Berita Baik Musnahnya Amaryllis


A blessing in disguise, selalu ada hikmah di setiap kejadian. Hal yang mungkin terlihat buruk bagi sebagian pihak, belum tentu sama buruknya mata orang lain. Bisa jadi malah sebaliknya. Hehe. Misal, berita yang sedang viral di Indonesia tentang rusaknya taman bunga "Amaryllis". Bagi saya, kejadian ini justru mendatangkan pelajaran tersendiri. Apa itu? Setidaknya saya jadi tahu kalau:

1. Nama lain bunga ini adalah 'Lili Hujan'. Itu juga efek baca berita :D 

2. Bunga yang dijadikan nama salah satu hotel di kampus IPB, ternyata begitu bentuknya. *atuh lah, Er -_-. Andai kasus-rusaknya-kebun-lili itu nggak ada, mesti nggak akan pernah tahu bagaimana bentuk dan rupanya. Indah banget ternyata ><.


Sumber: www.express.co.uk

Siapa sih yang nggak mau mengabadikan momen spesial bersama si cantik ini? Kalau posisi saya lagi di tanah air, mungkin bakalan niat juga naik kereta ke Gunung Kidul demi selfie di taman bunganya. Betewe, adakah rute kereta langsung menuju Gn. Kidul @.@?

3. Orang Indonesia sangat menyukai bunga ternyata.*noted. 1500 orang dalam satu hari? Duh, taman Lansia Bandung aja kalah, apalagi taman Jomblo?!.  

4. Tampaknya bisnis wisata bunga-bungaan lebih menjanjikan di era socmed-addict ini. Cukup sediakan  lebih banyak lahan alam berhiaskan bunga. Ingat, bunganya harus asli dan langka. Harus hanya bisa mekar di waktu tertentu dengan jumlah yang banyak. Harus berumur relatif singkat supaya spesial untuk ditunggu. Harus susah juga perawatannya.
Nah, nanti pengunjungnya boleh foto dan bergaya sebebas mungkin. Loncat, berdiri, lari-lari, jongkok, jungkir balik, salto, guling-guling. Bebas lah. Nggak usah pake banyak peraturan supaya semua pengunjung senang. Catatannya satu aja, "Menginjak/ merusak bunga berarti membayar!. P.S: satu tangkai 5K IDR". Wah, bisa kaya mendadak nih di Indonesia.

5. Pembuatan P-A-G-A-R alias batas adalah faktor penting yang harus diperhatikan saat membuka lahan bunga. Kalau perlu dikerangkeng aja tamannya supaya bunga tetap aman, awet dan sedap dipandang mata. Maklum, pengunjungnya masih 'bringas-bringas'. Kalau mental dan etika berkunjungnya masih belum bisa dikerangkeng, lebih baik kita kerangkeng bunganya, kan :D? 

6. The last but not least. Dengan adanya insiden taman bunga Pathuk ini, saya juga menyadari bahwa ternyata keberanian orang Indonesia luar biasa besar! *prok prok prok. Lihat foto kebun lili, langsung menuju lokasi, masuk kebun orang tanpa permisi, klak klik kluk cheesey, unggah ke Insta/ Path/ Twitter dan FB, setelah bunga habis terinjak udah deh tinggal pergi. Besok lusa saat beredar kabar kalau bunga telah layu lusuh tak terawat dan rusak, paling cuma bilang "Ckckck.. Parah banget ini yang nginjek. Untung gue udah sempet foto kemarin sebelum rusak..".
Duh, neng.. akang.. eta kembang teh ruksak gara-gara saha? *Kabayan lieur sorangan.      

Mungkin saya bisa untuk bertepuk tangan, tapi tidak untuk mengangkat topi atau mengacungi teman-teman sekalian jempol atas definisi 'keberanian' seperti poin 6 diatas. Saya bisa paham dengan rasa penasaran, dengan rasa ingin-merasakan-sensasi-foto-di-luar-negeri, rasa (sesekali) ingin terlihat bagus dan wah di medsos. Tapi saya gagal paham dengan cara teman-teman memelihara 'rasa ingin' itu.

Jika ingin bunganya tetap bagus, harusnya tidak diinjak-injak, kan? Biar nanti rekan kita yang lain juga bisa ikut berfoto dengan kondisi bunga masih bagus.
Kalau itu taman orang, harusnya kita permisi dulu, kan? Lah wong bunga di lahan sendiri aja kita jaga baik-baik, apalagi di lahan orang?   

Kalau cuma ngikutin 'nafsu ingin' mah, saya juga di Turki, pengeeeeeen banget metik tulip yang mekar warna-warni. Nggak usah banyak-banyak, satu tangkai tiap jenis juga cukup :D *ditimpuk kebap. Tapi nggak berani. Takut. Bukan takut-takut amat didenda, tapi takut bunganya jadi jelek dan nggak indah lagi dipake selfie. Malu. Bukan malu ketahuan metik tulip tanpa izin, tapi malu karena orang Turkinya nggak ada yang begitu. Mau foto pun, kebanyakan mereka antri gantian dari pinggir supaya tidak merusak. Mereka jaga baik-baik, karena mereka ingin. Dan karena saya juga  punya 'rasa ingin' itu (bunganya tetap baik) maka saya pun merasa perlu untuk ikut menjaganya.

 







 Mau punya taman bagus yang awet untuk selfie, kan? Yuk, jaga baik-baik :).


"Jagalah, jika kamu benar-benar menginginkannya.."



     
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki