Posts

Showing posts from November, 2014

Magic 24

Apa kabar readers :D?

Ini edisi spesial!
26 November, hari ini. Genap sudah 24 tahun tinggal di bumi. Tua bukan? Ya, cukup tua untuk merasakan pahit manisnya kehidupan di panggung sandiwara, Alhamdulillah.

Belasan, puluhan (untung tak sampai ratusan) ucapan selamat ulang tahun memenuhi timeline laman facebook sedari pagi. Atau mungkin dari tadi malam, entahlah.
Apapun isinya, siapapun yang mengucapkannya, semoga doa yang baik kembali untuk mereka juga.

Diantara sekian banyak ucapan dan doa selamat, satu yang paling saya sukai adalah doa
".. semoga semakin cinta dan dicintai Allah."
Kuucapkan aamiin berkali-kali begitu membaca pesan itu. Manis sekali bukan?.
Semoga engkau semakin cinta kepada Allah dan semoga Allah semakin mencintaimu..

Aamiin yra. Semoga juga tercapai segala targetan dan harapan baik di tahun ini. Thank you Allah for such a blessed life You've granted me..


Bornova, Nov 26th ^_^








Sudah Pantaskah Kita?

"Hocam, ben Turkiye'ye puan almaya gelmedim da. Bilgiler almaya geldim." (Hocam, saya datang ke Turki bukan untuk mencari nilai. Saya datang untuk mencari ilmu) kataku mantap. 

Sangar sekali kan? =P. Pertama kalinya dalam sejarah nih saya mengeluarkan kalimat seperti ini. Di hadapan profesor pula. Tapi serius, pernyataan ini keluar begitu aja, murni. Tanpa paksaan.  Untunglah tanggapan dosen saya waktu itu sangat positif walaupun sempat terlihat ekspresi aneh di matanya.

"Of course Erna. The most impotant thing is that you can really 'understand'.." 

Hampir aja jantung melorot.

Iya sih.. Kenapa juga baru sekarang aku menyadari bahwa 'mencari bisa' itu jauh lebih penting dari sekedar 'mencari nilai'?

Memang segala sesuatu berasal dari niat ya. Dan manusia tidak akan mendapat selain apa yang diniatkannya. Kalau hanya niat mencari nilai ya kamu akan mendapat sebatas nilai. Hanya lambang/ angka, formalitas. Tapi kalau dari awal niat menca…

Aaa... Ada Hagrid di Turki >..< !

Tok tok tok..Cleeek! Kubuka pintu bercat gading itu perlahan. Mendongakkan sedikit kepala ke dalam ruangan. Mataku berusaha memutari seisi ruangan sementara tangan kiri masih tertaut di gagang pintu. Dan.. ya! Itu dia sosok tinggi besar yang kucari--Hagrid!. Menatap tepat ke arahku dari samping meja kerjanya.

"Buyurun Erna, gel.Ufuk Hoca bulamazsin herhalde." (Silahkan Erna, masuk. Kau tidak berhasil menemukan Ufuk Hoca sepertinya)

Aku hanya menyunggingkan senyum aneh dengan nafas masih tersengal. Menutup pintu perlahan dan segera menempatkan diri di kursi hitam paling kanan, tepat di hadapannya--membiarkan kursi di sampingnya tetap kosong.

Benar sekali. Kemana pun dicari tetap saja aku tak bisa menemukan Ufuk Hoca. Lantai dasar, lantai 1 sampai 3 tidak ada tanda-tanda keberadaan Ufuk Hoca. Dari petugas kebersihan, satpam hingga sekretaris fakultas tak ada satu pun yang melihat Ufuk Hoca pagi itu. Akhirnya pencarianku hari itu sampai pada kesimpulan 'mungkin beliau rap…

AADA (Ada Apa Dengan bahasa Arab?)

Hanya jika ingatanku masih bagus, hari itu adalah Jumat, minggu terakhir bulan Oktober.

Usaha menghidupi batre HP pun gagal total. 21 persen tersisa dan stuck!  Meski berat kulangkahkan kaki kembali menuju Saat Kulesi* saat seorang penjaga mesjid menghalau anak-anak peminta-minta yang bersiap menengadahkan tangan ke arah jemaah shalat Jumat yang akan hadir.
Ah tentu saja! Kenapa aku bisa lupa kalau hari ini Jumat?! 
 Beberapa menit lalu hampir saja sisi diriku yang lain memaksaku menerobos masuk ke dalam mesjid lantai atas. Numpang cas HP  di 15 menit yang tersisa menuju shalat Jumat. Bilang aja darurat gitu Er..

Kuhubungi Dewi 2 atau 3 kali, memastikan bahwa ia akan bisa datang sebelum HP ini mati total. Dan ternyata usahaku malah mempercepat habisnya batre -_-. Haah.. kuharap posisiku cukup mudah ditemukan Dewi nanti.

Aku menunggu di bangku kayu di sekitar Saat Kulesi. Bangku di blok pohon kedua. Kapan ya terakhir kali aku main ke  Konak? Rasanya cukup banyak yang berubah disini-- …