Aku dan Gadis Afrika (1)


Sebaik itukah diriku menurutmu? tanyaku dalam hati.
Aku hanya menyunggingkan senyum tipis pada Fatuma, senyum yang entah apa artinya. 
"Bence, sen cok iyi bir muslumansin. Iyi bir ornek. MasyaAllah ne guzel.." [menurutku, kamu adalah muslimah yang baik. Teladan yang sangat baik. MasyaAllah cantik sekali] katanya suatu hari.
"Erna, senin kiyafeti cok begendim" [Erna, aku suka caramu berpakaian]
"Erna, nasil bu gibi kullaniyorsun? Ben cok begendim" [Erna, gimana caranya kamu menggunakan jilbab *red, aku sangat menyukainya]

Begitulah Fatuma, teman TOMER dari Uganda sekaligus tetangga kamar yang senantiasa memuji orang lain meski menurutku ia lebih layak untuk dipuji. Aku ingat setiap kali bertemu dengannya hampir pasti ia akan berkomentar tentang caraku berpakaian atau berhijab. 'Ben cok begendim' atau kalimat positif lainnya kemudian akan jadi penutup percakapannya. Seperti saat pulang dari TOMER tadi siang
"Sen burada en iyi bir ornek. iyi hijab, zeki, ve iyi kalbisin. Cok inspiring, hehe" [kamu adalah contoh paling baik disini. hijabnya baik, pintar, baik hati. Sangat menginspirasi, hehe]. 
Untunglah aku sadar betul kalau punggungku tak bersayap, jadi gak akan terbang meski dipuji bagaimana pun.

"Ama sanirim, sen benden daha iyi Fatuma.." [Tapi aku yakin kamu lebih baik dariku Fatuma..] kataku tulus.
Fatuma memperlambat langkahnya, mengimbangi langkah kakiku yang pendek. Sesaat kami saling pandang satu sama lain, tersenyum.
Tak banyak kata terucap di sisa perjalanan kami menuju asrama. Aku, maupun Fatuma, kami sama-sama tahu bahwa kami adalah muslimah yang 'cukup baik' (InsyaAllah). Dan yang paling penting adalah aku beruntung karena memiliki teman (baca: saudara seiman) seperti Fatuma. Semoga ia pun merasa beruntung memiliki teman sepertiku. Teman yang saling menginspirasi, saling menasihati dalam kebaikan. Allah, terima kasih telah mempertemukan aku dengan Fatuma.


sumber: google



Ketika seseorang menilaimu baik, maka bersyukurlah karena Allah masih menutupi aib-aibmu. Iringilah kesyukuran itu dengan segala bentuk perbaikan diri.

Sungguh segala puji hanya milikMu Allah, Rabb semesta alam..


 


Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'