Ulasan Buku: Ayah


Ada yang sudah baca karya teranyar dari novelis kondang Andrea Hirata? Yup, AYAH judulnya. Buku ke sekian dari bang Andrea ini, sebagaimana judulnya, berkisah tentang sosok Sabari (tokoh utama) yang atas kehendak takdir tak terduga ditunjuk sebagai seorang bapak oleh dirinya sendiri. Nah loh! Bingung kan?

Insyafi.
Sabari.
Tamati.
Teguhi.
Jujuri.
Kemasi.
Tabahi.
Abu Meong.
Lesung pipit sedalam sumur bor kantor polisi lama..
.
.
Itulah kata-kata ajaib yang berhasil menyihir saya untuk terus melahap buku sampai akhir. Di awal bagian, Bang Andrea menyuguhkan kelucuan demi kelucuan kisah persahabatan Sabari-Ukun-Tamat yang membuat hilang penat dan menguap kantuk. Sampai sakit perut ini. Terpingkal membayangkan laku kocak trio Belitong. Apalagi dibumbui dengan seabrek kerumitan perjuangan cinta Sabari untuk Marlena. Lengkap sudah. 

Isinya cuma lucu-lucuan aja?

Ya enggak dong. Setiap cerita mesti ada klimaks yang bikin sebal, greget, sedih, haru, dll. Pun dengan roman setebal hampir 400 halaman ini. Tentunya, banyak juga hikmah yang bisa kita jadikan pelajaran. Terutama tentang betapa berharganya nilai keteguhan, ketulusan dan kasih sayang. Oh.. ayah.

Satu hal, sebenarnya banyak sih, yang saya suka dari karya bang Andrea adalah ke-'apa adanya'-annya dalam menulis. Terkesan naif, tapi justru disitu lah uniknya. Cara ia mendeskripsikan latar juga saya sangat suka. Jelas bin detail. Cara meramu dialog, seru binti asik. Soal kutipan puisi? Jangan ditanya. Empat jempol sekaligus. Dan yang paling penting adalah, layaknya buku KAU, AKU DAN SEPUCUK ANGPAU MERAH bang Tere yang bikin saya mupeng setengah hidup pengen ke Pontianak, bang Andrea juga sukses menggeber angan saya untuk terbang ke Belitong. Ini efek domino LASKAR PELANGI juga sih, hihi. #Heboh sendiri.   

Berhubung saya bukan spoiler pro (alasan! ini merendah apa meninggi sih?), jadi gak akan banyak celoteh tentang isi novelnya. Baca sendiri aja la yaw. Dijamin ndak nyesel deh ;).


Baydewey, sedikit bocoran buat yang mau baca. Buku ini ditulis dengan alur campuran alias mix. Maju, mundur, maju lagi. Jadi kalau di awal-awal merasa agak roaming, jangan bingung. Pegangan aja dulu. Dan baca ceritanya sampai habis, ok?

Yo wis,
Selamat membaca, Boi! Enjoy


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki