Ilmu oh Ilmu

Erna, waktu proyek simposium kemarin kita dapat rendemen berapa dari berapa kilo bahan mentah ya?

Itu hoca kirim pesan barusan bada maghrib. Akhir-akhir ini beliau lagi sibuk banget nyiapin daftar proyek baru. Rajin ngulik proposal pengembangan produk ini dan itu. Tuuuh.. kan, penolakan dahulu terbukti disebabkan oleh pengetahuan yang kurang. Perasaan dulu aye pernah deh ngajuin topik ini buat rencana tesis. Eh ditolak mentah-mentah. Katanya 'masa kita makan beginian?' atau 'penelitian itu sudah terlalu banyak, cari ide lain!'? Sekarang setelah dapat ilmunya jadi ketagihan kan ๐Ÿ˜‚.

Emang dasar manusia, selalu hobi mengkritik sebelum berpikir. Sebelum melihat lebih dalam, sebelum nyiduk ilmunya bener-bener. Komeeeeennnn aja yang dikedepanin. Hemmph!

Tapi kamu juga gitu kan, Er? Inget nggak dulu pas disuruh hoca presentasi tentang serat pangan? *Inget banget*. Nyepelein tugas padahal udah dikasih tenggat selama dua minggu. Dengan santainya bilang kalau serat nggak ada pengaruh positifnya sama sekali ke produk perikanan, malah bikin tambah rusak. Dan karena komen yang bikin hoca mendelik sebal itu, kamu dihukum untuk baca jurnal lebih banyak lagi. Ujung-ujungnya? You harus kembali presentasi ulang di dua minggu selanjutnya ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚. Satu bulan buat beresin satu tugas ><! Haaaa.. Erna.. Erna.

Yasudahlah, neyse. Sekarang baik kamu maupun hoca sama-sama saling ngerti masing-masing, harusnya. Paham bahwa sesederhana apapun, tidak ada ilmu yang sepele di dunia ini. Mau datang dari profesor atau mahasiswa 'bau bawang' sekalipun, ilmu tetaplah ilmu. Dia mulia adanya ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡.


Our quote for today:

"Air beriak tanda tak dalam_" ๐Ÿ˜€


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki