Posts

Kapan Nikah, Er?

Image
"Kenapa belum nikah?"

"Kapan nikah?"

"Ditunggu ya undangannya?"

z
.
z
.
zzz..


Cung yang sering dapat pertanyaan batman super menyebalkan seperti itu?

Biasanya sih, beberapa kawan perempuan seusia saya kerap kali tjurhat pajang kali lebar dan tinggi kalau udah nyinggung masalah beginian. Hihi. Maklum, sensitif. Adek-adek yang masih imut dan ngaku polos tapi senyam-senyum sendiri baca tulisan ini, nanti kalian akan paham kok perasaan yang saya maksudkan.

Kamu sebel ya, Er, kalau ditanya begituan?

Generally asking, mahasiswa tingkat akhir mana sih yang happy ditodong pertanyaan 'Kapan sidang?Kapan wisuda?' saat kebanyakan kawan seangkatannya udah banyak yang lulus dan bekerja?

Belum lulus bukan berarti you do nothing, kan? Unless you really mean to act such way. Tapi saya yakin sih enggak. Minimal karena perasaan malu, kamu bakal diam-diam berusaha lebih keras, bukan? Nge-lab lebih serius. Baca referensi lebih banyak. Begadang lebih sering. Dan bers…

Belajar Memahami Kamu

Image
Hmm.. jadi ceritanya dalam dua bulan terakhir ini habis baca dua buku yang qadarullah dua-duanya berhubungan dengan ilmu psikologi. Yummy!

Buku apa sajakah itu? Satunya novel *tetep* Bulan Nararya karya Sinta Yudisia (btw buku ini keren banget, baca juga ya kalau sempet) dan satu lagi STIFIn Personality-nya Farid Poniman (ini juga nggak kalah kece).
Sebenernya dari dulu saya suka sih baca-baca buku dengan genre semacam ini. Cuma.. makin kesini, seiring bertambahnya usia, rasa suka itu kayanya makin bertambah-tambah; belajar tentang kamu ternyata begitu menyenangkan 😂.

Kenapa ya? Apa karena mempelajari psikologi berarti mengenali fitrah diri sebagai manusia, makanya jadi terasa mengasyikkan? Atau karena tebakan psikologi cenderung benar? *eh

Yang jelas, apapun alasannya, membaca buku memang selalu sukses membuat teko otak kita penuh ilmu. Kalau pun susah penuh, ya paling nggak keisi dikit-dikit lah. Jadi kalau tekonya bocor atau luap yang keluar ilmu, bukan emosi.

Isi bukunya say…

REFLEKSI AKHIR TAHUN #2017: Lakukan yang penting, ambil yang esensi

Image
Di tengah gempuran dentum petasan dan kembang api--yang ajaibnya momen ini tak pernah saya alami selama tinggal di Turki--dengan sepenuh hati saya tuliskan #refleksiakhirtahun ini.

Kalau boleh mengintip catatan diary, sebenarnya banyaaak sekali yang ingin saya tuliskan. Menumpahkan penat, unek-unek dan celotehan yang mungkin kalau nggak dikeluarkan bakal bikin muka jerawatan nggak karuan. Atau paling tidak, cukup membuat saya stres berat dan menyesal nggak banyak nulis blog dalam beberapa bulan terakhir. Jadi,  sebagai jalan tengah dan excuse diri, better saya tuliskan 'tamparan2' pelajaran hidup yang saya alami satu tahun ke belakang. Mudah2an, bisa berguna. Jadi bahan renungan dan pelajaran untuk kawan-kawan semua, terkhusus saya pribadi tentunya :).


