Aaa... Ada Hagrid di Turki >..< !


Tok tok tok.. Cleeek! Kubuka pintu bercat gading itu perlahan. Mendongakkan sedikit kepala ke dalam ruangan. Mataku berusaha memutari seisi ruangan sementara tangan kiri masih tertaut di gagang pintu. Dan.. ya! Itu dia sosok tinggi besar yang kucari--Hagrid!. Menatap tepat ke arahku dari samping meja kerjanya.

"Buyurun Erna, gel.Ufuk Hoca bulamazsin herhalde." (Silahkan Erna, masuk. Kau tidak berhasil menemukan Ufuk Hoca sepertinya)

Aku hanya menyunggingkan senyum aneh dengan nafas masih tersengal. Menutup pintu perlahan dan segera menempatkan diri di kursi hitam paling kanan, tepat di hadapannya--membiarkan kursi di sampingnya tetap kosong.

Benar sekali. Kemana pun dicari tetap saja aku tak bisa menemukan Ufuk Hoca. Lantai dasar, lantai 1 sampai 3 tidak ada tanda-tanda keberadaan Ufuk Hoca. Dari petugas kebersihan, satpam hingga sekretaris fakultas tak ada satu pun yang melihat Ufuk Hoca pagi itu. Akhirnya pencarianku hari itu sampai pada kesimpulan 'mungkin beliau rapat diluar' dengan menyisakan sedikit penyesalan 'seharusnya aku meminta no HP beliau'.

Harusnya jam pertama pagi itu adalah jadwal kuliahku dengan Ufuk Hoca. Tapi karena bagaimana pun dicari tetap gak ketemu, akhirnya jadwal ditukar dengan mata kuliah selanjutnya. Untunglah Hagrid ini mau berbaik hati mengerti kondisiku. Ternyata Hagrid di kisah Harry Potter dan kisah Erna Potter sama-sama baik ya, hehe *melting.com     

 ***

Jadi, sejak kapan Hagrid di Turki?
Mari kuperkenalkan salah satu dosen legendaris dari fakultas perikanan Universitas Ege, jeng jeng.. Hagrid >.< !! (re: Dr. Can Altinelataman) =P--Dosen pengampu Seafood Biochemistry.

Rupanya benar saja apa yang dikatakan Tolga Hoca beberapa waktu lalu. 
"Can Hoca cok uzun boyu bir hocadir, iki metre kadar falan. Simdi hala Rusya'da. Iki hafta sonra Turkiye'ye gelecekmis olabilir." (Can Hoca itu tinggi banget, dua meter-an mungkin ada. Sekarang beliau masih di Rusia. Dua minggu lagi sepertinya kembali ke Turki).

***

"Nerelisin?" tanyanya singkat saat kami berjalan menuju ruangannya di ujung koridor. 

"Endonezyaliyim, Hocam." jawabku, menengadahkan kepala pada 80 derajat sudut elevasi. Kalian mengerti maksudku kan? Beliau tinggi sekali T_T. Hagrid banget pokonya! Tinggal lepas kacamata sama kasih wig keriting panjang, lol :P.

Ya ampuun... Berdiri di samping Kristofer saja rasanya seperti koma dan angka 1, bagaimana di samping Hagrid?? Mungkin tak ubahnya titik dengan.. dengan.. dengan apa ya? Entahlah. Mungkin kalian bisa membandingkannya hanya saat aku memiliki keberanian untuk berfoto dengannya suatu hari. Mungkin. 

Neyse.. Untuk satu semester ke depan, mohon bimbingannya, Hagrid {} 





  
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki