Sepatu Baper


"Canim, isin var mi saat 2 gibi? Benimle adliye sarayi'na gelir misin?"
"Eh, kamu ada urusan nggak jam 2an? Mau temenin ke pengadilan?"
.
Susah banget pergi kemana-mana tanpa teman, adalah penyakit akut kedua saya setelah kesasar. Untung ada Zhale, teman satu departemen dari Irak. Pas sekali hari ini doi nggak ada kuliah, jadi leluasa pergi keluar bersama miss nyasar satu ini. Lebih beruntung lagi karena dia lebih jago berbahasa Turki dari saya. Hehe. Cas cis cus cuap-cuap, singkat cerita selesai lah urusan kami di gedung kriminal itu. 

Jam 4 sore. Adzan ashar sudah bergaung sejak satu jam lalu. Saya dan Zhale memutuskan untuk mengambil jalur pulang ke arah Konak. Sekalian shalat, khawatir kehabisan waktu mengingat jarak menuju maghrib juga hanya berselang satu jam. 

"Kac dakika kaldi? Berapa menit lagi?" tanya saya penasaran, masih merapikan jaket selepas wudhu.
"Gel, yirmi dakika hala var. Ayo, masih ada 20 menit" sahut Zhale, setengah berlari menuju tempat shalat khusus wanita di lantai atas. 

Kami hendak bertakbiratul ihram saat seorang perempuan Turki menyapa Zhale dengan anggukan dan seulas senyum. Cantik sekali. Kalau boleh diterka, usianya mungkin 26 atau 27. Wajah lonjongnya dibalut pashmina cokelat tua yang dipadu dengan tunik panjang berwarna senada. Sehelai kain lain bernuansa hitam dipasang melingkar menutup bagian punggung hingga dada, menambah manis tampilan si mba.  MashaAllah.
    
"Onceki kiz cok guzel, de mi? Perempuan yang tadi cantik banget, ya?" saya berangguk-angguk mengiyakan, sambil menerima sepatu yang diambilkan Zhale dari loker mesjid.
"Sen de guzel ama. Kamu juga cantik, kok." tingkah saya mengedipkan mata, disambut cekikikan aneh oleh Zhale. Di mesjid, sore-sore, heboh berdua, gombal-gombalan lagi. Duh, lelucon paling konyol. Eits, tapi bukan ini cerita inti yang ingin saya sampaikan.

Selang beberapa detik, keluar lah si mba cantik yang kita obrolkan dari tadi. Dan... dia tidak sendiri, pemirsa. Doi gandengan sama mas-mas berjas hitam! *ada yang patah hati =P? Oh, mungkin itu suaminya yang shalat di lantai bawah, pikir saya. Si mas nuntun (dituntun loh ya, bukan digandeng) keluar mba nya lembuuut banget. Berasa liat penganten baru lagi jalan. Sukses bikin baper lah pokoknya. Meskipun kita khusyu pake sepatu, tetep aja nggak bisa lepas merhatiin mereka :P. 

Nah, saya kira adegan tuntun menuntun tadi adalah bagian paling baper sore itu. Ternyata masih ada scene lain yang jauh bikin lebih baper. Hiks.

Saya dan Zhale udah beres pasang sepatu dari tadi. Si mas nya juga. Tapi, kok si mba nya masih berdiri? Eh, malah lelakinya yang jongkok lagi sekarang. Sebentar, sebentar, jangan bilang kalau dia..

Aaaakkkkk... so sweet bangeeettt ><. Saya sama Zhale sampe pandang-pandangan speechless, tersipu malu sendiri. Dikira cuma di gambar gugel damat ngiketin tali sepatunya ke gelin, dikira cuma untuk keperluan fotografi prewed doang, ternyata eh ternyata, aslinya memang ada T_T #nangis baper. Sebenernya kalau bisa, dan nggak malu, dan boleh, dan nggak malu-maluin, kita pengeeeen banget mengabadikan momen semanis baklava tadi itu. Tapi apa daya? Kami terlalu sibuk kebawa perasaan. Huhu..


sumber: lamelifphotography.blogspot.com



"Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya." 
(HR. Ahmad & At Tirmidzi)

.
.
 
Mamah.. bapernya masih nyisa sampe sekarang. Gimana dong :( ? #ambil tisu #nangis lagi di pojokan #hiks 


***


damat: groom
gelin: bride
baklava: kudapan manis khas Turki


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'