Kanan atau kiri?


“Inget ya Er, nanti begitu turun dari tangga, naik metro yang sebelah kiri. Bukan  kanan. Ambil arah Evka 3. Inget, kiri. Bukan kanan.“
Berkali-kali kalimat itu ia ucapkan dengan penekanan di kata kiri dan kanan. Kujawab dengan anggukan tanda berusaha mengerti. Meskipun air muka Mas Agus tampaknya tidak begitu yakin dengan gelagatku. Ia tertunduk pasrah, menghembuskan napas berat. 
“Kalau ada apa-apa telepon Mas saja, ya? Mas pergi dulu. Awas, jangan-nyasar-lagi.” tambahnya kemudian, sebelum benar-benar pergi meninggalkanku diantara lalu-lalang manusia yang berebut menuju metro. Hanya hitungan detik punggungnya hilang ditelan keramaian.

Suara melengking gesekan rel dan roda metro terdengar jelas dari tempat terakhir kami berdiri. Aku bergegas menuruni eskalator. Takut-takut terlambat naik metro, yang berarti akan telat masuk kelas Bahasa. Rasanya tidak lucu saja menghiasi daftar hadir minggu pertama kuliah dengan tinta merah. Di negeri orang pula. Nama Indonesia taruhannya.    

Dari kejauhan kulihat ujung gerbong metro berhenti tepat di bawah eskalator. Persis dekat tepi kanan dan kirinya. Syukurlah.
Eits, tapi tunggu! Kok, metronya ada dua? Mendadak kepanikan luar biasa menyergap. Mataku bergerak liar menatap layar petunjuk arah bergantian. Evka 3? Hatay? Kanan atau kiri? Aduh.. yang mana ini??

Dikkat! Kapilar kapanacak! (Hati-hati! Pintu akan menutup!)

Suara menggelegar peringatan tanda pintu metro akan ditutup akhirnya memaksaku lompat ke salah satu diantara dua pintu yang masih terbuka. 

Dabb!

Hembusan angin daun pintu hanya kurang dari dua senti. Nyaris terjepit. Untunglah berhasil masuk. Kuabaikan puluhan pasang mata yang menatap heran. Berjalan lunglai menuju kursi kosong dekat pintu seberang. Meletakkan tas di pangkuan, bersusah payah mengatur napas seraya menerawang papan urutan stasiun. Baru saja membatin,
Ini arah metro yang bener kan, ya?

suara menyebalkan itu kembali bergaung, 

Tren Hatay yonune gider! (Kereta menuju ke arah Hatay!)

Heh? Hatay? Ya Allah, ingin nangis rasanya.. :'(


***
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'