[Review Novel] The Kite Runner


Judul buku : The Kite Runner
Pengarang : Khaled Hosseini
Tahun terbit : 2003
Jumlah halaman : 340 hlm
Main casts : Amir, Hassan, Baba, Ali, Soraya, Karim Khan, Assef, General Taheri, Khala Khanum, Sohrab, Farzana



Sinopsis


The only unforgiven sin in this world is lie..

Jangan pernah berbohong Amir. Kebohongan lebih kejam bahkan dari perampokan sekalipun. Sebab dengan berbohong kau mengambil harta dari tuannya, memisahkan seorang ayah dari anak dan istrinya, dan mencuri hak kebenaran dari orang yang berhak menerimanya.

Memenangkan turnamen layang-layang di musim dingin 1975 adalah memori indah terakhir yang Amir dan Hassan miliki. Amir dan Hassan telah hidup bersama sejak lahir, lebih dari sekedar hubungan majikan dan pelayan. Fakta bahwa mereka satu ibu persusuan menjadi salah satu faktor kedekatan keduanya sebagai teman karib. Setidaknya begitulah anggapan Hassan, meski tidak pernah demikian bagi Amir.

Entah sejak kapan Amir menyadari bahwa ia begitu membenci Hassan. Ia tidak suka membagi kasih sayang Baba dengan Hassan. Dia tidak pernah benar-benar menganggap Hassan sebagai teman--hanya sebatas anak pelayan. Amir yang pengecut tidak suka disandingkan/ dibandingkan oleh Baba dengan keberanian Hassan, dan yang paling penting adalah Amir tidak suka terintimidasi oleh rasa bersalahnya kepada Hassan di malam kemenangan turnamen layang-layang musim dingin itu. 'Dosa' terbesar yang tidak akan pernah ia lupakan. Dan tersebab dosa ini, Amir tidak ingin melihat Hassan berada lagi di sekelilingnya.

Saat memastikan tidak ada orang di kamar, Amir menyelinap masuk dan menyelipkan segenggam uang serta jam tangan berharga miliknya di bawah kasur Hassan. Meski Baba memaafkan perbuatan -tuduhan mencuri- itu, tapi Hassan dan Ali tahu sudah saatnya mereka pergi dari rumah majikan untuk selamanya. Membawa lari sekeping hati Baba pada diri Hassan.

Dua puluh lima tahun telah berlalu. Perang kemerdekaan Afganistan mengambil alih bagiannya. Segala hal berubah diluar dugaan. Amir dan Baba harus pindah ke Amerika dan bertahan hidup disana dengan segala perjuangan termasuk berjualan di flea market lokal, tempat yang mempertemukan Amir dengan gadis pujaannya--Soraya.

Every us is deserved for what we've done.

Setelah segala pertaruhan nyawa melarikan diri dari Afganistan dua puluhan tahun silam, untuk kedua kali, takdir kembali mempermainkan Amir. Baba meninggal karena penyakit kanker yang diidapnya. Kini ia benar-benar sendiri, hingga seorang dari masa lalu mengajaknya untuk 'menebus dosa' yang pernah ia lakukan kepada Hassan, kakak tirinya sendiri. Ya, orang yang pernah begitu ia benci dan berbuah penyesalan besar hingga kini, adalah anak lain dari Baba. Pertemanan masa kecil itu nyatanya memang lebih dari sekedar hubungan tuan dan majikan. The untold brotherhood. 

Datanglah. Masih ada jalan untuk menjadi baik kembali, Amir..

Demi menebus rasa bersalah itu, demi ketenangan hati, demi kesempatan terakhir menjadi 'baik' lagi, Amir memutuskan untuk kembali ke Afganistan. Mencari Sohrab, satu-satunya obat penawar dosa yang ditinggalkan Hassan di dunia ini. Dan untuk ketiga kalinya, ia harus berjuang atas takdir karena petunjuk satu-satunya tentang keberadaan Sohrab berada di tangan Assef, musuh masa kecil yang kini menjadi pemimpin kelompok ekstrimis yang berkuasa di Afganistan. Tipikal kelompok yang tidak akan segan menghabisi orang-orang 'sejenis' Hassan dan keturunannya--termasuk Sohrab.  

Akankah Amir berhasil menebus kesalahan-masa-lalunya dengan menemukan Sohrab? Temukan jawabannya di buku ya. No more spoiler for tonight =P. Happy reading..

-

P.S. If you really mean to read this book, since it's only a fiction novel, [regardless of the writer's origin and his own historical background] just be a wise reader. Ok? 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki