İyi Bayramlar 1434 H \^.^/!

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar.. Laa ilaaha Illallahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd'.. :')
 
Alhamdulillah... :)

Segala puji bagi Allah yang telah memperkenankan aku bertemu kembali dengan hari ini, Idul Kurban. MasyaAllah..

Kalau diingat-ingat, Idul Adha tahun lalu rasanya adalah kali pertama aku merayakannya bersama keluarga di rumah. Iya, Idul Adha pertamaku di rumah sejak aku kuliah di IPB.
Rasanya angkuh sekali diri ini. Bandung-Bogor tak lebih dari 4 jam. Anehnya aku selalu punya alasan--[menjadikan alasan itu terlalu penting lebih tepatnya] untuk tidak pulang, meski sekedar ikut shalat Ied bersama di lapangan dekat rumah.

Sekarang baru terasa. Merayakan Ied bersama keluarga itu nikmat yang sangat luar biasa ternyata. Suara takbir sedari malam, lapangan dan jalan, koran, bahkan guyuran hujan saat shalat sekalipun seolah menjadi momen yang begitu istimewa. Dan aku merindukannya. Sangat.

***


Bayramınız mübarek olsuuuun~ \^o^/
Selamat hari raya Idul Adha 1434 H teman-teman.. !

Mmmmh.. Idul Adha di negeri orang (baca: Turki) itu rasanya.. sesuatu.
Sesuatu. Tapi jangan pernah membayangkan bahwa lapangan dan jalanan luas di Turki akan dipenuhi oleh lautan manusia yang mengumandangkan takbir layaknya di Indonesia.  

Kalau di Indonesia, mau shalat Ied tinggal datang ke lapangan atau jalan raya. Gelar koran dan sajadah. Duduk manis. Lalu shalat dengan damai (note: mengesampingkan efek teriakan anak-anak kecil yang ribut memamerkan baju atau sendal barunya loh ya). 
 
Disini, di negeri tulip ini, aku merasakan sulit sekali ternyata mencari tempat untuk shalat Ied. Kenapa??
Karena di Turki, akhwat (perempuan) pada umumnya tidak melakukan shalat Ied. Entah apa yang mereka lakukan di rumah. Atau mungkin ini alasan Mahdzab? Allahu'alam. Yang jelas, hanya laki-laki yang melakukan shalat Ied-- itu pun di Mesjid, bukan di lapangan terbuka. 

Bersyukur sekali teman-teman yang tinggal di Istanbul atau Ankara. Sepertinya disana lebih mudah mencari mesjid yang mengizinkan akhwat untuk shalat ied (eh, benar begitu gak ya teman-teman Ankara dan Istanbul ^^"?), mengingat disana lebih banyak mesjid daripada Izmir. 
Mengingat muslim Indonesia juga lebih banyak disana.

***
Apa shalat di dorm saja..  pikirku, buntu.

Hampir saja aku menyerah untuk tidak melakukan shalat Ied.  Andai aku tidak mengingat betapa Rasulullah saw sangat menganjurkan semua umatnya untuk shalat Ied. Tidak hanya laki-laki, tetapi termasuk perempuan. Betapa pentingnya, bahkan perempuan yang sedang haid pun, dianjurkan untuk hadir mendengarkan khutbah Idul Adha. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/panduan-shalat-idul-fithri-dan-idul-adha.html
Tapi, sulit bukan berarti tidak mungkin bukan?. Atas izin Allah, melalui perjuangan panjang teman-teman PPI Izmir kami bisa shalat Ied di salah satu mesjid di daerah Buca (baca: Buja). Butuh sekitar 1.5-2 jam perjalanan bus dari asrama kami di Bornova. Jauh memang, tapi tak masalah. .






Alhamdulillah..
Semoga Engkau merkenankan kami untuk menemui Idul Adha tahun depan ya Rabb, amin yra.


O Iya,

Di Turkey, ada kebiasaan unik yang dilakukan saat hari raya keagamaan (bayram) loh.. Apa coba?

Yup! Bagi-bagi permen (şeker) dan minyak wangi..

#seni seviyorum, Turkey.. =)












 

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perempuan Indonesia di Mata Laki-laki Turki

Hati-hati dengan (kriteria) Pria Turki !

Cari Jodoh Orang Turki?

Satu Kata Tentang Orang Turki: 'tukang maksa!'

Pernikahan ala Turki