He's not a baby anymore and it's hurt!


Masih ingat sama Mr. Sok Cool? Iya, dia yang kalau sayang tapi pura-pura nggak peduli. Anak pengasuh segala jenis binatang dari lele sampai ayam jago. Bapaknya kucing kampung di rumah, sang empunya Berekeng.

Dia yang kalau minta tolong sesuatu selalu diakhiri 'ennaww!' (eng: now) dengan logat sundanya yang khas.

Satu-satunya yang berani bilang tetehnya mirip domba 🙈 (gara-gara lagu aq*a nih 😑).

Dia yang selalu nanya 'Teh pilih lurus atau keriting?' di akhir curhatan. Dan dengan innocent-nya akan bilang 'kasian deh lu~' lengkap dengan gerakan tangan lurus atau keriting yang saya pilih.

Adik yang nggak tahan digelitikin dan paling pasrah kalau dijailin 😅.

Dia yang dengan manis akan menjaga barang-barang saya dari "serangan" si adek perempuan. 'Eh jangan, nggak boleh, ini punya Teh Ena!'

Dia yang nggak pernah bener kalau diajak foto.

Dia yang selalu berpura-pura jajan banyak padahal yang dibeli makanan kesukaan saya semua. 'Nggak enak ah, nih makan aja. Habisin.'

Dia yang selalu memilih telor ceplok daripada makan sembelihan ayam yang dipeliharanya sendiri. "Nggak tega makannya," katanya sambil pegang piring nasi putih di pojok ruangan.

Dia yang ketika pertama kali masuk SD, dengan polos berteriak bangga di seberang telepon 'Teeeh.. abi peunteun enol (aku dapat nilai nol)',

Dia yang paling jago ngeles saat disuruh baca 'Kalau bisa nanya ke Teteh kenapa harus baca?' 😒

Dia yang hampir menelan bulat-bulat ikan sepat hidup di baskom saat saya tinggal ke dapur tiga belas tahun silam. Si bungsu yang sewaktu kecil dulu tidak sempat saya asuh dengan baik dan tuntas. Dia yang bahkan ketika beranjak remaja tak sempat saya dampingi sepenuhnya. 'Teteh sekolah terus. Dulu Bogor, sekarang Turki.'

Si pemalu yang sempat mengimami saya shalat maghrib sebelum kembali ke sini. Melantunkan Fatihah dengan dengan suara bass barunya. Lima belas tahun. Rasanya baru kemarin lahir sebagai bayi merah. Baru kemarin ditimang-timang. Begitu cepat waktu berlalu. Dia bahkan sudah jauh lebih tinggi. Udah nggak perlu jinjit-jinjit lagi buat nyamain tinggi badan.

Yes, he's not a baby anymore. And it hurts me even more 😭😭😭. My baby.. How I wish he never grow up 😥😟 *plak!!




Barakallah fii umriik, Pik. Sing soleh, cageur, bageur, pinter tur bener. Ngabagja ngabakti ka ibu rama. Lulus UN dengan jujur dan ilmu yang berkah (aamiin yra 😊). İyiki varsın canım benim, iyiki doğdun. Semoga Allah jaga Opik dalam taat. Allah emanet, karena sungguh Dia-lah sebaik-baik ahli waris.


From Turkey with
prayers, loves, hugs n kisses 😂😂
09.01.2017


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki