Ramadhan di Turki (4): Happy Eid 1436 ^^,


Eh, hari ini lebaran ya?

Tidak terasa, 29  hari sudah kita berpuasa. Ramadhan tahun ini cepat sekali rasanya. Wussh.. kilat bak angin kinton. Awalnya saya kira menjalani shaum di Turki akan sangat sulit untuk dijalani. Apalagi mengingat ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim panas lengkap dengan teriknya yang luar biasa. Setiap hari setidaknya 17 jam kami harus menahan dahaga. Tidak mudah, tapi biidznillah, semuanya lancar sampai akhir, Alhamdulillah. Si kecil Iffah, Fatih dan Wafi yang masih SD saja sanggup berpuasa sebulan penuh, masa iya saya enggak?

Ber-Hari Raya di Turki, seperti pernah saya ulas di tulisan Iyi Bayramlar, tidaklah sesemarak suasana lebaran di tanah air. Terlalu hambar disini. Beruntung kami masih punya cukup banyak kerabat Indonesia yang tinggal di Izmir, seperti keluarga Mas Agustin misalnya. Selepas tunai shalat Ied di mesjid-mesjid terdekat kami berkumpul di rumah beliau. Open House kecil-kecilan hari pertama Idul Fitri ceritanya. Menu lontong sate ayam bumbu kecap plus kari sayur cukup mengobati kerinduan lidah pada hidangan khas lebaran ala Indonesia. Terima kasih. Masakannya enak luar biasa. Ellerine saglik, Bu Silvi :).


Lebaran hari pertama di rumah keluarga Agustin


Sedikit yang berbeda, kalau Bayram tahun lalu kami dapat permen, kali ini kami dapat coklat khas Bayram. Yippi!. Khusus trio cilik, beberapa koin lira dari ev sahibi* juga mendarat mulus di saku-saku mereka saat kami silaturahim ke rumahnya di lantai dua. Lucu sekali kalau ingat ekpresi bingung-bahagia anak-anak saat menerima bulatan-bulatan kuning itu. Lebih lucu lagi teringat raut sang Amca** saat saya menolak uang pemberian darinya. Hayir Amca, ben cocuk degilim ! [Tidak usah Paman, saya bukan anak-anak !] sergahku cepat sambil mengibas-ngibas tangan. Efek ketularan aura imut dari Iffah jadi begini deh #lah.

Di sela-sela hari, tak lupa saya sempatkan untuk menelpon orang-orang rumah. Tempat dan suasana boleh beda, tapi tradisi 'sungkem' kepada orangtua dan keluarga tetap saja sama. Teteh minta maaf ya Mah, belum bisa berkumpul dengan keluarga di rumah. Tahun depan, lebaran tahun depan inshaaAllah pulang. InshaaAllah. 

Taqobbalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum.
Happy Eid 1436 H sahabat semua.
Selamat berhari raya, selamat berbahagia dan berkumpul bersama keluarga tercinta.           
Semoga Allah izinkan kita bertemu kembali dengan dia, Ramadhan 1437.


From Bornova with love,
   Jum'ah, 1 Syawal 1436

---
*Ev sahibi: pemilik rumah
**Amca: paman, umum digunakan untuk panggilan kepada laki-laki (tidak dikenal) yang lebih tua dari kita 
 



  
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki