Posts

Mohon Bersabar Ini Ujian

.
.
.
.

Belum ada postingan baru lagi nih. Hiks. Banyak banget sebenernya yang pengen ditulis. Tapi.. tapi tapi tapi.. masih sibuk nge-draft tesis! Heu. ๐Ÿ˜ต๐Ÿ˜‚

Mohon jangan bosan doakan saya ya wahai sholih/ah. Biar cepet kembali ke rumah yang hampir... berlaba-laba ini *lirik kiri kanan, tiup2in debu*

Inshaallah kalau minggu depan draftnya selesai, saya balas dendam deh posting tulisan seminggu penuh, hehe.

Sekian.

Pamit semedi lagi.

Daaahh..!


--

p.s: yang masih suka nanya2 tentang adat nikahan Turki, pria/ wanita Turki, cara pedekate sama orang Turki; semuanya sudah saya rangkum dalam buku #SERBASERBITURKI alias #SST ya dear. Silakan dicari di toko buku terdekat. *ujung2nya promosi ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ˜‚


Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

"Al !" (ambil !) Gadis bermata bulat besar yang tadi duduk di seberang ruangan menyodorkan mangkuk berisi potongan apel. Saya menggeleng pelan, melambaikan tangan ringan.

"Tidak usah, terima kasih."

"Al.. !" (ambillah.. !) katanya lagi, mengayunkan mangkuk lebih dekat.
"Lutfen.." (please..)

Ih ini orang, nggak kenal aja maksa-maksa. Gimana kalau kenal?

.

Hari berikutnya dia akan datang menawarkan jeruk atau pir. Kali selanjutnya, biskuit, chips, coklat, manisan, kacang-kacangan khas Turki, apapun! Saya sampai heran dibuatnya.

"Gunah ama ya.." (dosa loh [kalau nggak diambil]) desaknya suatu sore ketika saya menolak biskuit karena lagi kenyang banget habis makan.

"Bir tane alฤฑn sonra yiyin." (ambil satu aja, makannya nanti gapapa). Duh Gusti..
Apa daya? Daripada dia merengek terus dan nanti saya dosa beneran mending ikutin maunya aja deh. Ambil dulu, makannya nanti entah kapan.

Hampir empat tahun di Turki dan ternyata sa…

Rasanya itu $%*&^%%#!

Image
Antalya, 20.03.17

"Excuse me !" sapa sebuah suara. Saya yakin banget kalau lelaki gundul berkaca mata hitam itu menunjuk saya. Bersetel kaos oblong hitam dengan celana selulut berwarna senada, perut menonjol keluar, gaya perlente. Setipe-tipe turis yang sering berlalu lalang di zona wisata Turki. Di sebelahnya, seorang perempuan agak muda dengan dress gelap pendek bergelayut manja. Sesekali tertawa menampakkan gigi putihnya yang, harus saya akui sangat rapi. Tetapi bukan di situ letak masalahnya.

Saya masih termangu di tempat ketika si lelaki maju beberapa langkah dan menyerahkan hapenya.

"Take photo? Okey?" mengisyaratkan tiga jari di udara.

"Ah, oh, emh.." gelagap saya bingung sembari menerima iPhone yang layarnya tampak masih mengkilap. Dikira turis Eropa, orang lokal toh. Kirain tadi mau tanya arah lokasi wisata apa gitu, ternyata minta foto. Nasib melancong dan terpisah dari rombongan ya begini nih; disasar jadi tukang foto dadakan. Saya pikir ya …

Pernikahan ala Turki

Image
"Kebanyakan anak perempuan di Turki dimanjakan oleh orangtua mereka. Mungkin karena alasan inilah kebanyakan gadis Turki usia sekolah yang saya temui terlihat kurang mandiri dan kurang dewasa dibandingkan perempuan Indonesia pada usia yang sama. Segala sesuatunya masih sangat tergantung orangtua mereka meskipun secara fisik terlihat lebih besar. Akan tetapi wanita Turki yang sudah dewasa dan siap menikah biasanya lebih mandiri dan rajin, sigap serta lebih peka soal urusan rumah. Maklum, biasanya ini merupakan pertimbangan penting bagi calon mertua di Turki yang hendak mencarikan calon isteri untuk anak laki-lakinya.."

 "75% perempuan Turki akan bersedia menikah dengan lelaki Indonesia jika fisik dan karakter yang diinginkannya memang ada di dalam lelaki Indonesia.."

Tuh, secuil cuplikan khusus buat kamu, lelaki yang berminat menikahi perempuan Turki bermata jeli. Jadi, kapan mau datang melamar :D?
*
"Apabila pernikahan dilakukan beda bangsa, lain lagi persyarat…

Hitam Putih Beasiswa Turki: I called it 'MEDICINE'

Image
"Jadi, Er, dengan segala sisi gelapnya, kamu nyesel nggak kuliah di Turki?"

E N G G A K ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‡ . . .

Coba deh beasiswa mana yang nggak ada cerita hitamnya? I bet you'll have to deal with it too, the darkness! Iya kan? Apapun! Coba kamu yang merasa dapat beasiswa paling keren di dunia, berani nggak nulis hitam putih kaya gini? *becanda, wkwkwk.
Pepatah bilang, manisnya madu nggak akan kerasa tanpa pahitnya racun. Tidak akan berguna vaksin tanpa virus. Begitu pun dengan segala perkara hidup kita di dunia ini, termasuk urusan perbeasiswaan. Hitam putih, gelap terang, baik buruk adalah suatu keniscayaan. Pertanyaan intinya adalah, what are the best ways to overcome those problems?

Mungkin ada diantara sebagian penerima beasiswa TB ada yang nyesel setengah mati udah kuliah di sini. Tapi,

Hitam Putih Beasiswa Turki: H.I.T.A.M.

Image
WARNINNGG!!

Ulasan berikut mengandung curhat pahit tingkat tinggi. No tipu tipu. Diekstrak dari berbagai pengalaman mahasiswa penerima beasiswa TB dari berbagai kota di Turki.

Membaca tulisan ini akan membuat semangat anda (terutama yang terlanjur daftar) menjadi kendur, mendadak hilang nafsu makan, gelisah serta galau berkepanjangan dan mimpi buruk selama beberapa malam ke depan.

SANGAT TIDAK disarankan untuk dibaca oleh calon mahasiswa bermental tempe!

Masih mau baca? Segala bentuk keracunan di luar tanggung jawab penulis.

= = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = =



Selamat tengah malam waktu Turki, pejuang beasiswa! *niat banget taktiktuk ngetik malem-malem begini. Lumayan lah biar nambah sensasi serem angker tulisannya, hihi.

Gimana yang yang post-graduate, udah pada daftar beasiswa Turki kan, kemarin? Semoga nggak nyesel ya setelah baca postingan ini ๐Ÿ˜›. Buat adek-adek S1, plis jangan lupa netralkan informasi subbab hita…

Hitam Putih Beasiswa Turki: PUTIH

Image
Halo, pejuang beasiswa!

Menyambung postingan sebelumnya, kali ini saya akan membagikan sedikit (banyak sih, wkwk) kisah putih, keunggulan, kabar baik (apapun lah istilahnya) seputar Beasiswa YTB. Yeayy..! Jadi, ada beberapa alasan kenapa YTB Scholarship/ Tรผrkiye Burslarฤฑ (selanjutnya disingkat TB) ini bisa dan wajib banget masuk ke dalam daftar negara tujuan beasiswa kamu. Here we go!

1. TB adalah satu-satunya beasiswa lintas negara yang semua urusan perbeasiswaannya diambil alih langsung oleh lembaga. Mulai tiket berangkat dari tanah air, pendaftaran ke universitas tujuan, pembayaran SPP, pendaftaran kelas pengantar bahasa, penyediaan tempat tinggal berupa asrama (dengan jatah dua kali makan gratis per hari), asuransi kesehatan sampai tiket kembali pulang ke Indonesia! Semuanya. Uang jajan bulanan? Pasti dapat dong. Pokoknya semua beres. Kita tinggal duduk manis dan belajar dengan benar.