Review Novel: Tentang Kamu







Judul Buku : Tentang Kamu
Penulis        : Tere Liye
Jumlah Hal : 524 hlm
Penerbit      : Republika
Cetakan      : Ke-1, Oktober 2016
Casts           : Sri Ningsih, Zaman Zulkarnaen, Nugroho, Rahayu, Tilamuta, Hakan Karim, Nusi Maratta, Aimee, Rajendra Khan, Nuraini, Lastri, Musoh, Kyai Ma'sum, Nyai Kyai, Pak Anwar, Kyai Wahid, Cathy, Sir Thompson, Eric, Ncik Razak, Deschamps, La Golo, Sueb, Pak Tua, Lucy, Eddy, Maximillien, Beatrice, dll.   

**



"Halo, Sri."
"Hi, Sri."
"Selamat pagi, Sri."

Yes, everything about you 😆 ! Semua tentang kamu, Sri, gadis sederhana dengan semangat juang luar biasa!  

Sri Ningsih, seorang anak nelayan tangguh yang berjuang merangkai mimpi-mimpinya dari nol. Dari bukan siapa-siapa menjadi apa-apa.

Kehilangan dua sosok teramat penting dalam hidupnya telah mentransformasi Sri menjadi perempuan di atas rata-rata.
Sabar, pemaaf, berjiwa besar. Gadis dengan hati sebening kristal. Mungkin itulah deskripsi paling pas untuk menggambarkan seorang Sri.

Sri Ningsih lahir dari rahim seorang ibu yang lembut hati bernama Rahayu dengan ayah seorang pelaut ulung bernama Nugroho.

Kabar kematian sang ayah karena karamnya kapal telak menjadikan Sri seorang yatim piatu di usia ke-8. Sepeninggal Nugroho, ibu tirinya berubah 180 derajat. Membabi buta, memperlakukan Sri semena-mena, hingga suatu hari rumah mereka dilalap si jago merah. Api membakar habis segala yang ada tanpa ampun, termasuk ibu tirinya yang kejam.

Bersama Tilamuta, adik tiri Sri, Sri Ningsih berhijrah ke Jawa untuk melanjutkan sekolah dan memulai hidup baru. Lingkungan kondusif, pendidikan yang baik, keluarga yang ramah dan sahabat setia, Sri memperoleh semuanya di sana. Namun, nasib kehidupan tampaknya selalu sama bagi Sri Ningsih karena dia 'anak yang dikutuk'.

Siapa sangka, beberapa tahun berselang, Sri harus kembali menelan petaka yang ratusan kali jauh lebih menyakitkan. Memeluk setiap inci kepahitan demi kepahitan. Setelah Rahayu, Nugroho, haruskah Tilamuta juga? Adik yang begitu dicintainya dengan segenap jiwa raga?
Ketika harus memilih antara kebenaran dan persahabatan, manakah yang lebih utama? Jujur yang mengkhianatkan atau bohong yang menyelamatkan?
Keserakahan, kebencian, kedengkian, serta dendam; tak ubahnya api melahap kayu bakar.

--

Intinya sih, buku ini menceritakan tentang pencarian ahli waris dari harta peninggalan seorang Sri Ningsih yang bernilai sekian milyar pondsterling *uaww. Sebentar, sebentar, Sri Ningsih itu orang Indonesia kan? Yap.

Katanya anak cuma anak nelayan, kok bisa punya harta sebanyak itu? Gimana ceritanya? Nah di sinilah menariknya.

Adalah Zaman Zulkarnaen, pengacara muda berbakat jebolan Oxford yang ditugasi untuk menyelidiki dan menyelesaikan kasus warisan ini. Berbekal buku diary lusuh dari panti jompo (jangan tanya kenapa orang sekaya Sri tinggal di panti jompo) tempat terakhir Sri Ningsih tinggal, dimulailah petualangan Zaman berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Dari kota metropolitan sekelas London, Paris, Jakarta hingga ke Pulau Bungin di Sumbawa! Demi menyampaikan amanat dan menuntaskan kasus dengan seadil-adilnya.

Akankah Zaman berhasil menguak misteri di balik warisan Sri Ningsih? Baca bukunya, temukan jawabannya 😉😉! Seru loh.. 😃😛

--

Plus-nya novel "Tentang Kamu" dibanding tulisan Tere Liye lain (yang pernah saya baca) adalah.. buku ini kaya gizi informasi! Lengkap dari sejarah ibu kota Jakarta, peristiwa-peristiwa penting masa lampau sampai hal-hal berbau ekonomi dan bisnis. Full bumbu ilmu. Mesti bacanya sambil manggut-manggut di setiap bab. Minimal saya akan ber-ooh atau ber-emmh ria kaya orang baca mantra. Hihi.    

Berbicara tentang cast favorit, selain Sri Ningsih dan Zaman tentunya (saya selalu ngefans sama tokoh utama baydewey), saya suka dengan peran Rajendra Khan. Acha acha! Rajendra ini bukan tokoh sentral sebenarnya tapi karakternya kuat banget dalam cerita. Lakonnya kocak lagi. Tanpa Bhai satu ini, perjalanan Zaman mestilah akan sehambar sayur-bayam-yemekhane-asrama *jadi curhat gini.

Anyway. Berhubung saya sekolah di Turki, ada banget satu bab di novel ini yang bikin saya heboh tak karuan. *Hehe, nggak selebay itu sih*. Kamu yang udah baca novel ini pasti bisa nebak dong bagian mana? Iya, itu banget! Bab "Laki-laki dari Turki". Duh, Bang Tere.. sukses lah bikin saya mesem-mesem penasaran. Pertanyaannya, dari sekian negara yang ada di dunia, kenapa sih harus lelaki Turki yang dipasangkan dengan Sri Ningsih (ups bocor!). Dan kenapa pula harus dia yang mendendangkan lagu "Tentang Kamu"? (bocor lagi 😂😂). Pembaca rempong emang nih. Suka-suka yang nulis lah, Er!

At last, terima kasih Sri Ningsih karena melalui misteri warisan besarmu kau telah mengajari kami banyak hal. Nasihat kesabaran, arti persahabatan, makna memaafkan dan pentingnya keteguhan dalam berjuang. Salute!

So, who wanna be the next Sri Ningsih? Anyone 😁?

***


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki