Alasan Kenapa Kamu Nggak Perlu Takut Bepergian di Turki



Temen: "Er, udah pernah berkunjung ke kota mana aja di Turki?"
Saya: "Mmh... banyak. Aku sebutin yang belum dikunjungi aja ya." #minta ditiban pintu kulkas.

--


Di awal kedatangan ke Turki, sejujurnya saya nggak pernah sih menyengajakan diri ataupun berobsesi untuk 'menjelajahi seisi Turki'. Kenal betul-betul negara tidak berunta ini saja setelah jleg sampe sini, gimana mau merencanakan wara-wiri kesana kemari? Mana orangnya introvert, nggak bisa pergi sendiri (ini tipe introvert yang diragukan), liat anjing langsung parno, ketemu orang Turki langsung ngumpet, mantengin GPS langsung migren, disuruh baca peta gelagapan, ah.. mustahil bin mustahil lah pokoknya. Dah, ngendok aja di Izmir.

Nah tapi ajaibnya, ketika saya memulai perjalanan lintas kota untuk pertama kalinya--Konya adalah kota selain Izmir pertama yang saya kunjungi waktu itu--eh kok lama-lama jadi nagih ya? Pasalnya, berseyahat alias bepergian di Turki ternyata semudah mengedipkan mata! Sistem transportasinya itu loh.. kece meski tanpa badai.

Mau lewat darat? Laut? Udara? Hayuk dijabanin. Semua mudah, murah dan terjangkau saudara-saudara. Ramah kantong banget untuk segala jenjang usia.

Sebenarnya bagi saya yang paling penting dari itu semua bukan di harga banget sih, tapi lebih kepada penyediaan sarana dan prasarana serta akses jalannya. Maksudnya sarana prasarana yang kaya gimana itu, Er?  Banyak sih indikatornya, tapi yang akan saya garisbawahi dan titik beratkan seputar yang saya alami langsung aja ya, misal:

- dari segi ketersediaan alat transportasi, beragam sekali bentuknya. Mulai dari pesawat domestik dengan tiket promo yang seringkali bikin 'wow!', vapur/ kapal laut mini ataupun jumbo hingga bus kelas lux sampai ekonomi. Eits, tapi jangan samakan dengan bus ekonominya Indonesia ya. Untuk urusan yang satu ini, harus saya akui bahwa negara kita masih punya banyak peer.
Jelas beda lah. Di Turki tiketnya aja lebih mahal, wajar kalau lebih bagus dan pelayanannya oke!
Eeh.. siapa bilang? Situ bandinginnya pake kurs Indo sih, iya mahal. *kenapa jadi saling ngotot begini.

Jadi gini ya sodara, di Turki, untuk harga tiket bus misalnya, mereka memang punya standar masing-masing. Tapi jangan kuatir karena kisaran harganya pun masih seragam. Tiket bus umumnya berkisar di harga 20TL (jarak dekat) hingga 120TL (jarak jauh) atau sekitar 100k-600k IDR. Itupun sudah dengan jangkauan kota paling jauh, dari ujung Turki satu ke ujung lainnya. Nah, nggak jauh beda kan? Belum lagi kalau ngobrolin servis di dalamnya yang menawarkan snack dan aneka minuman ringan selama perjalanan, layar LCD, fasilitas charge dan wifi. Komplit! Dan kabar baiknya adalah hampir semua bus antarkota di Turki memiliki standar pelayanan seperti ini. Kamu pelajar? Selamat! karena status kamu bakal berguna banget di agensi transportasi, hehe. *IYKWIM.      

Untuk pesawat juga berlaku hal serupa; banyak pilihannya, oke pelayanannya, terjangkau pula harganya. Baru minggu lalu saya terbang ke Istanbul pake tiket promo 20TL. Dan seperti saya singgung di awal tadi, berhubung jalur udara domestik Turki termasuk salah satu diantara yang terpadat di bilangan Asia-Eropa maka seliweran iklan tiket pesawat murah pun menjadi sesuatu yang lumrah. Kadang kalau lagi males-malesnya banget ngebolang pake bus (baca: kelamaan di jalan) saya mending book tiket pesawat aja sekalian karena toh bedanya tipis. #Edass..  Di Indonesia ganti tiket bus pake pesawat alamat THR hangus semua ya xD.

Jangan tanya tentang vapur. Meskipun background keilmuan saya nggak jauh-jauh dari air dan laut, tapi baru di Turki saya merasa enjoy banget sama moda transportasi yang satu ini. Melihat cara Turki mengelola wilayah laut mereka kok kayanya gampang banget gitu mindahin orang dari satu tempat ke tempat lain, dari tepi laut satu ke laut lainnya. Nggak pake bayar mahal pula. Malah banyak juga yang cuma modal tap kartu bus biasa. Semua nyaman dan aman tentunya. Di Indonesia? 17ribu pulau dengan 70%-nya air, andai sektor transportasinya juga bisa dikelola dengan baik, mungkin saya akan mulai percaya bahwa nenek moyangku memang seorang benar pelaut dan bukan seorang Avatar Aang.

- dari segi prasarana jalan. Tahukah kamu kalau di Turki tidak ada jalan tol? Ya iya lah la wong namanya juga otoyol bukan tol. #Krik.. krik..
Di Turki, jalan tol beserta sistemnya sudah ada dan dijalankan persis seperti di Indonesia. Akan tetapi sejak tahun 2012/13 sistem tol dengan metode pembayaran manual diganti dengan Hızlı Geçiş Sistemi (HGS) alias sistem perpindahan berkecepatan tinggi dan Otomatik Geçiş Sistemi (HGS) alias sistem perpindahan berkecepatan otomatis *hallah, terjemah ala terjun bebas banget ini.   


Sumber gambar: kgm.gov.tr


Dengan diterapkannya sistem HGS dan OGS, pengemudi tidak harus repot-repot gesek kartu atau bayar cash di pintu tol yang notabene tetap memacu antrian panjang dan kemacetan. Pengendara hanya perlu meregistrasi kendaraannya ke badan tertentu, sebut saja dirjen urusan jalan, untuk mendapatkan stiker khusus atau chips tertentu yang bisa memancarkan sinyal radio. Nantinya chips inilah yang akan mendeteksi seberapa jauh sebuah kendaraan telah melewati tol. Tarif yang harus dibayar? Akan otomatis dibebankan pada saldo rekening atau kartu kredit si pemilik yang telah disesuaikan dengan jarak tempuh kendaraan. Jadi nggak perlu antri panjang-panjang, kan?

Nah, karena sistem tol (Turki: otoyol) yang seperti inilah saya jadi demen bepergian di sini. Jalanannya lancar, tanpa hambatan. Kalau nggak bisa dibilang free traffic, mungkin predikat less traffic lebih cocok untuk Turki (pengecualian bagi Istanbul dan sekitarnya). Perjalanan Izmir-Istanbul atau Izmir-Ankara selama 8 jam itu memang karena jarak riil-nya ya segitu. Bukan karena faktor kemacetan. Mudik ke Garut tiga hari tiga malem di jalan? Kalau di Turki udah setara enam kali balikan perjalanan Istanbul-Izmir nih.  Ckckck..

Subhanallah ya.. tugas kita masih banyak ternyata. Baru dari secuil ulasan segi transportasi aja loh, itupun nggak semua. Belum yang lainnya. Yuk ah semangat berbenah diri dan negeri. Sudah punya rancangan sendiri atau mau belajar dari Turki ;)?  



Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki