Voice of Indonesia Awards: Sekilas Tentang Kompetisi Cerpen Bilik Sastra
Sampurasun sadayana.. Apa kabar OOL'ers? Sehat bugar semua ya, inshaAllah :).
Minggu-minggu ini saya lagi senang bin bahagiaaa banget. Kenapa? Karena beberapa waktu lalu telah berkesempatan terbang ke Indonesia! π Yeayy~ Akhirnya pulang juga setelah dua tahun bercokol di Turki. Batal deh jadi kembaran Bang Toyib, hehe.
Adalah Voice of Indonesia (VOI) di bawah komando siaran luar negeri Radio Republik Indonesia (RRI) yang berjasa memberikan tiket pesawat PP
Pembacaan cerpen, live streaming via RRI Radio (06/11) |
To be honest, awalnya saya tidak tahu-menahu bahwa cerpen yang iseng dikirim ke email voirri@gmail.com ini diikutsertakan dalam ajang lomba--yang saya sadari kemudian ternyata event-nya amat sangat bergengsi (*lebay). Dan lebih epik lagi, usut punya usut semua karya yang masuk ke Bilik Sastra dijuri-i langsung oleh orang-orang hebat dunia kepenulisan seperti Pipiet Senja (penulis), Irwan Kelana (redaktur senior Republika) dan Dadang Sunendar (Direktur Pengembangan Bahasa). Waaa... ingin garuk tembok tetangga rasanya kalau ingat tulisan pendek yang saya kirim begitu semrawut tak karuan. Coba ngeh dari awal, mungkin akan saya tulis lebih baik lagi. Hikss.
Beserta dewan juri dan undangan
(Kiri ke kanan: Pak Asep, Pak Kabul dan Bu Kabul, Mb Nouva, Juara 1, Pak Edi, Pak Dadang, Pipiet Senja, Ahmad Fuadi, Irwan Kelana, Juara 3, Juara 2, Bu Rita)
|
Kalau jawaban pribadi saya, yang paling spesial ya.. hadiahnya. Tiket pulang gitu loh! Secara Turki-Indo jaraknya di peta aja jauhan! xD. Apalah kado terbaik bagi mahasiswa kantong tipis yang susah-pulang-meski-nabung-lama selain tiket? π.
Yang pelajar aja segini senangnya, gimana yang berstatus buruh migran? Selain excuse dari majikan (karena invitation letter dari VOI) juga bisa bertemu dengan keluarga ππππ. What a blessed!
Omong-omong tentang hadiah, tentu saja tidak hanya terbatas pada tiket pesawat. Setiba di Jakarta, pemenang akan mengikuti acara puncak atau penganugerahan untuk menerima langsung penghargaan berupa plakat, medali, piagam serta bingkisan menarik khas RRI dan tim sponsornya. Selain penginapan gratis (kemarin ini kami ditempatkan di Hotel Santika), akomodasi selama empat hari dan uang saku, peserta juga dibawa tur keliling Jakarta. Tidak semua tempat dikunjungi memang, tapi sangat berkesan. Apalagi ditemani oleh tim panitia Siaran Luar Negeri (SLN) yang oke punya, makin deh betah lama-lama. Hihi.
Congrats, Erna!
|
Pindah ke termin selanjutnya--ini bagian favorit saya--kami diajak berkeliling kantor Republika ! Aaaaa.. Senangnya bukan kepalang >_< !
Bersama Pimred Republika, Pak Irfan (tengah) |
Padahal dulu, jangankan masuk ke gedung, lewat depan jalan kantornya aja udah merinding. Bukan karena makhluk lelembutan, tapi karena jiper ππ. Jangankan ngisi rubrik, ngirim cerpen pun selalu batal. Sieun, takut ditolak. Huhu. Thanks God, sekarang ini menjadi cerita lama. Kalau pulang nanti dan kebetulan main ke Republika, setidaknya saya tahu siapa orang yang bisa dihubungi (re: silaturrahim). Mau kirim karya? Udah tahu juga harus email siapa. Seru lah. Makin semangat nulis deh yak ππ.
Overall.. I'm happy~
Terima kasih banyak, Allah razi olsun, VOI. You are cool and I love you full ππππ
# # #
Berminat dapat tiket pesawat lewat cerpen seperti saya?
Kalau kamu orang Indonesia yang sedang berdomisili di luar negeri, punya cerita menarik inspiratif untuk dibagi, yuk langsung saja kirim ke alamat email Bilik Sastra! Siapa tahu kamulah yang beruntung tahun depan π.
Syarat cerpennya apa, Kakak?
Tidak ada format khusus, yang jelas cerita harus original, belum pernah dipublikasikan di media manapun, serta mengandung nilai moral. Panjang cerita sekitar maksimal lima halaman (pada font 12) ya, Kak.
Sebagai tambahan informasi, setiap cerpen yang masuk Bilik Sastra akan diulas (dibacakan, dibedah, dikritisi) secara langsung melalui siaran radio luar negeri RRI. Seru kan? So, tunggu apalagi? Mari menulis ^^9!
Comments