Kristofer (1)



Karl Christopher Mxxxxxx.. nama lengkapnya. Nama terakhir sengaja saya tulis demikian karena faktor keterbatasan ingatan penulis :P-- Gak inget apa nama lengkapnya. Phew.

Rambut keriting kecil-kecil, tinggi besar, kulit hitam, suara bass.. khas orang Afrika. Seingatku dia adalah orang tertinggi kedua di kelas TOMER kami.
Bagi saya, Kristofer termasuk salah satu teman yang terbilang langka *apadeh. Bukan karena jarangnya warga kulit hitam disini tapi karena pertanyaannya yang terkesan kocak, polos dan kadang 'nyeleneh' menurut kami (baca: teman-teman kelas dan saya).
Lutfen zor bir soru sorma! (tolong jangan nanya yang susah-susah) mesti jadi permintaan mutlak hoca kami sebelum mempersilahkan Kristofer bertanya.  =P

"Erna, neden sen cok kucuk? (Erna, kenapa kamu kecil banget?)" tanyanya suatu siang saat kami (Kristofer, saya, Katy dan Mazuin) berjalan menuju Ege Dorm. 
Saya mendongak dengan bersusah payah berusaha menemukan kepala sang penanya.  Badannya tetap saja jauh lebih tinggi meski dia berjalan di bawah trotoar. Katy dan Maz yang hanya berada dua langkah di depan kami terhenti sesaat. Menengok si penananya. Saya pikir Kristofer cuma nyeleneh di kelas, ternyata diluar kelas juga. Adeeuh ojan..

Saya: "cunku, buyuk degilim. Ulkemde bedenim normal (karena gak gede. Di negara saya segede gini normal)" jawab saya sekenanya. Terdengar suara Katy dan Maz terkekek mendengar jawaban saya yang asbun.

Kris: "hehe..". Kristofer hanya tertawa geli mendengar jawaban saya. Haah.. andai kalian tahu, cara tertawa Kristofer pun bahkan juga beda dari yang lain XD.  Saat menulis ini saya pun masih terpingkal.
"Evet, evet. Ama neden sen cok kucuksun? Sen, Maz ve Katy.. Neden siz hepsi cooook kucuk? (iya, iya. Tapi kenapa kamu kecil banget? Kamu, Maz sama Katy.. Kenapa kalian semua keciiiiil banget?)" tanyanya semakin lebay.

Saya, Maz, Katy: "Cunku.. biz buyuk degiliz ! (karena.. kita gak gede !)"


***


Begitulah ^^". Pertanyaan yang tidak pernah terjawab dengan benar dan selalu berujung dengan pandangan geram kami pada Kristofer. Haha..
Kok ada ya makhluk begini.. #eh






Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki