Ramadhan di Turki (3): Kadir Gecesi (Malam Lailatul Qadr) Pasti Dapat!


Semenjak Ramadhan memasuki sepuluh malam terakhir, saya sengaja membatasi diri untuk tidak banyak beraktivitas diluar asrama. Terutama di malam-malam ganjil. Ya, apalagi kalau bukan demi tamu agung bernama Lailatul Qadar. Teteh mau semedi, begitu slogan favorit yang kerap saya lontarkan sebagai penolakan halus atas ketidakhadiran xD.


Malam ke-27 Ramadhan. Malam yang diriwayatkan dalam hadits paling banyak terjadi Lailatul Qadar, tapi tidak selalu (karena Rasul saw juga pernah mengalami LQ di malam-malam ganjil yang lain). Itulah kenapa kita ditekankan untuk mencari malam LQ di sepuluh hari terakhir, karena kita tidak tahu kapan ia akan datang.
 
Nah uniknya di Turki, malam Lailatul Qadar ternyata sudah ditentukan kawan-kawan. Kapankah itu? Yap, malam ke-27 Ramadhan. Hehe, menarik bukan?

Biasanya, setelah iftar di yemekhane saya langsung membenamkan diri di mesjid asrama. Malas naik turun tangga hingga lantai lima. Belum lagi kalau sudah sampai kamar biasanya malah sibuk dengan hal-hal yang gak jelas; main HP lah, baca kertas ini-itu lah, tidur-tiduran di kasur lah dsj. Buang-buang waktu.  Maka saya putuskan untuk bermalam di mesjid selepas maghrib (iftar) hingga selesai subuh.  

Saat malam LQ versi Turki tiba, saya kaget luar biasa melihat berpuluh-puluh pasang sendal tengah berdesakan di depan pintu mesjid. Ini bada maghrib loh, adzan Isya pun belum bergaung. Tapi mesjid sudah seramai ini. Luar biasa. Sesaat bahkan saya ragu apakah akan dapat tempat duduk atau tidak jika saya masuk. Tapi alhamdulillah dapat juga meski harus nyempil di pojokan. Rezeki malam LQ #eh.

Ada lagi yang lebih epik sodara-sodara. Ternyata bukan hanya mesjid asrama yang antusias dengan ibadah malam LQ. Di medan Saat Kulesi Konak (alun-alun pusat kota Izmir) untuk pertama kalinya dalam sejarah, bahkan diadakan kegiatan ibadah bersama menyambut LQ. Wow. Izmir gitu. Kota paling sekuler di seantero Turki menggelar kegiatan LQ? MashaAllah..  Allahu Akbar!

Suasana malam Lailatul Qadr di Konak, Izmir1 [credit by: Tolga Abi]

Suasana malam Lailatul Qadr di Konak, Izmir2 [credit by: Tolga Abi]


Terlepas dari pro dan kontra penentuan datangnya malam LQ, menurut saya kegiatan semacam ini dapat dipandang sebagai sarana efektif untuk mempererat silaturahim antarmuslim. Kedepan mudah-mudahan momen seperti ini juga mampu menjadi pionir pengikis sekularism di Izmir nantinya. Perlahan tapi pasti. Amin, inshaaAllah.
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'