Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !


Duh maaf ya OOL'ers sekalian.. akhir-akhir ini sedang disibukkan oleh sesuatu nih. Target resolusi 2016 #hallah gaya. Terus baru keingetan deh kalau lapaknya belum dikasih makan, huhu.

Jadi, apa yang mau saya tulis hari ini?

Sepertinya topik yang lagi nge-hits -aka Perempuan Indonesia- masih belum selesai ya. Saya tuliskan sedikit lagi deh biar lega *berasa apa aja.

--

''Waduh kok mengerikan sekali ya. Kalau begini saya jadi ilfeel sama perempuan Indonesia.'' komentar salah seorang pria Turki dalam suatu obrolan.

Nah lo nah lo.. ada apa ini?

Kira-kira apa ya yang bakal bikin pria Turki ilfeel sama perempuan kita? Merokok? Perempuan Indonesia enggak kayanya. Matre? Bukan juga. Lagian itu mah bakat alam, fitrah. Sikapnya nyebelin? mungkin ini bisa dipertimbangkan sebagai satu diantara sekian alasan yang bikin lelaki 'iyuhh..' sama perempuan.

Usut punya usut, ternyata pria Turki (yang baik) itu enggak suka sama perempuan yang.. agresif. Fyuh, leganya bisa menuliskan ini. Garis bawah cetak tebal nggak pake miring, pria Turki yang baik. Diluar itu, mungkin doi memang terindikasi playboy atau bukan pria baik #nooffense.     

Entah ya ini pengaruh menjamurnya sinetron Turki di Indonesia atau bagaimana. Sering sekali dapat cerita dari teman kalau tiba-tiba ada perempuan Indonesia yang datang ke Turki demi bertemu pacarnya, atau lebih ekstrim lagi ngaku-ngaku mau bertemu calon suaminya. Tapi begitu ditanya, dia nggak tahu calon imamnya itu tinggal dimana. Terus sampai disini nggak tahu juga akan tinggal dengan siapa. Setelah dibantu dihubungi, si pria yang bersangkutan pun malah nggak tahu kalau perempuan itu mau datang dan ketemu dia. Orangnya yang mana aja nggak kenal. Olala.. gimana urusannya ini? Benar-benar nekat tingkat monas!

Cerita lain, ada gadis yang dibawa ke Turki untuk dipekerjakan (oleh orang Indonesia). Setelah bekerja beberapa lama, si dia ini malah terindikasi menjalin hubungan dengan pria Turki dan jarang pulang ke tempat majikannya. Hilang beberapa waktu entah kemana. Wadduh, kacau. Akhirnya setelah ditemukan, langsung deh dipulangkan kembali ke Indonesia. Ckckck.. Untung masih ketemu, mba. 

Ada lagi kasus (setidaknya cukup bikin saya elus-elus dada untuk mengkategorikannya sebagai 'kasus') , anak sekolah masih kecil unyu-unyu uwel-uwel, datang ke Turki untuk bertemu pacar. Pertemuan pertama ceritanya. Sampai bandara, tiba-tiba dipeluk dari belakang sama pria asing, dibeginikan dibegitukan. Keesokan harinya si neng ini nge-share foto dia lagi dici*m sama pria (dilihat dari wajahnya juga sama-sama masih kecil) yang dklaim sebagai pacar itu. Hmm.. kamu masih anak sekolah satu SMA..

Doi bukan siapa-siapa saya sih, tapi miris aja liatnya. Orangtuanya apa nggak spor jantung itu ya. Sebagai sesama kaum hawa, saya cuma ingin mengingatkan, kamu perempuan loh. Pe-rem-pu-an. Ada amanah besar yang harus kita jaga betul di badan ini, dilindungi baik-baik. Tidak sedikit kasus 'pemanfaatan kaum wanita' juga terjadi di Turki sini. Pura-pura bersedia mau jadi pacar, mau menikahi dan akan datang ke Indonesia tapi ternyata tidak, malah menyuruh wanitanya datang kesini dan ngajak ketemu. Habis manis, sepah dibuang. Puhh ! Naudzubillahi min dzalik. 

Lelaki mah dimana-mana sama. Wataknya begitu, di Turki maupun Indonesia. Kecuali sedikit pria baik yang saya singgung di atas. Dan pria baik versi Turki, mereka tidak suka perempuan yang agresif. Bukannya suka, yang ada malah ilfeel. Ngeri.

Sepengamatan saya, lelaki yang rata-rata sudah menikah dengan perempuan Indonesia disini, memang tidak suka kalau istrinya bersikap agresif (padahal udah jadi istri, gimana masih lajang). Apalagi kalau keluar rumah untuk bertemu dengan pria asing lain (selain keluarga dan kerabat dekat dikategorikan sebagai orang asing). Jangankan ngobrol bercanda-canda, bahkan senyum ke lelaki asing aja nggak boleh! (tidak semua, tapi rata-rata begitu). Kalau bahasa lebay-nya mereka amat posesif protektif. Tapi suami kan memang harus begitu ya. Hihi.

Intinya, mba, kakak, adik-adik sayang, jangan terlalu baper dengan segala hal yang berbau Turki, terutama lelaki-nya. Jangan-jangan selama ini kita doang yang sibuk dengan perasaan sendiri. Sementara yang di sebrang sana mah siapa tahu? Kalau dia benar-benar serius, sungguh-sungguh, suruhlah doi datang ke rumah. Meminta si mba-nya dari orangtua secara baik-baik. Jangan sebaliknya. Dan kalau ternyata memang jodoh kita, yakin deh, dia nggak akan lari kemana-mana kecuali Indonesia #eaaa. Oh dan satu hal lagi, pria Turki yang serius menjalin hubungan, mereka nggak akan macam-macam atau ngajak pacaran lama-lama. Kalau yakin, orangtua setuju, semua cocok, langsung lamar. *spoiler banget deh.

Ok, clear ya?

Pesan sponsor dari saya, yuk mba-mba sholihah idaman calon suami, kita sama-sama jaga imej baik 'perempuan Indonesia'. Kalau belum mampu memperbagus, setidaknya jangan sampai memperburuk. Hehe. Mari jadikan diri kita layak tidak hanya untuk memilih tapi juga dipilih. Ingat rumusnya, lelaki yang baik selalu untuk perempuan yang baik-baik ;D.      


Selalu, salam cinta dari saya,
Pengamat kehidupan.


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hitam Putih Beasiswa Turki: H.I.T.A.M.

Hitam Putih Beasiswa Turki: PUTIH

Hitam Putih Beasiswa Turki: I called it 'MEDICINE'

Klakson