Last Episode: Belgium, I'm Coming


Tidak perlu pusing memikirkan hasilnya. Berusaha saja. Berjuang saja. Beramal saja. Sesungguhnya Allah, Ia hanya ingin melihat kesungguhanmu_
--


Seperti biasanya, selepas dhuha dua rakaat aku memendamkan diri di mushala asrama bersama laptop tua sejatiku. Dengan enggan kubuka satu dua jurnal biokimia dari folder. Mencoba menelaah isinya baris demi baris, berharap bisa menuangkan sesuatu pada power point yang harus rampung esok hari. Namun apa daya. Pikiran ini rasanya kosong saja, tidak ada motivasi. Apalagi tenaga. Hampir dua jam aku hanya melongo menatap layar. Sesekali menggeser-geser halaman jurnal, bawah atas daftar pustaka metode atas lagi. Kubuka jendela facebook sebagai pengalih perhatian semata. Mencari alasan untuk beristirahat dari 'kerja' yang tidak pernah benar-benar kukerjakan.

Kualihkan pandanganku pada handphone yang juga teronggok sendu di colokan. Lowbat tadi. Maklum baterainya sudah sedikit bocor mungkin jadi minta dicas melulu. Dua jam rasanya sudah cukup mengisi baterai. Coba ambil Er, siapa tahu ada kabar dari WA. Atau ada 'email'. Entah sejak kapan aku mendapati diriku trauma pada makhluk bernama email.

Sesaat aku terpaku menatap layar HP. Tiba-tiba sesak rasanya dada ini. Tiga buah email muncul di notifikasi. Ah paling dari jobstreet. Atau FutureLearn. Satunya lagi mungkin iklan promo Qatar, batinku. Meski berusaha menafikan tapi sisi lain hatiku begitu yakin bahwa satu diantara email itu datang dari mereka.

Bismillah. Kubuka perlahan notifikasi email. Dan benar saja. FutureLearn, International Office Ghent University dan..

Dr. Mike!

Ya Allah, lemas sekali lutut ini. 

Astagfirullah.. astagfirullah.. astagfirullah..
Hanya istighfar yang mampu kuucapkan berkali-kali. Hari Jum'at lalu kulayangkan email penolakan proyek tesis kepadanya, atau kepada Professor Frank lebih tepatnya. Menolak partisipasi, yang berarti mengubur dalam-dalam keinginan thesis exchange ke Belgia. Berusaha mengikhlaskan seikhlas-ikhlasnya, sebisa-bisanya.

Jawaban apa gerangan yang diberikan Dr. Mike padaku? Mungkinkah mereka marah atau merasa diperlakukan tidak sopan? Atau justru mungkin ada proyek lain yang bisa kukerjakan  disana? Ah sudahlah. Tak usah berkhayal terlalu jauh!. Ya Rabb, hamba ikhlas. Hamba sudah ikhlas inshaaAllah maka tolonglah hamba untuk senantiasa melapangkan hati ini Rabb..

Ku scroll email yang mungkin ini adalah kali terakhir aku akan membacanya. Isinya 

"Dear Erna,


Lotta and I discussed your application with professor FD. 
I'm pleased to inform you that your application has been approved. This means that you can do your entire thesis at our department in Ghent. Regarding the confidentiality, there should not be a problem to publish your thesis. This year, for example, we also had an Erasmus student that did her thesis on a very similar topic related to the confidential project.


Kind regards,

Mike"

Eh? Ini maksudnya apa??

Kubaca sekali lagi cepat. Lalu sekali lagi perlahan. Memastikan mataku tidak salah membaca email yang dikirim Dr. Mike. Menyusuri kata demi kata. Lagi lagi dan lagi. Dan tanpa sadar mataku meleleh karenanya.

Ini.. ini maksudnya aku bisa menulis tesis di Belgia meski proyeknya confidential? Jadi maksudnya aku benar-benar bisa pergi kesana untuk tesis di lab FSA dan publikasi hasilnya di Turki? Gitu bukan? Iya kan? Maksudnya benar begitu kan?

MashaAllah..  tidak ada hal yang ingin kulakukan selain tersungkur dalam sujud. Akhirnya perjuangan ini. Subhanallah, alhamdulillah, Allahu Akbar. Laa hawla wala kuwwata illa billah..

Ya Allah.. Benar nyatalah firmanMu 'Jika Allah menolongmu maka tidak ada yang bisa mengalahkanmu..'

Alhamdulillah.. alhamdulillah.. alhamdulillah..
Belgia.. I'm coming :')
InshaaAllah

    
With gratitude,
Bornova
   
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki