Yuk Jalan-jalan ke Isparta; Turki Rasa Jogja, Rek !


Merhabalar OOL'ers ~
Apa kabar? Semoga sehat semua ya :).

Yuk deh nulis lagi. Berhubung udah lama sekali nggak berbagi tulisan tentang jalan-jalan, kali ini saya akan share tentang pengalaman liburan ke Antalya dan Isparta beberapa waktu lalu. Yeey ^^9 ! Here we go..

Jadi ceritanya, di sela-sela deadline tesis dan aneka proyek yang mencekik kemarin, alhamdulillah saya dapat kesempatan untuk piknik. Lumayan buat meregangkan otot dan otak yang mulai ngebul, hihi. Sebetulnya nggak literally niat jalan-jalan banget sih. Berhubung ada satu event (cie gaya) yang mengharuskan saya pergi ke Isparta--padahal nggak pernah masuk list-to-visit-- maka jadilah jiwa melancongnya kambuh lagi. Padahal awalnya pesimis banget buat hal-hal beginian (re: jalan-jalan di Turki), secara kuliah saya udah di penghujung senja alias udah mau berakhir masanya, belum lagi sibuk tesis dan ini itu. Eh ternyata Allah punya rencana lain melalui acara 'paksa' ini, hehe. Salah satu bentuk pemaksaan yang paling saya suka: diminta hadir ke acara luar kota yang tidak pernah terbayangkan akan saya kunjungi sebelumnya, hihi. Modus modus.  

Eniwei. Sebelum bertandang ke Antalya, si kota cantik yang jadi buah bibir para turis karena keindahan pantainya, kita mampir dulu ke Isparta ya gaes. Iyap, Isparta. Kota pelajarnya versi Turki. Hmm.. kira-kira bakal mirip Jogja nggak ya?

Isparta adalah salah satu kota kecil yang berada di wilayah barat Turki. Letaknya hanya berjarak lima jam perjalanan bus dari Izmir. Sekitar 45% wilayahnya menjelma dalam rupa dataran tinggi. Pemandangan, suasana kota, masyarakat, cuaca dan landscape kotanya mengingatkan saya akan Trabzon. Hijau, sejuk, tenang dan sunyi. Tapi, untuk beberapa bagian, bagi saya Isparta juga memimik kota Sakarya, terutama danaunya >< ! Nah, biar adil, maka boleh dibilang Isparta ini memiliki perpaduan sifat antara Trabzon dan Sakarya.

Apa yang spesial dari Isparta? Orang-orang mungkin tidak akan mendapati kota ini sebagai kota tujuan wisata utama. Namanya jarang muncul di situs trip advisor dan sejenisnya. Bahkan bisa jadi kamu juga baru dengar namanya dari blog ini, kan? Tenang, saya juga baru kenal kok. Hehe. Isparta memang tidak terlalu populer dibandingkan Istanbul, Izmir, Bursa maupun Antalya. Tapi, bukan berarti di sini nggak ada apa-apanya. Ada banget! Dan salah satu alasan kenapa kamu nggak bisa menyepelekan Isparta adalah, karena kota ini menyimpan sejarah besar dari seorang Bediuzzaman Said Nursi! Siapa dia? Itu loh ulama Turki penulis seri kitab tafsir Risalah Nur.. yang pengikutnya dikenal dengan istilah Nurcu. Pernah dengar? Yang nulis kitab plus nyebar pemikiran-pemikiran dari balik jeruji besi persis seperti Ibnu Taimiyah itu? (*Siapa lagi ini, Er?)

Emm.. Itu loh tokoh utama yang diceritakan di novel Api Tauhid-nya Kang Abik. Pernah baca 😀?

Yang penampilan zhahirnya sekilas mirip Buya Hamka 😆!

*Sigh* Pokoknya beliau adalah ulama paling berpengaruh di Turki pada akhir abad ke-19, terutama karena ketegasan sikapnya di masa rezim Ataturk kala itu. Tahu kan kalau setelah keruntuhan khalifah Ustmani Turki berubah jadi sekuler yang diantaranya berbuntut pada pelarangan adzan (dalam bahasa Arab), penggunaan jilbab dan penangkapan para ulama? Kenal? Nah itu! Said Nursi inilah kepala pelopor penuntut keadilannya (re: pengkritik kebijakannya).

Isparta, lebih khusus lagi Barla, merupakan salah satu tempat pengasingan Said Nursi. (FYI, beliau pernah beberapa kali keluar masuk penjara serta diasingkan di beberapa tempat. Barla ini hanya satu dari sekian tempat yang disebutkan dalam sejarah hidupnya). Selama masa pengasingan tersebut, ia dijaga ketat oleh tentara. Dilarang menemui atau ditemui oleh siapapun. Dalam rangka menenangkan diri, ia membangun sebuah rumah kecil / saung (menempel pada rumah utama) di atas pohon yang mana saung itu ia jadikan sebagai tempat merenung. Dan dari sanalah ia justru menulis lebih banyak kitab yang membuka lebih banyak mata rakyat Turki (muslim taat) untuk kembali bangkit.

Para tentara lupa, bahwa mereka mungkin bisa menyandera raga, tapi tidak dengan jiwa dan pemikiran Said Nursi_

Kenapa tulisannya jadi serius begini 😂? Bahas sejarahnya nanti-nanti lagi ya, kita kembali ke piknik. Intinya, saya merasa beruntung karena bisa mengunjungi tempat bersejarah sekaligus menikmati indahnya alam Barla. Buat kamu penyuka sejarah yang punya cukup banyak waktu liburan dan tertarik untuk berkunjung ke sini, berikut saya kasih spoiler foto-fotonya. Semoga mupeng ya *eh.



Gunung Eğirdir. Spring aja masih bersalju, gimana winternya


Dingin, mari nge-cay dulu..


Pasar dadakan sepanjang jalan menuju rumah Said Nursi



Penampakan rumah pohon Said Nursi; sudah rusyak.



Nah saungnya Said Nursi ada di pohon ini nih


Manuskrip (salinan) karya Said Nursi (dalam bahasa Osmanlı), ada yang bisa baca?



View dari halaman rumah kedua Said Nursi



Iseng foto karena liat sekawanan domba. Mana ya kok nggak kelihatan?



Rumah kedua Said Nursi, tapi konon jarang ditinggali


Said Nursi wafat pada tahun 1960 di usianya yang ke-82. Hingga saat ini tidak ada yang tahu dimana jasadnya dimakamkan. Kabarnya sih adalah Said Nursi sendiri yang meminta agar lokasi makamnya dirahasiakan. Sengaja, untuk menghindari penyembahan dan meminta syafaat dari kuburnya. Benar atau tidak, saya kurang tahu. Yang jelas makamnya memang tidak ada.


Lembah danau Eğirdir
Airnya dimanfaatkan terutama untuk sumber air minum 



Pemandangan dari Seyir Tepesi; menanti datangnya Ikhtiosaurus 😂


Teman perjalanan


Santai kek di pantai


Mau kemana ayo..?


Mesjid terbesar dan tertua di Eğirdir yang dibangun dengan gaya Selçuk.
Awalnya hanya digunakan sebagai gudang (abad XI) lalu dialihfungsikan menjadi mesjid pada abad XIV
Wow.. jaraknya 300 tahun 😱!!


Ini menaranya


Penampakan atap dalam mesjidnya seperti ini;
masih sederhana sekali kan dibanding arsitektur mesjid Turki pada umumnya


Gül (bunga ros), lambang kota Isparta. Alun-alun rasa pelaminan 🙈


Jalan menuju Süleyman Demirel University;
kampus utamanya lupa difoto saking excited-nya 😆.


Ngomong-ngomong tentang Jogja-nya Turki, saya sempet agak heran awalnya. Kok bisa sih Isparta yang dapat julukan kota pelajar? Kenapa bukan Izmir? Atau Istanbul gitu yang jelas-jelas banyak kampus tuanya. Berdasarkan apa coba terpilih sebagai kota pelajar? Karena biaya hidupnya murah? Makanan, sewa apartemen dan jajannya terjangkau? Atau karena ada yang jual nasi kucing pake tempe mendoan? Lagian siapa juga yang mau jauh-jauh ke pelosok sini buat belajar? (*haha, ampun kuncen Isparta). Ternyata, usut punya usut, walaupun tampak meragukan, kota ini tercatat memiliki jumlah pelajar paling banyak dibandingkan dengan kota-kota lain di Turki sodara-sodara! Tahun ini saja ada sekitar 20.000 mahasiswa baik asing maupun lokal yang menuntut ilmu di Isparta. Uwoo.. mashaAllah. Jadi penasaran, kira-kira mereka pilih kampusnya berdasarkan apa ya? Haha, tetep masih nggak terima 😂.

Oiya, sebagai informasi, penamaan kampus Suleyman Demirel University ini diambil dari nama presiden Turki yang ke-9 loh, Suleyman Demirel. Beliau dilahirkan di Isparta tepat satu tahun setelah runtuhnya kekhalifahan Ustmani. Kasian ya (?). Nah maka dari itu, dalam rangka mengabadikan jasanya didirikanlah kampus SDU di kota asal kelahirannya ini.

Sebelum bertolak pulang, ada baiknya teman-teman menyempatkan diri membeli buah tangan. Sesuai dengan simbol kotanya, Isparta dikenal sebagai pusat penghasil sekaligus pengolah bunga ros terbesar di Turki. Aneka oleh-oleh berupa minyak ros, esens, parfum, sabun, lotion, masker, krim wajah (barang perempuan semua ini mah 😂), lokum (Turkish delight), tasbih aroma bunga, gantungan kunci dsb bisa kamu peroleh dengan harga terjangkau di sini. Kalau nggak sempat beli di lokasi wisata, tenang, di terminal bus juga banyak kok. Yang penting inget beli aja walau hanya sebutir lokum, hehe. Satu pesan saya terutama untuk para suami, inget ya, kalau mau selamat ketemu isteri, jangan pernah pulang dengan tangan kosong 😂😎.


Happy weekend everyone ~
Salam cinta dari sayah 💖
Selamat berlibur dan jangan lupa bahagia 😉😄


next post: The Unforgetable Antalya !


        

  
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'