1. It will never be the last.
    Adalah kalimat pertama yang terlintas terakhir kali saya menatap sampul paspor di bandara Istanbul. 'I promise myself, this would not be my last flight.' Janji itu, yang merasuk ke dala…

Harika #26 (2017)

Image
Saya tidak merayakan ulang tahun memang. Tapi saya termasuk salah satu orang yang cukup konsen mengevaluasi dan mengabadikan (ini porsinya lebih banyak xD) peristiwa berkesan yang telah saya lalui. Tidak harus kejadian menyenangkan berhubung ini bukan sejenis a-happy-ending-drama, tapi momen menyedihkan yang mostly-cost-millions-worth juga saya kenang. Bukan tentang sakit hati atau kecewanya, tapi lebih kepada betapa berharganya pelajaran yang harus saya dapat. Dan.. di bulan yang mau tidak mau terasa selalu sedikit spesial (setelah Ramadhan dan syawal) bagi saya ini, saya terinspirasi untuk membuat kaleidoskop peristiwa penting selama setahun ke belakang! Jeng.. jeng.. And I'd love to call it, the most impactful images of the year! Yeay. Here we go ~

Sejujurnya, rentang 2016-2017 adalah tahun tersedih bagi saya berhubung terlalu banyak adegan perpisahan yang suka nggak suka selalu bikin baper. Termasuk momen perspisahan saya dari negara yang sudah dianggap seperti second-home-co…

Tengkyu, Abang

Percakapan dalam angkot.

'TASIUN TASIUN.. A, A, tasiun hayuk A!"

Sepuluh menit menuju jam sembilan malam. Saya duduk gelisah. Angkot yang sejak tadi ditumpangi tak kunjung berjalan. Alih-alih maju, eeh.. malah mundur lagi. Gas rem gas rem, ujung-ujungnya ngetem.

'Bang masih lama ya?' pertanyaan yang paling disebelin sopir angkot.

'Ya, gapapa Neng, turun aja.'

Dengan senang hati saya keluar dari angkot ijo muda. Ya ngapain juga nunggu lama-lama untuk sesuatu yang nggak jelas kan? Mending turun. Toh banyak juga angkot yang dari tadi lalu lalang tanpa ngetem.  

Dua puluh meter saya berjalan dan menunggu angkot lain lewat. Lima detik, sepuluh, tiga puluh, satu menit, tiga menit. Ini angkot pada kemana ya?

Angkot yang beberapa saat lalu saya campakkan tampak mulai penuh. Hanya hitungan detik angkot itu melesat maju menuju tempat saya berdiri.

Waduh, gimana nih? Naik nggak ya? Tengsin :{. Tapi kalau nggak naik, nanti lama lagi datengnya. Serba salah.

Sebetulnya …

Jeritan takdir

Genap lima puluh tiga tahun di bawah langit kontrakan. Tuhan.. Kemiskinan ini, akankah jadi penggugur dosa menuju surga?

_FM

Yuk Jalan-jalan ke Isparta; Turki Rasa Jogja, Rek !

Image
Merhabalar OOL'ers ~
Apa kabar? Semoga sehat semua ya :).
Yuk deh nulis lagi. Berhubung udah lama sekali nggak berbagi tulisan tentang jalan-jalan, kali ini saya akan share tentang pengalaman liburan ke Antalya dan Isparta beberapa waktu lalu. Yeey ^^9 ! Here we go..
Jadi ceritanya, di sela-sela deadline tesis dan aneka proyek yang mencekik kemarin, alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk piknik. Lumayan buat meregangkan otot dan otak yang mulai ngebul, hihi. Sebetulnya nggak literally niat jalan-jalan banget sih. Berhubung ada satu event (cie gaya) yang mengharuskan saya pergi ke Isparta--padahal nggak pernah masuk list-to-visit-- maka jadilah jiwa melancongnya kambuh lagi. Padahal awalnya pesimis banget buat hal-hal beginian (re: jalan-jalan di Turki), secara kuliah saya udah di penghujung senja alias udah mau berakhir masanya, belum lagi sibuk tesis dan ini itu. Eh ternyata Allah punya rencana lain melalui acara 'paksa' ini, hehe. Salah satu bentuk pemaksaan yang pa…