Asa Ribuan Kilo(meter)



Teringat pesan seorang ayah/ guru/ suami bunda pemberi beasiswa saat duduk di bangku kuliah S1 dulu.

"Erna, kalau mau lanjut kuliah S2, ambil di luar, jangan di Indonesia. Di luar sana Erna akan belajar banyak tentang dunia. Tentang karakter manusia. Tentang betapa beragamnya budaya. Tentang pahit-manisnya hidup yang akan membuat Erna lebih bijak dan dewasa. Dan yang terpenting adalah tentang betapa perlunya kita melihat bahwa dunia ini bukan hanya Indonesia.."

Aah.. betapa beruntungnya Allah mentakdirkanku bertemu dengan beliau waktu itu. Sosok yang notabene hanya 1-2 kali aku bertemu dengannya. Berkesempatan mengambil nasehat dan pelajaran berharga darinya.

"Kalau mau ambil S2 perikanan jangan tanggung-tanggung. Norwegia, Finlandia atau Islandia. Disana bagus." tambahnya lagi.

Norwegia? Finlandia? Belahan dunia sebelah mana itu?

***  

Ketika SMP, kami pernah mendapat tugas untuk mempresentasikan kehidupan sosial-budaya-ekonomi beberapa negara di benua Asia. Saat itu aku sangat tertarik dengan jajanan apel kristal gula di Cina. Buah apel segar (atau buah lainnya) ditusuk bersusun bak sate lalu disiram saus gula putih hingga mengkristal. Khas sekali. Entahlah apa namanya dalam bahasa lokal.

Dulu, kukira aku hanya akan bisa melihatnya di buku geografi saja. Tusukan apel merah dengan kristal gula. Ah! gimana ya rasanya.. Hanya bayangan kukira. Eh ternyata 7 tahun kemudian aku mendapati diriku bersama beberapa teman IPB yang lain berdiri di pasar malam kawasan Beijing dan mencicipi buah apel kristal gula ini. Huhuhu *terharu :'(

Dulu, kukira tembok besar Cina itu hanya bisa kupandangi dari buku sejarah saja. Cukup tahu bahwa dia adalah salah satu bagian dari tujuh keajaiban dunia yang entah seperti apa bentuk aslinya. Tapi siapa sangka ternyata aku berkesempatan untuk meniti setiap anak tangga yang menuju menara utama tembok ini. Merasakan dinginnya udara dan menyaksikan tebalnya kabut putih disana. MasyaAllah..

Dulu, 'Oh, Tao Ming Tse itu dari Taiwan? itu sebelah mananya Indonesia ya?'. Ternyata itu hanya 6 jam dari Cengkareng. Negeri dimana aku pernah tersesat di pasar malam daerah Taichung bersama sahabat terbaik dan kakak cantik dari MITI. Negeri dimana matahari dan bulan bahkan bisa berdampingan dalam satu danau (re: SunMoonLake). Negeri dimana menara 101 Tower pernah dinobatkan sebagai bangunan tertinggi di dunia (sebelum Burj Khalifa di Dubai tentunya).

Dulu kukira, museum boneka beruang dan prajurit-prajurit kerajaan hanya bisa kulihat dari drama Princess Hours (Goongs) atau Janggeum saja. Ternyata aku malah berkesempatan melihat bentuk manusianya langsung (foto maksudnya, hehe). Berkesempatan mencicipi 'kimchi' beneran yang dari dulu penasaran pake banget sama rasanya. Berkesempatan mempratekkan satu dua cuap bahasa korea hasil otodidak yang masih belepotan gak jelas. Dan tentunya berhasil menjadi saksi hidup betapa kerennya tata kota di Seoul. Untuk hal yang satu ini sepertinya saya faham kenapa Kang Emil menjalin kerjasama tata kota dengan Seoul.. *sotoy.com

Dulu, sebelum apply beasiswa master, kukira takdirku akan berujung di Malaysia, Australia, atau paling banter mungkin Jepang. Dulu denger kata 'Jepang' aja udah kebayang jauhnya dari Indonesia. Eh ternyata kehendak Allah berkata lain. Alih-alih Jepang ternyata malah terdampar di Turki sekarang. Hmm.. 15ribu kilometer lebih dari Indonesia. 14 jam terbang di langit untuk sampai kesini. Masih mau bilang kalau Jepang jauh Er? Bahkan Norwegia yang dulu gak pernah kebayang dimana letaknya pun sekarang cuma kaya selemparan batu. Jerman, Prancis, Italia, Palestina, Saudi dan Yunani bahkan hanya terpisah satu pulau dengan Izmir, Turki. Masih berpikir kalau Australia dan Jepang terlalu jauh? 

Bahkan saat kau membayangkan Venezia, Barcelona atau London saat ini, mungkin satu dua atau tiga tahun lagi kau akan telah berdiri disana Er. Ikut serta mendayung gondola di sepanjang sungai Venice, menapaki jejak-jejak peninggalan Islam di Cordoba atau mungkin sekedar menuliskan sepenggal kisah lain di bawah bayang-bayang BigBen. 

Remember back then, I was just realized that there's no place too-far-to-go in this world...


***

”Dia-lah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” [al-Mulk/67:15]

The Great Wall, Cina (autumn, 2011)
  
  
Bornova, 01 Muharram 1436 H
_Semangat hijrah, semangat menuju lebih baik ;)_
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki