Posts

Showing posts from May, 2015

Ini Hijab Pertamaku, Kamu? (2): Jilbab Ronaldo

Hampir pukul 11 siang. Masih ada waktu dua jam sebelum pelajaran pertama dimulai. Hari ini aku berjanji untuk mengerjakan PR PPKn bersama di rumah Ica. Setelah berpisah dengan Diwan di pintu gerbang, aku bergegas menyusuri jalan kecil yang menghubungkan sekolah dengan rumah sahabat baruku.

Meski letaknya tidak jauh, tapi terlalu banyak gang berkelok disini. Sialnya lagi, aku adalah makhluk yang tidak pandai mengingat jalan. Kusahakan untuk berkonsentrasi penuh menentukan belokan mana yang harus dilalui pertama dan kemudian. Meski sesekali harus rela membagi konsentrasi hanya untuk mengucapkan 'punten' kepada warga sekitar. Lagi, beberapa ibu yang berkumpul ria tampak lebih antusias meneliti seragam pendek si pelempar salam ketimbang menjawabnya. Tapi aku tidak peduli. Atau mencoba untuk tidak peduli lebih tepatnya. Udah biasa, udah kebal.

Hanya berselang tujuh menit, rumah sederhana bercat hijau itu kutemukan. Teras berlantaikan keramik merah marun yang tertimpa cahaya mataha…

Ini Hijab Pertamaku, Kamu? (1): Jilbab kuntilanak

Sudah hampir dua minggu sejak kepindahan kami sekeluarga ke Kota Kembang. Selamat datang untuk lingkungan, keluarga, tetangga, teman sepermainan dan tentu saja sekolah baru. Mulai hari Senin nanti aku akan resmi menjadi murid kelas 4 di SDN Sukajaya. Sementara si bungsu, Diwan, akan bertemu dengan kawan barunya di kelas 2. Ayah yang memasukkan kami di sekolah ini. Meski letaknya agak jauh tapi kurikulumnya lebih bagus, tutur beliau saat adikku merengek minta sekolah di SDN Sukacipta yang hanya berjarak 200 meter dari rumah. Kami ber-fuh pelan, tidak puas mendengar jawaban sore itu. Beda sekali dengan si sulung, A Erlan, yang tampak senang-senang saja dengan keputusan ayah untuk menyekolahkannya di SMP swasta sebelah supermarket besar sana. Aku tahu, kakakku adalah orang yang sangat jenius. Tidak sulit baginya diterima di sekolah negeri terbaik kota ini. Tapi karena keterlambatan pendaftaran, jadilah kami harus rela melihat Einstein keluarga Koswara berakhir di kampus listrik--karena …

Mahasiswa Kere

Image
Diantara sekian banyak alasan klasik yang paling saya syukuri saat berstatus mahasiswa adalah
"Jadi mahasiswa itu pasti gak jauh-jauh dari status kere alias bokek!"


Kere kok bersyukur?? Iya, karena dengan status kere ini saya terjauhkan dari modus pencopetan, penipuan dan penjarahan oleh abang-abang yang gak tau perasaan.Yeayy!

Waktu zaman kuliah di IPB dulu, pernah suatu sore saya lagi perlu banget pulang ke rumah (re: Bandung). Lupa alasan pulangnya buat apa. Yang jelas ada sesuatu yang mengharuskan saya pulang sore itu juga. Dengan tas dan barang seadanya, sepulang mengajar bimbel saya langsung ngangkot ke BS (terminal Baranang Siang/ BS).

Seperti biasanya, walaupun melelahkan dan bikin waswas takut jatuh karena berkarat serta bolong disana sini, saya tetap menaiki jembatan penyebrangan yang menghubungkan ruas jalan antara Botani Square mall dan terminal BS. Setidaknya lebih aman daripada ketabrak mobil atau bis kalau nekat nyebrang di bawah jembatan. Eh enggak juga sih,…

Senyumi Diri Sendiri, Kenapa Tidak?

Image
"...and now we are pleased to welcome the head of Chios University..."___

Husayin, teman Gambia yang baru kukenal sepintas lalu tampaknya tertidur pulas di kursi audiens, selang satu kursi sebelah kiri dari tempat aku duduk. Suara dengkuran pelan sesekali terdengar aneh di telingaku. Sepertinya ia sangat lelah hari ini. Yah, wajar saja. Ujian TOMER apalagi konusma (re: speaking test) bukanlah sesuatu yang patut disepelekan. Apalagi bagi mahasiswa asing seperti kami ini.. kalau judulnya sudah tes berbicara, tak ubahnya bujang yang mau melamar anak pak haji. Aa.. ii.. eemh.. #tet tot! Dan waktu pun habis :P

Meskipun judulnya kegiatan semi internasional (karena melibatkan peserta dari Yunani) ruangan seminar hari ini tampak cukup lengang. Setiap kami duduk di tempat yang kami inginkan. Masing-masing lima atau enam dosen di deret kursi paling depan di kolom kiri dan kanan. Penuh di deret kedua dan ketiga. Hanya dua atau tiga peserta di deret tertentu dan selebihnya kosong. Cagi…