The Great 3/4 of Turkey (#1 Trabzon: the city of hamsi)


Ah, sudahlah tak usah terlalu banyak berpikir. Tak usah terlalu lama disimpan. Toh suatu saat nanti ingatan itu pasti akan menguap juga, sekalipun ia kenangan indah. Tulis saja lah. Kelak jika kau ingin kembali mengenangnya, maka semua coretan ini akan sangat berharga bagimu_
***

"The only thing that spend money but make you even richer, travel."
Begitu kata seorang traveler di catatan blognya. 

Kalian yang pernah bepergian ke suatu tempat baru juga tentu merasakan hal yang sama, kan? Uang habis tetapi makin kaya? Hihi.. Teori macam apa ini? Definisi 'kaya' yang saya sendiri pun tak tahu harus bagaimana mendiskripsikannya. Tapi yang jelas, dengan bepergian saya merasa semakin kaya :)).
***

Libur musim dingin memang tak pernah se-lama libur musim panas tapi bukan berarti kalian tak bisa pergi kemana pun, kan? Waktu, niat (mungkin lebih cocok dibilang nekat) dan sedikit uang adalah 3 syarat sah untuk melakukan perjalanan #hallah. Jadi, kalau kalian sudah memiliki 3 hal di atas, jangan pernah ragu untuk pergi. Travel the world and feel the sensation ;)

Alhamdulillah... libur musim dingin kemarin diizinkan Allah untuk menapaki setidaknya 3/4 bagian bumi Turki. Dari Turki paling utara menuju Turki di sisi paling selatan dan kembali berakhir di belahan Turki paling barat. Trabzon - Sanliurfa - Gaziantep - Konya - Denizli - Izmir. Misi 10 hari perjalanan (30 Januari-08 Februari) via darat. What an amazing moment!

Buat yang penasaran dan ingin sedikit lebih dekat beberapa kota di atas, saya coba sedikit tuliskan pengalaman kemarin ya. Selamat membaca :)

#1 Trabzon, the city of hamsi  

Betapa senang bukan kepalang saat mendapat kabar bahwa MUSTA (musyawarah tahunan) PPI Turki akan dilaksanakan di Trabzon. Ya, kota paling utara di Turki, Trabzon. Kota yang paling terkenal dengan kesegaran ikan hamsi dan karadeniz lahana*-nya. Kota yang sekaligus menyandang gelar 'the forest of Turkey' karena kehijauan alamnya yang tiada tara. Salah satu kota yang dirujuk profesor-profesor saya untuk dikunjungi karena ada arastirma merkezi (pusat penelitian) dan Surmene-nya (tempat yang cukup bergengsi untuk anak perikanan seperti saya). Kota yang bentangan geografinya berdampingan langsung dengan Laut Hitam (Turki: Karadeniz)/ Black Sea yang selama ini hanya saya dengar atau baca dari buku geografi atau slide kuliah Oseanografi Kelautan di IPB. Kota yang bahkan setelah landing pun masih membuat saya bertanya konyol "jadi Laut Hitam itu airnya item gak?" =P

Yeay.. Trabzon'a hos geldiniz arkadaslar ;)! (Welcome to Trabzon guys)!

Bersilaturahim dengan kawan lama (re: Neira) dan keluarga Turki barunya juga menjadi salah satu alasan ketertarikan saya berkunjung ke kota hamsi ini. Sepertinya saya harus banyak-banyak berterima kasih nih sama PPI Turki yang secara tidak langsung memaksa saya melancong ke kota yang bahkan tidak pernah benar-benar saya masukkan dalam list-to-visit saking jauhnya dari Izmir. Dua puluh satu jam perjalanan darat atau minimal 300 tl (1,5 jt) untuk perjalanan dengan pesawat. Pilihan yang sama-sama gak mengenakan untuk student backpacker T_T. Mahal kan? banget!. Eits, tapi jangan kuatir. Kalau kalian berminat jalan-jalan ke Trabzon, pesen tiket aja dari jauh-jauh hari dijamin gak mahal. Seperti saya, saking semangatnya mau ke Trabzon H-2 bulan udah wara-wiri pesen tiket, wew :P.

Awal ketertarikan saya terhadap Trabzon dimulai dari lama. Mungkin dari setahun lalu sejak Neira mulai meracuni saya dengan celoteh-celotehnya tentang kehijauan Trabzon. Mungkin kalian akan bertanya 'Apa menariknya hijau-hijauan?'. Weits.. Di Indonesia liat kebun-kebun dan hutan-hutan hijau mungkin sudah jadi pemandangan biasa dan gak istimewa tapi kalau di Turki, beuuh.. mahal bro! Sering nonton film hollywood kan ya? Pernah liat seting jalanan atau tanah gersang dong pastinya. Nah di Turki hampir di sebagian besar kota kurang lebih begitu kondisinya, gersang. Meski gak sekering gurun atau dataran Afrika tentunya. Jadi sekalinya nemu padang hijau, orang Turki sangat antusias. Gimana engga? Lebih bersih, pemandangan super, suasana tenang, jauh dari hingar bingar kota besar dan tentunya menawarkan udara yang jauh lebih sejuk. Tak heran kalau musim panas tiba, Trabzon menjadi kota destinasi utama yang dituju baik oleh turis lokal maupun mancanegara. Itulah kenapa begitu summer tiba harga tiket ke Trabzon bisa selangit T_T. Disitu kadang saya merasa sedih #loh.

Jadi, apa yang WAJIB DIKUNJUNGI di Trabzon?

Uuh banyak! Kalau mau tau Trabzon dari ujung ke ujung, kayanya seminggu aja gak akan cukup. Itupun kalau badannya sehat. hehe.  Yang jelas, saat punya kesempatan untuk berkunjung ke kota hamsi ini pastikan kalian mengunjungi setidaknya salah satu, salah dua ataupun salah semua dari tempat berikut ini ya

1. Sümela Monastery

    Sümela (Yunani: gunung hitam, Turki: karadağ)-- Tempat ini dikenal sebagai perbukitan tempat belajarnya para biarawati Ortodoks Yunani zaman dulu sekitar abad ke-4. 'Asrama bentukan alam' ini sangat unik mengingat posisinya yang menempel di tebing perbukitan. Setelah menempuh perjalanan sekitar 350 m (15 menit jalan kaki) dari tempat perhentian minibus, kita bisa menyaksikan suguhan pemandangan alam Sumela dari ketinggian 1200 m dpl. Sejauh mata memandang hanya hamparan gunung-gunung hijau yang tampak. Bonusnya jika datang ke tempat ini saat musim dingin adalah kalian akan merasa berada di Alpen daripada Turki =P. Oya, penting saya ingatkan untuk berhati-hati saat menjelajah Sumela terutama di musim selain musim panas karena kondisi jalan cukup curam daaan anginnya luar biasa kencang. Yakin, angin Izmir aja kalah kencang. Jadi sebaiknya harus ekstra hati-hati. Dan bagi para ladies, jangan coba-coba pakai high heels atau sepatu but ber-hak tinggi disini ya. Kepeleset sedikit bisa fatal akibatnya. Bukan nakut-nakutin loh ya, cuma serem. 
     





Penasaran dengan kisah lengkapnya? Temukan di #SerbaSerbiTurki di toko buku terdekat ya :)

  
 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki