Semburat Asa Kaum Hawa



Alhamdulillah.. Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk bernama 'perempuan' sedemikian sempurna dengan segala keunikannya. Tanpa celah. Tanpa cacat.

Kadang aku berpikir dan menerka nerka, mengapakah gerangan Allah menciptakan Hawa sebagai pendamping Adam? Mengapakah kiranya Allah menjadikan perempuan sebagai makhluk yang begitu lembut. Terlalu lembut malah hingga malaikat pun ragu tentang kemampuan kami (perempuan) untuk tinggal di dunia yang keras ini. Mengapa Allah mempercayakan kebaikan generasi suatu bangsa kepada kami, perempuan? Mengapakah kiranya tempat yang begitu dielu-elukan di akhirat kelak ternyata terletak di bawah kaki kami juga, perempuan?  Apa mengapa. Semua pertanyaan itu senantiasa berkecamuk dalam hati. Berkecamuk akhirnya semua jawaban kembali kepada diri kita sendiri.

Untuk apa perempuan diciptakan?     

Ini bukan tentang laki-laki atau perempuan. Bukan tentang siapa yang lebih kuat (diantara laki-laki atau perempuan) karena jika hakikat dasarnya adalah kekuatan maka bisa jadi perempuan jauh lebih kuat, tergantung dari sisi mana kita melihat. Bukan juga tentang siapa yang lebih hebat dan berkuasa karena sejatinya seorang presiden sekalipun akan meminta nasihat kepada ibu atau isterinya, perempuan. Ya, pada akhirnya ini adalah tentang ketaatan. Tentang kepatuhan kepada Sang Empunya kita, Allah swt. Siapa yang lebih baik di hadapanNya ialah siapa yang paling baik amal dan pinjamanNya kepada Allah.

Barang siapa yg mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik & sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al Qur’an Surat: Al-Nahl: 97)

“Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yg beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah keturunan dari sebagian yang lain. (Al Qur’an Surat: Ali Imron: 195)

Siapapun tidak berhak mengklaim dirinya lebih baik dari yang lain (laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya). Jika dilahirkan sebagai laki-laki adalah anugerah, maka terlahir sebagai perempuan sejatinya menjadi kado terindah yang harus kita syukuri. Keduanya sama, kecuali dalam hal derajat amalnya. Mari  berlomba menjadi sebaik-baik makhluk, sebaik-baik insan. Menjaga taat dalam ibadah, menjaga izzah  dalam koridor fitrah ^_^.


   



Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'