Tangkai Merindu

Ada yang berbeda dengan KIPA--salah satu market di area kampus--hari ini.

"Kadınlar günümüz kutlu olsun..!" [Selamat hari perempuan] seru penjaga kasir ketika saya menyerahkan selembar uang dua puluh tele-an. Diraihnya setangkai bunga berwarna merah dari sebundel plastik putih di meja.

"Eh? Tesekkur ederim. Size de kadınlar gününüz kutlu olsun.." [Terima kasih. Selamat merayakan juga untuk anda] sahut saya, heran sekaligus takjub dengan servis yang mendadak tidak biasa.    

Tak jauh dari tempat saya berdiri, seorang nenek tampak sibuk dengan kantong plastik yang menyembulkan mahkota bunga. Begitu pun dengan tiga gadis yang tadi berpapasan di pintu gerbang masuk. Ada apa dengan Kipa hari ini? Semua pelanggan wanita dapat bunga, loh.. Sebegitu spesial kah hari perempuan di Turki?  


Ssstt.. Ini bentuk tanda cinta, Er. Bisik sebuah suara di bawah sana. Kuulas sebaris senyum, menatap sekali lagi merah merona itu sebelum menyelipkannya ke dalam plastik. 

Andai cinta bisa diungkapkan dengan bunga, berapa banyak harus kupetik untukmu, Ibu? 
Ataukah cukup sebatang saja, asalkan kuserahkan secepatnya?
Ya, mungkin begitu.
Barangkali cukup setangkai saja,
setangkai-bunga-wisuda.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki