Kristofer (2): apa kabar itu berarti sepatu



"Erna, how do we say 'comment ca va (read: komo sava) in your language?" tanyanya tiba-tiba. Seingatku sepintas lalu Kristofer masih asyik menikmati peran 'hoca' Turkce-nya untuk mengajari Katy. Aku mencoba mencari daftar kata komosava di sudut-sudut otakku.

"Aah.. you mean 'nasilsin' (Turki: apa kabar)?? In my language we say 'a-pa ka-bar' " sengaja aku mengejanya lambat. Berharap Kristofer cukup fasih melafalkan bahasa yang tergolong baru baginya. Ya, lidah Prancis memang memiliki dialek yang bisa dibilang cukup spesial. Setiap kali mereka bicara bagiku terdengar seperti huruf 'kh' dimana-mana. Bagiku Prancis termasuk salah satu bahasa yang tidak konsisten. Kalau kata Maz, bahasa Prancis itu the way it's pronounce is not the same as the the way it's written (cara kita membaca tidak sama dengan cara kita menulisnya). Mungkin inilah salah satu faktor yang membuatku urung untuk mencuri beberapa kalimat bahasa Prancis dari teman-teman kelas TOMER.

"Apak-abar.." akhirnya kalimat itu terlontar juga. Ya, meskipun dengan letak penekanan suku kata yang berbeda. Aku hanya mengulum senyum mendengar Kristofer mengulang-ulang kalimat yang-bagai-hadiah-baginya itu. Lagi-lagi, entah di bagian mana sepertinya aku menangkap 'kh-kh' lainnya. Tapi, dia mengucapkannya. 

**

Satu hal yang menjadikan linguistics selalu begitu menarik untuk dipelajari adalah bahwa ia memiliki rasa dan metode tersendiri bagi orang yang mempelajarinya. Misalnya untuk mengingat suatu kata baru kita bisa mencari kesamaan atau mengaitkan kata itu dengan bahasa asli atau fenomena hidup kita sehari-hari. Percaya atau tidak, it works! Dan dijamin lebih lama diingat karena kata itu sebenarnya mungkin telah terekam dalam bagian alam bawah sadar kita. Misalnya saja ketika belajar menghapal kata 'salak' (Turki: bodoh) aku tidak merasa kesulitan karena kata itu sama persis dengan bahasa Indonesia, hanya artinya saja yang berbeda. Jika salak di Indonesia itu buah dan enak dimakan, di Turki salak tidak pernah menjadi buah apalagi berasa enak =P. 

Setiap orang punya cara sendiri untuk mempelajari bahasa. Dan mungkin itu juga yang dilakukan Kristofer. Seperti tingkahnya selepas makan siang. 
"Erna, ayakkabi (read: ayakkabeu/ sepatu)?" tanyanya sambil tersenyum sumringah. "Ayakkabi Erna!" 
Aku mengernyitkan alis tanda tak mengerti. Menatap Kristofer penuh heran. Ada apa gerangan dengan sepatuku? atau sepatunya?

"Baik? Ayakkabi?"

#tepok jidat. Allahim Rabbim ya.. Maksudnya 'apa kabar' toh???

Apa kabar? ayakkabi? memang kedengeran mirip ya?
Ya.. setidaknya mirip, bagi Kristofer. 
Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki