Salam dari Balon


"Assalamu'alaikum.."
"Betul ini dengan Mba Erna?"
Kali ke sekian pesan masuk dari nomor tidak dikenal. Plus ninety. Kode negara Turki, kan? Tapi siapa?

"Wa'alaykumussalam. Iya, ada yang bisa dibantu?"
+90xxxxxxxxxx is typing..
...

Lalu, entah bagaimana ceritanya malam itu aku begitu sibuk mengacak-acak seisi lemari. Mengeluarkan habis barang dari koper mungil berwarna coklat. Menatap silih berganti tas punggung di atas kasur, hitam atau  kuning?

"Teteh mau kemana sih, kok nggak ajak-ajak kita?"

"Iya. Giliran kita mau ujian aja, malah pergi. Teteh mah gitu orangnya.."

Hanya empat hari. Semoga saja tiga setel baju akan cukup untuk bekal perjalanan. Dan karena ini belum masuk musim dingin, seharusnya cuaca di sana akan baik-baik saja. Kutumpuk jaket di atas koper yang telah terkunci. Meletakkan tas kuning loreng tepat di sampingnya, di kursi.  

Wajah-wajah itu masih tertekuk masam. Jika bukan karena ujian tengah semester yang sebentar lagi datang, mungkin karena lapar tengah malam. Atau karena pertanyaan yang tak kunjung mendapat jawaban.

"Belajar yang rajin ya anak-anak. Semoga ujiannya sukses dan lancar."
"Tenang, nanti Teteh kirim salam dari balon-balon di angkasa ;-)."

Iyi geceler. Tatlı ruyalar..
Good night. Have a nice dream..


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki