...

Ramadhan di Turki (3): Kadir Gecesi (Malam Lailatul Qadr) Pasti Dapat!

Image
Semenjak Ramadhan memasuki sepuluh malam terakhir, saya sengaja membatasi diri untuk tidak banyak beraktivitas diluar asrama. Terutama di malam-malam ganjil. Ya, apalagi kalau bukan demi tamu agung bernama Lailatul Qadar. Teteh mau semedi , begitu slogan favorit yang kerap saya lontarkan sebagai penolakan halus atas ketidakhadiran xD. Malam ke-27 Ramadhan. Malam yang diriwayatkan dalam hadits paling banyak terjadi Lailatul Qadar, tapi tidak selalu (karena Rasul saw juga pernah mengalami LQ di malam-malam ganjil yang lain). Itulah kenapa kita ditekankan untuk mencari malam LQ di sepuluh hari terakhir, karena kita tidak tahu kapan ia akan datang.   Nah uniknya di Turki, malam Lailatul Qadar ternyata sudah ditentukan kawan-kawan. Kapankah itu? Yap, malam ke-27 Ramadhan. Hehe, menarik bukan? Biasanya, setelah iftar di yemekhane saya langsung membenamkan diri di mesjid asrama. Malas naik turun tangga hingga lantai lima. Belum lagi kalau sudah sampai kamar biasanya malah sibuk ...

Ramadhan di Turki (2): Tarawih

Kurasa ini adalah satu-satunya mesjid terbesar di daerah Bornova. Yang lokasinya paling dekat dengan rumah Mas Agus dan tentu saja dekat juga dengan asrama kami. Mesjid berlantai tiga dengan cat dominan biru ini dibangun dengan gaya Selcuk; atap mesjid berbentuk kotak dengan sedikit atau tanpa kubah. Demi merasakan sensasi tarawih di Turki, aku dan si kembar-ketemu-besar (Nae-Hida) memutuskan untuk menginap di rumah keluarga Mas Agus. Lebih aman kalau-kalau pulang tarawih terlalu malam. Lumayan, bisa sekaligus ikut sahur gratis ala Indonesia juga, hihi.   Kumandang adzan Isya sudah berlalu sejak sepuluh menit yang lalu. Sementara Iffah, putri sulung Mas Agus, masih berkutat dengan sandalnya. Bingung memilih antara sandal warna putih atau coklat yang sama-sama tampak kekecilan di kakinya. Hida menunggu di bagian bawah tangga sementara aku terpingkal geli berusaha menenangkan Mba Silvi yang mengomeli Iffah dengan sandalnya. Untunglah pilihan segera jatuh pada sandal coklat mil...

Ramadhan di Turki

Ahlan wa sahlan Ramadhan.. ^_^ Alhamdulillah, masih diberikan nikmat bertemu Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan semangat tidak berkurang meski tahun ini terpisah jauh di rantau, aamiin yra. Tapi mau nangis dulu deh. Hiks. Akhirnya harus ngalamin juga Ramadhan di negri orang .. Padahal dari dulu amat sangat berusaha menghindari ikutan shaum ramadhan di Turki. Bukan apa-apa, gak tahan jauh dari keluarga *lebay. Tahun kemarin saking gak maunya lebaran dan puasa disini, beli tiket pun dari jauh-jauh hari. Gak tanggung-tanggung, H-6 bulan tiket sudah di tangan. Segitunya Er.. Ramadhan di tanah air (re: Indonesia. Dan cuma Indonesia) memang gak ada duanya deh. Sahur oke, meski gak jarang harus keluar subuh buta semasa di kosan. Waktunya berbuka lebih oke lagi, apalagi kalau inget iftor gartisan di mesjid Alhurr IPB, hehe. Tapi ya sudahlah. "Gak apa-apa Bu.. itung-itung cari pengalaman" kalau komentar Alfa di status FB saya beberapa hari lalu. Mungkin ada benarnya jug...

Waspadai Kedipan Orang Turki

Image
Eh eh, tau nggak? Semenjak sekolah di Turki, banyak sekali hal se pele yang suka ataupun tidak, teramati oleh mata kasat saya. Yaah.. namanya juga sepele, kecil, maka keberadaannya pun bisa dianggap tidak terlalu penting. Tapi ibarat kata sayur asam kurang garam, hal kecil tetap saja diperlukan. Penyemarak hidup , k atanya. Sudah jadi rahasia umum kalau orang Indonesia itu karakternya ramah. Betul nggak? Penolong, baik hati, dan tentu saja murah senyum. Gratis malah, bukan murah lagi. Sepertinya otot senyum wajah anak Indonesia memang sudah ter setel otomatis untuk berkontraksi manakala bertemu dengan orang lain-- baik dike nal atau tidak . Dan itu pula yang saya alami disini. Tiap ketemu orang Turki, langsung senyum (sapaan tidak langsung maksudnya). Mau minta selimut ke penjaga asrama, kasih dulu senyum. Mau ambil jatah makan di kantin, senyumin dulu Abla (bibi penjaga) nya. Mau ambil wudlu di mesjid, senyumin juga marboth nya. Keluar asrama, senyum lagi ke guvenlik (satp...

Beginilah 'Ras' Turki

Rasanya tidak pernah sedikit pun terbersit dalam hati kalau aku bakal keterima beasiswa Turki. Jangankan berharap, membayangkannya pun aku tak pernah. Ya, waktu itu hanya coba-coba sejujurnya. Iseng-iseng membuka link beasiswa yang di share teman sekelasku via dinding facebook - nya. Sungguh aku hanya coba-coba, membukanya, dan mengisi form online - nya kemudian submit . Tak lebih dari itu. Beberapa kolom persyaratan –yang bagi sebagian orang termasuk penting untuk diisi—bahkan kubiarkan kosong. Saat itu aku hanya berharap akan lolos seleksi beasiswa KGSP Korea yang sangat kuinginkan. Sambil menunggu pengumuman beasiswa KGSP tak ada salahnya mencoba daftar beasiswa lain, pikirku kala itu. Satu bulan berlalu sudah setelah itu. Aku tidak lolos beasiswa KGSP. Betapapun ingin, rupanya Allah belum mengizinkanku menuntut ilmu ke negeri ginseng. Tak banyak bersedih segera kusiapkan berkas untuk melamar beasiswa ADS Australia. Aku yakin bisa menembus beasiswa ini. Entahlah darimana k...