Anak Kecil yang Tak Kecil


Suatu sore di yemekhane..

Bulet, temben, agak pendek, rambut kuncir kuda. Keliatan baru banget masuk asrama. Masih polos bak bubur ayam tanpa bawang. Tetiba ngadep belakang ke arah saya dan menyungging senyum singkat. Saya balas dengan anggukan ringan.

Dipikir-pikir agak aneh juga sih dengan perilaku anak-anak baru tahun ini. Curi-curi pandang dari depan antrian, begitu kepergok lagi ngamatin langsung deh pasang senyum aneh yang sulit dipahami maknanya. Terus pura-pura tanya harga makanan padahal bandrolnya udah jelas termapang di etalase dan eh.. ujungnya minta kenalan plus duduk bareng. Hihi. 

Nah anak yang satu ini saya nggak tahu apa motifnya. Semoga bukan berbalik karena sempet ngeliat muka berladang jerawat—huhu sisa stress bekas ngelab kemarin masih aja ada nih. Hiks, belum pernah seumur-umur di Turki ampe segininya. Kalau boleh milih mah nggak mau keluar sama sekali rasanya.. #lebay!!—lalu lalang di yemekhane. #lebay kuadrat

Bunu cantama koyar misin?” Boleh tolong masukin ini ke tas nggak?

Eh?

Ini maksudnya ngomong ke gue kan? Dia nggak salah nunjuk orang kan? Maksudnya, nggak salah minta tolong kan?

Secara dimana-mana orang kalau mau naruh sesuatu ke tas ransel mbok ya dibuka dulu tasnya dari punggung baru masukin barang dan pake lagi tasnya. Lah ini malah minta orang asing dalam antrian  buat nyimpenin. Padahal temennya juga ada di sebelah dia lagi ngobrol. Haduuuhh.. dunia macam apa ini? Atau gue yang terlalu orderable?

Neyse.

Koyarim,” Baiklah, angguk gue pasrah. Dan ketika resleting tas itu dibuka.. bang! Tahu apa yang saya lihat di dalam tas?

Satu plastik transparan besar berisi rokok!! 

Anak sekecil itu... *backsound Iwan Fals*


Reallywhat kind of world are you living in, Er? Ckckck.

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'