Tentang Waktu (1)



Pukul 22.04 waktu Turki.
Baiklah, sepertinya sedikit terlambat untuk menuntaskan shalat (isya) sebagai penutup hari ini. Sudah seminggu rasanya sejak 29 Maret lalu sistem DST (daylight saving time) berlaku disini. Adzan isya yang biasa berkumandang pukul tujuh kini merelakan diri mundur menuju angka sembilan. Begitu pun dengan jadwal shalat yang lain yang akan berubah sesuai sistem.Tak jarang, aku dan beberapa kawan agak linglung dibuatnya.

'Erna, jangan lupa besok DST. Jangan sampe kepagian ke bandaranya ya, jam nya mundur.' Bunyi pesan singkat dari Teh Iis suatu sore. Untung diingatkan, kalau tidak, mungkin aku akan menjadi satu-satunya orang yang akan shalat subuh di pagi buta karena tidak menyadari perubahan waktu.

atau seperti siang tadi

'Amoussa, kamu mau shalat apa?' sergahku saat melihatnya mulai menggelar sajadah.
'Belum adzan loh..' tambahku, mengernyitkan alis kiri memberi isyarat ke arah jam yang bertengger di dinding mushala.

Sesaat Amoussa tampak bingung. Bola matanya memutar.
'Aaah.. evet! Unuttum ben!' serunya sembari menepuk dahinya keras.
[Aaah.. iya! Lupa saya!'] 
 
'Selalu aja begini. Saya shalat, shalat, shalat.. habis beres ditanya sama orang "Amoussa kamu shalat apa? Belum adzan kok." Allah.. Allah.. dikira masih jam setengah satu dzuhurnya.'

Aku hanya terkekeh pelan mendengar celotehnya.

'Kalau gitu saya ke kamar lagi deh, ngerjain presentasi. Nanti kembali lagi untuk shalat.'

Amoussa.. Amoussa.. ada-ada aja :P



Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'