Ramadhan di Turki


Ahlan wa sahlan Ramadhan.. ^_^

Alhamdulillah, masih diberikan nikmat bertemu Ramadhan tahun ini. Mudah-mudahan semangat tidak berkurang meski tahun ini terpisah jauh di rantau, aamiin yra.

Tapi mau nangis dulu deh. Hiks.

Akhirnya harus ngalamin juga Ramadhan di negri orang ..

Padahal dari dulu amat sangat berusaha menghindari ikutan shaum ramadhan di Turki. Bukan apa-apa, gak tahan jauh dari keluarga *lebay. Tahun kemarin saking gak maunya lebaran dan puasa disini, beli tiket pun dari jauh-jauh hari. Gak tanggung-tanggung, H-6 bulan tiket sudah di tangan. Segitunya Er..

Ramadhan di tanah air (re: Indonesia. Dan cuma Indonesia) memang gak ada duanya deh. Sahur oke, meski gak jarang harus keluar subuh buta semasa di kosan. Waktunya berbuka lebih oke lagi, apalagi kalau inget iftor gartisan di mesjid Alhurr IPB, hehe.

Tapi ya sudahlah.
"Gak apa-apa Bu.. itung-itung cari pengalaman" kalau komentar Alfa di status FB saya beberapa hari lalu.
Mungkin ada benarnya juga. Toh ramadhan tahun depan saya sudah tidak akan disini lagi. Sudah lulus maksudnya, amin inshaaAllah. Jadi ya kenapa tidak 'mencoba' shaum disini dan mengamati setiap hiruk pikuknya.

Berikut ini saya coba tuliskan hasil pengamatan amatir suasana ramadhan di Turki. Di Izmir mungkin lebih tepatnya. Walaupun masih terlalu dini ya karena masih hari pertama.

Beda dengan di Indonesia, munggahan atau malam pertama Ramadhan gak sesemarak di Indonesia. Disini semuanya biasa saja. Sahur malam pertama biasa. Ramadhan hari pertama pun gak jauh beda. Bahkan, walaupun dikenal sebagai negara mayoritas berpenduduk muslim, di Turki gak ada istilah libur hari pertama puasa. Aktivitas kampus masih normal seperti biasa. Tidak ada yang spesial. Untung saya anak master, jadi sudah bebas tugas. Hehe.

Negara tropis itu memang tempat yang paling enak untuk ditinggali sepertinya ya. Panjang siang dan malamnya hampir sama sepanjang tahun. Pun saat Ramadhan. Nah kalau di negara empat musim seperti Turki, apalagi saat musim panas tiba, shaum nya udah beda cerita. Berhubung Ramadhannya bertepatan sama musim panas, jadi jadwal shaumnya tentu jauh lebih panjang. Hari ini kami melewati 17.5 jam yang penuh perjuangan alhamdulillah. Untung gak seperti di NY yang kabarnya bisa mencapai 20 jam. MashaAllah.
Disyukuri saja, mudah-mudahan senantiasa dilimpahi sehat dan kuat selama bulan mulia ini :).

Sahabat dimanapun berada, di belahan bumi Allah yang manapun, selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan. Semoga senantiasa sehat dan semangat sampai akhir. Yang di luar negri apalagi, siangnya makin panjang, ibadahnya makin kenceng dong ya, hehe. Mari pergunakan kesempatan hadirnya bulan baik ini untuk memperbanyak ibadah, untuk berhijrah.   

Nawaitu shaumal ghodin an adai fardu syahri romadhon..
 

p.s: nanti disambung lagi inshaaAllah

  
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'