Konya, The City of Love







Konya adalah satu diantara kota tertua di Turki selain Istanbul dan Bursa. Tak heran jika sebagian besar arsitektur bangunan di kota ini terbilang sangat tua dan bahkan terkesan kuno. Meski demikian, justru hal inilah yang membuat Konya tampak lebih mempesona sekarang ini. Jika kalian ingin membayangkan bagaimana penampakan Konya maka cobalah untuk membayangkan 'Kota Tua'-nya Jakarta atau 'Braga'-nya Bandung. Sedikit banyak, mirip lah.. sebelas dua belas.


Bangunan

Salah satu hal yang menarik dari bangunan Konya ialah struktur mesjidnya. Untuk diketahui, kebanyakan mesjid di Turki, umumnya memiliki kubah besar dan beberapa
(paling sedikit 2) menara tinggi  layaknya Mesjid Biru atau yang lebih dikenal sebagai Blue Mosque. Lain halnya dengan Konya, disini hampir semua bangunan mesjid yang ada tidak memiliki kubah besar seperti umumnya mesjid di Turki. Bagian atap mesjid cenderung datar dan dominan berbentuk kotak. Beberapa mesjid juga dilengkapi dengan struktur berbentuk prisma segitiga di bagian depan mesjid. Gaya arsitektur mesjid seperti ini merupakan warisan Dinasti Selcuk di masa lampau.




Budaya

Selain bangunan, hal lain yang menarik dari Konya adalah budaya. Terutama tarian khas Konya yang saya yakin sebagian besar orang mengetahuinya.

Hayo siapa yang tahu nama tarian khas Turki yang penarinya berputar-putar dengan pakaian seperti rok dan topi panjang?

Yup! Mevlana (baca: mewlana) Dance/ Swirling Darvish atau Tarian Sema. Dinamakan demikian karena pencetus utama tarian ini adalah
Mevlana Celaleddin Rumi sendiri. Sema dilakukan oleh satu orang atau lebih penari laki-laki yang diiringi dengan suara bağlama (sejenis mandolin), davul (kendang-nya Turki), dan ney (sejenis seruling panjang). Gerakan yang dilakukan pun tidak banyak bervariasi, hanya berputar berlawanan arah jarum jam dengan posisi tangan kanan terbuka terangkat ke atas sementara tangan kiri telungkup menjulur. Mevlana Dance ini sebenarnya adalah tarian dzikir lho. Konon selama adegan berputar, sang penari berkomunikasi dengan sang Pencipta melalui dzikir ini. Jadi bukan sembarang gerakan memutar. Tangan kanan terbuka artinya meminta rahmat (cinta) dari Tuhan semesta alam untuk kemudian disebarkan kepada sesama yang disimbolkan dengan tangan kiri. 

Semenjak abad ke-13, semasa hidupnya, Rumi memang dikenal sebagai sosok yang penuh cinta kasih kepada sesama. Tidak membedakan siapapun berdasar kulit ras maupun agama, yang paling mendasar dari apapun adalah saling bertoleransi dan mengasihi sesama manusia. Seiring berjalannya waktu, kota ini dijuluki sebagai gonulleri sehri alias kota hati. Saya pribadi lebih suka mengartikannya sebagai Kota Cinta.  




Oiya, konon katanya, tarian sema ini memiliki efek magis tersendiri bagi sang penari. Ketika berputar cepat dan semakin cepat, ia akan 'kehilangan' kesadarannya di dunia nyata. Penari akan merasa seolah-olah bisa berkomunikasi dengan Tuhan, menembus batas ruang dan waktu. Jika benar demikian, maka tak heran kalau mereka tidak merasa pusing sedikit pun baik selama maupun seusai menari. Hmmm.. menarik juga. Kalian berani mencoba? Kalau saya, dzikir sambil duduk aja :P.

Jika suatu saat pergi ke Turki, tak ada salahnya berkunjung ke Konya. Setiap akhir pekan dijamin selalu ada penampilan tarian sema disini. Dan bisa jadi, gratis. *winked


Jajanan

Etli ekmek
Etli ekmek (credit by google)

Hal lain yang tidak boleh dilupakan ketika berkunjung ke Konya ialah... jajan! Jika sempat berkunjung ke Konya, kalian bisa mencoba jajanan yang namanya 'etli (daging) ekmek (roti)'. Jajanan ini mirip seperti pide (sejenis pizza lonjong) tapi memiliki ukuran lebih panjang (mungkin sekitar 50-100 cm, biasanya 90 cm). Saya nggak begitu ngeh pas makan dulu, karena dapatnya yang sudah dipotong kecil-kecil. Dan saking laparnya, langsung sikat saja. Rasanya.. mmmh.. kambing banget :P. Serius. Tapi aroma dan rasanya enak top markotop menurut saya. Beruntung karena tidak punya riwayat alergi daging kambing. Hehe.


Untuk sahabat sekalian yang agak alergi dengan sajian berbau kambing, sayang sekali harus saya katakan kalau di Konya, kulinernya paling nampolnya memang ya dari bahan embe ini. Pun termasuk kudapan manis umumnya berbahan dasar susu kambing. Tapi jangan khawatir, jajanan lain tanpa kambing saya yakin juga banyak dijual disini. Nanti kalau berkesempatan ke Konya lagi saya coba carikan referensinya ya. 


Oleh-oleh 


Ketika hendak bertandang pulang, oleh-oleh menjadi satu hal yang wajib tentunya. Aneka buah tangan seperti gantungan kunci, tas, patung atau ukiran berbentuk mevlana dapat dibeli disini dengan harga yang sangat terjangkau. Alternatif oleh-oleh seperti permen juga bisa dijadikan pilihan salah satunya 'Mevlana Şekeri' (baca: mewlana syekeri). Atau jika mau sedikit lebih berat, jajanan semacam astor jumbo semisal Konya Sarmasi juga bisa kamu dapatkan disini. ** 









Penasaran menyaksikan sendiri keunikan Konya?? Yuk merapat ke Turki! ;-)
1 comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Pernikahan ala Turki

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'