Klakson



Kujejalkan ponsel ke saku terdepan tas. Bosan juga lama-lama. Lelah. Biarlah aku menikmati sisa perjalanan ini. Lampu-lampu temaram sepanjang jalan tertegun sendu diantara sepoi musim panas. Suara decitan ban yang di rem, klakson yang sesekali bersahutan, nada mesin pemindai kartu penumpang, hentakan sepatu hak tinggi gadis berambut pirang.. Ah, sungguh harmoni malam yang terlalu indah untuk dilewatkan.

Kini mobil yang kutumpangi menikung perlahan di belokan. Kilauan sinar kuning menyorot tajam dari arah sebalikan. Bis besar lain rupanya sedang menunggu di seberang, memastikan keduanya bisa berbagi ruang membelah jalanan malam. Pak supir membunyikan klakson sekali, tanda sapaan yang disambut dengan bunyi klakson dari bis lainnya. Halo, selamat bertugas! Hai, semangat bertugas juga untukmu! begitu mungkin kiranya pesan yang ingin mereka sampaikan. Mereka memacu gas lebih kencang sekarang. Saling menghilangkan satu sama lain menuju hening malam. Tapi senyum itu, masih saja tergurat awet di wajah senjanya.

Aku turut terhanyut haru. Mungkin nasihat klasik itu ada benarnya. Bahwa bahagia, tidak melulu tentang uang.    


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki

Hitam Putih Beasiswa Turki: H.I.T.A.M.